Dua Penghargaan MURI untuk Khofifah

 Dua Penghargaan MURI untuk Khofifah

Dua penghargaan dari MURI untuk Gubernur Jatim (foto: poedji)

JAYAKARTA NEWS— Dua penghargaan sekaligus diberikan  Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa  semalam (15/5). Kedua penghargaan tersebut, yaitu untuk Nuzulul Quran 1441 H secara Daring Pertama di Dunia dan Khotmil Quran Kubro secara Daring Terbanyak di Dunia.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Ketua MURI Jaya Suprana melalui video conference dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dan dari Jakarta. Jaya Suprana mengaku mendapatkan kehormatan untuk memberikan dua penghargaan sekaligus kepada Gubernur Jawa Timur.

Hari ini MURI memperoleh kehormatan karena ada dua record yang kami tegaskan dan ini bukan record biasa, bukan record Indonesia, tapi record dunia.

Pihaknya beralasan karena belum pernah dengar atau belum pernah mengetahui ada Nuzulul Quran dan Khotmil Quran Kubro yang dilakukan secara daring dan di satu wilayah yang cukup luas.

“Ini merupakan suatu prestasi dan tentu sangat layak dibanggakan, bukan hanya oleh warga Jatim tapi warga seluruh bangsa Indonesia,” kata Jaya Suprana.

Dia juga merasa terharu dengan apa yang dilakukan Gubernur wanita pertama di Jatim ini. Menurutnya sudah banyak prestasi atau penghargaan MURI yang diterima Khofifah Indar Parawansa termasuk ketika menjadi menteri sosial.

“Disini sudah tertulis record dunia. Piagam penghargaan Museum Record Dunia Indonesia dianugrahkan Record Nuzunul Quran 1441 H secara Daring Pertama di Dunia dianugrahkan kepada Ibu khofifah indar parawasan, Gubernur Jawa Timur,” katanya.

Itu yang pertama dan kedua,  record dunia juga oleh MURI atas Khotmil Quran kubro secara Daring terbanyak di dunia,”  tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa sebenarnya penghargaan tersebut mengalir begitu saja.  “Waktu itu sebenarnya kita ini memberikan tunjangan kehormatan pada 4000 hafidh dan hafidhoh, mereka juga ingin mendoakan negeri ini, formulanya adalah nuzulul quran,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Khofifah, bahwa dengan kondisi ditengah pandemi maka harus mencari format bagaimana nilai khusu dan khitmat tetap didapatkan. Akhirnya dilakukan dengan menggandeng 17 kepala daerah yang ada di ujung ujung Jawa Timur,  diantaranya Banyuwangi, Tuban, Ngawi, Madiun, dan lainnya. 

“Selanjutnya menemukan format Bupati Walikota dan mereka berkenan bersama-sama membaca Al Quran yang dimulai dari surat Annaba juz 30 dan seterusnya. Yang hafidz hafidhoh melakuan secara online di rumah masing-masing, yang OPD juga. Jadi minimal 2020 khatam,” demikian Khofifah. (poedji)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *