Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Eko Patrio Jadi Host ‘Jalan Sore Sore’ - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Entertainment

Eko Patrio Jadi Host ‘Jalan Sore Sore’

Published

on

JAYAKARTA NEWS— Meski sibuk sebagai anggota DPR namun Eko Patrio tetap menyempatkan diri berkiprah di dunia entertainment.  Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio ditunjuk sebagai pemandu (host) dalam program ‘Jalan Sore Sore’ yang tayang Senin-Jumat di Trans TV. Bersama Angel Karamoy dan Danang, acara reality show ini untuk menemani sore hari para pemirsa.

Para host akan langsung mendatangi rumah selebriti yang sedang hangat dibicarakan, maupun membahas berbagai topik yang sedang viral di kalangan masyarakat Indonesia. “Program ini penuh idiom-idiom yang milenial dengan yargon hitam putih. Yang putih kita sebut kreteg, yang hitam disebut kreseg,” beber Eko Patrio tanpa mau menjelaskan arti istilah-istilah ‘gaul’ yang lagi marak belakangan ini.

“Tapi enggak cuma nyimak alias nyinyir  nikmat di kalangan milenial, tayangan ini juga oke dilihat di kalangan kolonial alias yang sudah sepuh,” urai Eko.

“Biarpun begitu, tayangan ini ada juga sisi baiknya, yang ‘julid’ alias nyebelin memang berserakan, namun yang inspiratif dan positif juga ada,” lontar Eko lagi. Pokoknya, imbuh Eko, tayangan ini cukup lucu dan seru.

“Cupu deh. Mau dibilang tontonan juga enggak apa, tapi juga sekaligus jadi tuntunan. Setelah ada tayangan ‘Jalan Pagi Pagi’ dan sekarang ada ‘Jalan Sore Sore’, mungkin nantinya Trans TV membuat program ‘Jalan Subuh’ dan ‘Jalan Malam Malam’ biar makin ramai,” gelak Eko.

Alhasil, kini Anda kembali ke jati diri yang sesungguhnya, yaitu dunia hiburan?

“Maybe yes maybe no. Karena setiap ada rapat di DPR, saya juga melawak. Agar suasana lebih segar dan meriah. Karena pada dasarnya dunia politik ya hiburan dan dunia hiburan ya menyangkut politik,” jelas Eko terpingkal.

Karena sebuah tayangan tanpa ada bumbu hiburannya, seperti sayur tanpa garam. Hambar dan kering. Jadi, ‘Jalan Sore Sore’ apa dong ? “Ini tayangan yang menghibur sekaligus inspiratif.

Para host dan nara sumber juga akan melakukan challenge ataupun ‘prank’ yang sedang trendy belakangan ini. ‘Prank’ adalah ngerjain orang dengan tujuan guyonan atau asyik-asyikan. Jahilin orang tapi menghibur. Dengan demikian, akan semakin memanjakan pemirsa,” tambah ayah 2 anak ini. Jadi singkatnya, ‘Jalan Sore Sore’ bisa diartikan jalan ke (hati) Eko ya? “Iya, iya..boleh, boleh..,” pungkas Eko tergelak lagi. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement