Jatim Juara Umum LKS Nasional Tahun 2026 untuk Keempat Kalinya

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS  – Jawa Timur kembali menegaskan dominasinya sebagai provinsi dengan pendidikan vokasi terbaik di Indonesia untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional Tahun 2026 itu juga mengukuhkan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan vokasi nasional.

Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut hangat kepulangan kontingen Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (1/8) malam.

Penyambutan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh siswa, guru pembimbing, mentor, kepala sekolah, dan tim pendamping yang berhasil mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional.

“Kita menghitungkan ada 36 emas dalam LKS Tahun ini. Dari 36 medali emas, 50 persen itu diraih anak-anak kita. Prestasi anak-anak yang luar biasa ini tentu hasil dampingan oleh para Mentor, Pendamping hingga Tim Kemenangan,” kata Khofifah.

Dia menambahkan, prestasi yang diraih ini merupakan bukti nyata bahwa generasi muda Jawa Timur memiliki kompetensi, kreativitas, dan daya saing yang luar biasa.

Pada LKS Dikmen Nasional 2026, Kontingen Jawa Timur berhasil memboyong 30 medali, terdiri atas 18 medali emas, tujuh medali perak, dan lima medali perunggu.

Raihan tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas, mengungguli DKI Jakarta sebagai tuan rumah di peringkat kedua dan Jawa Tengah di posisi ketiga.

LKSN merupakan ajang yang sangat bergengsi karena mempertemukan siswa-siswi SMK terbaik dari seluruh Indonesia.

Tidak sekadar kompetisi, ajang ini juga menjadi tolak ukur kualitas pendidikan vokasi sekaligus ruang untuk menunjukkan kemampuan, inovasi, dan keterampilan yang dimiliki peserta didik sesuai kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.***poedji

Pagelaran Peralatan Penanggulangan Bencana Pemprov Jatim di Pantai Pancer Door

PACITAN, JAYAKARTA NEWS–‐ Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur 2026 berlangsung di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan. Plh. Sekdaprov Jatim, Dr Bobby Soemiarsono, membuka  acara tersebut Selasa (21/7).

Pembukaannya ditandai dengan pemukulan gong, bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana, Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan, dan Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto.

Turut mendampingi juga, Forkopimda Kabupaten Pacitan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Jatim dan segenap Kalaksa BPBD Kabupaten/Kota se-Jatim.

Sebelumnya, pembukaan gelar peralatan tahun ini juga ditandai dengan pelepasan 500 tukik dan satu penyu dewasa oleh jajaran pejabat yang hadir dan ratusan personel peserta Gelar Peralatan 2026.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BPBD Jatim dan BNPB atas ditunjuknya Pacitan sebagai tuan rumah Gelar Peralatan tahun ini.

Sebab, Kabupaten Pacitan selama ini memang dikenal sebagai wilayah dengan potensi bencana yang sangat beragam, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, kekeringan dan tsunami.

“Semoga dengan dipilihnya Pacitan sebagai lokasi gelar peralatan tahun ini, bisa meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana yang ada dan kolaborasi penanggulangan bencana antar daerah di Jatim juga semakin kuat,” ujarnya.

Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tahunan di lingkungan BPBD Jatim ini.

Baginya, apa yang dilaksanakan BPBD Jatim saat ini merupakan bukti kesiapan Pemprov Jatimdalam mengantisipasi bencana tahun ini.

Pelaksanaan Gelar Peralatan yang telah berlangsung selama 3 tahun berturut-turut ini, bagi Lilik, juga telah menjadi role model, untuk bisa diikuti segenap pemerintah kabupaten/kota di Jatim dan provinsi lain. Utamanya, dalam menyiapkan klaster logistik si setiap daerah.

“Klaster logistik ini memiliki peran penting dalam tanggap darurat, karena bisa meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan dengan memperkuat personil dan peralatan penanggulangan bencana,” ujarnya.

Dengan dilaksanakan gelar peralatan ini, ragam potensi ancaman bencana di Jatim termasuk yang sudah disampaikan BMKG akan terjadinya kekeringan panjang sebagai dampak El-Nino bisa diantisipasi.

“Dengan kegiatan hari ini, antisipasi dampak kekeringan dengan penyiapan truk tangki untuk droping air bersih kepada masyarakat pasti akan lebih siap,” terangnya.

Selain itu, dengan kegiatan ini, kolaborasi penanggulangan bencana antar-daerah juga bisa dilaksanakan.

Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Keterlibatan aktif BPBD Kabupaten/Kota se-Jatim dalam kegiatan ini, menurutnya, telah menunjukan komitmen bersama untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas penanggulangan bencana di daerah, dalam hal logistik dan peralatan.

“Selain itu, kesiapan SDM dan personel juga pasti lebih siap guna mobilitas logistik dan peralatan dalam penanggulan bencana,” tegasnya.

Karena itu, kegiatan Gelar Peralatan ini ia harapkan tidak sekadar hanya menjadi ajang untuk menampilkan peralatan yang dimiliki saja. Tapi, juga harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa peralatan yang dimiliki benar-benar siap digunakan, sesuai dengan kebutuhan dan dapat dimobilisasi secara cepat ketika terjadi bencana.

Sementara, Plh. Sedaprov Jatim Bobby Soemiarsono menekankan pentingnya kolaborasi antar-instansi dan antar-daerah dalam memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di Jatim.

Menurutnya, keberhasilan dalam penanggulangan bencana saat ini tidak cukup hanya diukur dengan banyaknya aset dan lengkapnya peralatan saja.

“Tapi juga harus dilihat dari cepatnya informasi yang diterima, kuatnya koordinasi yang dibangun, cepatnya keputusan yang diambil dan banyaknya masyarakat yang terlindungi,” ujarnya.

Lantaran itu, ia berharap Gelar Peralatan tahun ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas kebencanaan, dengan cara melahirkan berbagai inovasi penanggulangan bencana, memperkuat jaringan dan membangun komitmen untuk mewujudkan Jawa Timur yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah kompleksitas meningkatnya risiko bencana.***poedji

Dua Mahasiswa Jatim Berhasil Dievakuasi dari Iran

JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersyukur dua mahasiswa Indonesia asal Jawa Timur yang menempuh pendidikan tinggi di Iran berhasil dipulangkan dengan selamat sampai ke Indonesia.

Secara khusus, Gubernur Khofifah menerima dua mahasiswa Jawa Timur yang berhasil dipulangkan dari Iran, di Kantor PP Muslimat NU, Sabtu (14/3).

Dua putra-putri asal Jember dan Malang itu adalah mahasiswa Fakultas Teknik Komputer Universitas QOM dan Fakultas Kedokteran Universitas Shiraz.

Setelah mendapatkan kesempatan evakuasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran akibat meningkatnya ketegangan dan konflik bersenjata di kawasan tersebut, keduanya dalam kondisi yang sehat dan selamat.

“Alhamdulillah kami menerima kunjungan dua mahasiswa dari Jember dan Malang yang studi di Iran dan hari ini baru tiba di Indonesia,” kata Gubernur Khofifah.

“Terima kasih kepada Kemenlu yang sudah berhasil melakukan proses evakuasi warga Indonesia di Iran secara bertahap di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik dikawasan Timur Tengah,” lanjutnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyebut, di tengah perkembangan situasi di Iran dan kawasan Timur Tengah, maka prioritas pemerintah Indonesia adalah memastikan keselamatan WNI yang berada di Iran.

Ia menjelaskan, usai berhasil dievakuasi oleh KBRI Teheran dan tiba di Indonesia keduanya akan dibantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melanjutkan perjalanan pulang ke daerah asal masing-masing lewat Badan Penghubung Daerah.

“Alhamdulillah kami telah  berkoordinasi dengan Badan Penghubung Jawa Timur supaya bisa difasilitasi balik ke rumahnya masing-masing. Ini tahap ketiga dan malam ini akan ada yang datang lagi ,” terangnya.

“Semoga mereka bisa kembali dengan selamat dan selamat bertemu dengan keluarga dirumah,” pungkasnya.

Sementara itu, Dian, mahasiswa Kedokteran asal Malang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenlu dan Pemprov Jatim yang sudah memfasilitasi kepulangannya dari Iran menuju Tanah Air.

Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap mulai KBRI di Teheran, KBRI Azerbaijan, kemudian dijemput Konjen Turki, lalu difasilitasi Kemenlu untuk balik ke Indonesia.

“Jadi mulai Kemenlu, KBRI Teheran di Iran, terus KBRI Azerbaijan, kemudian sempat dijemput Konjen Turki, lalu difasilitasi Kemenlu untuk balik ke Indonesia. Habis itu dihubungkan ke Badan Penghubung Daerah untuk difasilitasi balik ke daerah masing-masing,” kata Dian.

“Alhamdulillah bisa bertemu Ibu Gubernur, difasilitasi juga pemulangannya balik ke Malang. Beliau sangat peduli dengan mahasiswa Jawa Timur yang studi di Iran, beliau memastikan supaya kami bisa pulang ke Malang dengan selamat,” pungkasnya.

Senada dengan Dian, Muhammad Baghir, mahasiswa Teknik Komputer Universitas QOM mengaku bersyukur berhasil dipulangkan ke Indonesia pasca ketegangan yang dialami Iran.

“Terima kasih kepada Kemenlu, Pemprov Jawa Timur Ibu Khofifah yang sudah memfasilitasi kami kembali ke daerah asalh masing-masing dengan selamat dibantu Badan Penghubung Jawa Timur,” pungkasnya.***poedji

Plt Gubernur Jatim Apresiasi Ekspor L-Tryptophan ke Cina Capai Nilai Rp35 Triliun

PASURUAN, JAYAKARTA NEWS – Plt. Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi ekspor produk L-Tryptophan ke Cina oleh PT Cheil Jedang Indonesian pada Selasa (3/6/2025).

Untuk jumlah yang diekspor sebanyak 350 ribu ton atau senilai total produksi senilai Rp 35 triliun.

Disampaikan Emil, ekspor yang dilakukan bukan sekadar pengiriman barang lintas negara, melainkan simbol kemajuan industri nasional, kemandirian ekonomi dan keberhasilan membangun ekosistem ekspor berbasis nilai tambah.

“Pencapaian ini merupakan komitmen dan kerja keras meningkatkan daya saing produk Jawa Timur di pasar global sekaligus menyelaraskan dengan arah kebijakan pemerintah pusat meningkatkan neraca perdagangan serta memperkuat sektor manufaktur berorientasi ekspor,” katanya.

Menurut Emil, ekspor menjadi nilai penting dalam perekonomian di Jawa Timur.Tercatat, nilai ekspor April 2025 mencapai USD 2,18 miliar. Angka tersebut naik 4,10% dari Maret 2025.

Sedangkan, ekspor nonmigas Januari–April 2025 mencapai USD 7,81 miliar yang didominasi perhiasan/permata, tembaga, lemak dan minyak serta produk kayu.

“Selain itu, Jawa Timur juga tetap menjadi salah satu dari tiga besar penyumbang ekspor nasional, dengan total kontribusi USD 8,24 miliar (9,43%) pada Januari–April 2025, menempati posisi kedua setelah Jawa Barat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Emil menegaskan Pemprov Jawa Timur berkomitmen penuh menciptakan iklim investasi yang kondusif. Diantaranya, melalui berbagai kemudahan perizinan, penguatan infrastruktur dan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.

Terlebih, di Jawa Timur terdapat 13 Kawasan Industri, 1 Kawasan Industri Halal, dan 2 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kami percaya, dukungan pemerintah pusat khususnya Kementerian Perdagangan, termasuk fasilitasi pasar dan diplomasi dagang, menjadi pengungkit dalam memperluas penetrasi produk unggulan Indonesia ke pasar internasional,” jelasnya.

Ke depan, Emil berharap momentum pelepasan ekspor yang dilakukan PT. CJI mendorong hilirisasi industri, memperluas pasar ekspor dan menumbuhkan optimisme bahwa produk Indonesia, dari Jawa Timur, mampu menjadi pemain global yang disegani.

“Semakin sukses dan berdampak nyata khususnya bagi Industri Kecil Menengah dan masyarakat di lingkungan sekitarnya,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengapresiasi PT CJI atas kontribusi terhadap ekspor nasional yang mana target ekspor tahun ini 7,1 persen.

Hanya saja, kata Budi, memenuhi target ekspor tidak mudah karena banyak hambatan salah satunya perang dagang sehingga kecenderungan ekspor menurun.

“Tetap berusaha meningkatkan ekspor ke berbagai negara dan berkolaborasi di luar negara yang dilakukan. Apresiasi atas kontribusi PT CJI peningkatan ekspor Indonesia,” tutupnya.***poedji

Sambangi Pengungsi Longsor Trenggalek, Gubernur Khofifah Siapkan Hunian Tetap Bagi Warga Terdampak

TRENGGALEK, JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat merespons bencana tanah longsor yang melanda Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek(seperti diberitakan jayakartanews.com).

Gubernur Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim akan menyiapkan hunian tetap bagi seluruh warga yang terdampak sebagai solusi efektif.

“Saya bersama Kepala Dinas PU Bina Marga, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Kepala Dinas PU Sumber Daya Air, Kepala Dinas Sosial, dan Kalaksa BPBD tentu ingin mencarikan solusi efektif dari apa yang terjadi di Dusun Kebonagung ini,” katanya usai meninjau lokasi pengungsian di Paseban Dusun Kebonagung Desa Depok Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek, Rabu (21/5) malam.

“Pemprov Insya Allah dalam waktu cepat bisa membangun rumahnya, jadi kalau membangun Insya Allah dalam waktu yang cepat bisa kita lakukan jika lahan sudah tersedia,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pembangunan rumah dalam rangka relokasi ini bisa segera direalisasikan. Namun demikian dirinya meminta Pemkab Trenggalek untuk menyiapkan lahan dan menentukan lokasinya.

“Kalau lahan saya minta Pemkab melakukan identifikasi di titik mana lahan-lahan itu bisa dijadikan relokasi supaya hunian mereka  aman,” tegasnya.

Gubernur Jatim ini mengatakan bahwa untuk pembangunan hunian tetap akan menggunakan anggaran bantuan tidak terduga atau BTT tahun 2025. Dirinya memastikan bahwa BTT untuk penanganan bencana tidak termasuk dalam kategori anggaran yang terkena skema efisiensi.

“Kalau BTT itu tidak ada efisiensi, ini kan kategori bantuan tidak terduga seperti yang kita alami di Trenggalek hari ini misalnya, untuk perlindungan masyarakat seperti relokasi rumah itu tidak ada kaitan dengan efisiensi,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan terimakasih kepada jajaran kepolisian khususnya Kapolda Jawa Timur  yang telah  mengerahkan kembali anjing pelacak untuk membantu mengevakuasi 6 korban yang terkonfirmasi belum ditemukan karena diduga tertimbun longsor.

Sebab menurutnya, anjing pelacak cukup efektif melakukan identifikasi untuk korban-korban yang dinyatakan  tertimbun.

“Hari ini , anjing pelacaknya juga  turun kembali untuk mencari keenam korban tersebut. Jadi tentu kita berharap bahwa seluruh proses penanganan ini bisa kita lakukan dengan baik,” ujarnya.

Foto: Humas Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Kalaksa BPBD Jatim bersama timnya telah turun untuk melakukan penanganan  bencana longsor di Trenggalek sejak 19 Mei 2025. Dan dirinya pun terus mendapatkan update dari seluruh upaya  penanganan termasuk evakuasi yang dilakukan.

“Dari tanggal 19 malam sebetulnya Kalaksa BPBD provinsi, Pak Gatot sudah turun dan menyampaikan update dari apa yang ditemukan di lapangan,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama Gubernur Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk penanganan bencana di Trenggalek dan korban terdampak. Bantuan-bantuan tersebut berupa 1.776 kaleng makanan siap saji, 1.680 kaleng tambahan gizi, 1.776 kaleng lauk pauk. Juga beberapa peralatan diantaranya 100 buah cangkul, 20 buah sekop, 1 unit kompor, 1 peralatan masak, 50 paket kebersihan.

Selain itu 60 paket sandang pria, 100 buah selimut, 60 paket lansia, 30 paket family kit, 60 paket sandang wanita, 20 buah matras, 53 paket peralatan masak, 100 pack beras kemasan 3kg, 36 kantong minyak goreng masing-masing 1 liter, 20 kantong gula masing-masing 1 kg. Juga berbagai sayuran yang langsung diserahkan untuk dapur umum Mushola Kanjengan tepat di depan lokasi pengungsian.

Sebagai informasi, bencana tanah longsor di Kabupaten Trenggalek terjadi pada Senin, 19 Mei 2025 pukul 15.40 WIB, telah terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kec. Bendungan. Hujan dengan durasi cukup lama tersebut menyebabkan tanah longsor menimpa beberapa rumah warga di Ds. Depok, Kec Bendungan pukul 16.10 WIB.

Untuk lokasi pengungsian Paseban Desa Depok, Kec. Bendungan, total pengungsi 26 Jiwa.

Sementara lokasi RT. 15, RT.16 / RW.7, Dsn. Kebon Agung, Ds. Depok, Kec Bendungan terdapat sebanyak 12 unit rumah tedampak, 5 unit rumah tertimbun (RT.16: 3 Unit, RT.15: 2 Unit), dan sebanyak 10 KK / 30 Jiwa terdampak.***poedji

Akibat Tanah Longsor, Enam Warga Hilang, 12 Rumah Terdampak dan 5 Rumah Tertimbun

TRENGGALEK, JAYAKARTANEWS-Bencana tanah longsor yang terjadi Senin sore (19/5/2025) di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek direspon cepat Tim BPBD Jatim.

Usai menerima laporan kejadian, BPBD Jatim langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian pada malam harinya untuk melakukan assessment.

Bersama Tim Gabungan dari BPBD Trenggalek, Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan, Selasa pagi (20/5/2025), Tim BPBD Jatim mulai berjibaku membersihkan material longsor yang menutup akses jalan ke lokasi.

Guna melakukan percepatan penanganan, Tim Gabungan BPBD Jatim juga mengerahkan alat berat, termasuk dari OPD terkait di lingkungan Pemkab Trenggalek.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dengan didampingi Kalaksa BPBD Trenggalek Triadi Atmono juga langsung meninjau lokasi kejadian, tepatnya, di titik tertinggi mahkota longsoran di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kec. Bendungan.

Berdasar update laporan Pusdalops BPBD Jatim, sedikitnya 12 unit rumah terdampak tanah longsor dan 5 unit rumah lainnya tertimbun, yakni, 3 rumah di RT 16 dan 2 unit rumah di RT 15 RW 07 Dusun Kebonagung.

Sebanyak 26 warga (13 laki-laki, 13 perempuan) telah mengungsi di Paseban Desa Depok, dan 6 warga RT 16 juga dilaporkan hilang, yakni, Mesinem, Nitin, Tulus, Yatini, Yatemi dan Torik.

Selain itu, sejumlah tiang listrik juga ditemukan roboh dan berakibat pada padamnya listrik.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto juga melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk melakukan percepatan penanganan. Salah satunya, dengan Dinas PU Bina Kabupaten Trenggalek untuk pengerahan alat berat dan Dinas Sosial untuk pendirian dapur umum.

Setidaknya, 3 alat berat yang dikerahkan untuk percepatan penanganan material longsor penutup jalan, yakni, dari BPBD Kab. Trenggalek, Dinas PU Bina Marga Trenggalek dan milik BPBD Jombang.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan BMKG untuk memastikan kondisi cuaca di area terdampak longsor,” ujarnya.

Hingga Selasa sore (20/5), akses jalan yang tertutup material longsor menuju ke lokasi kejadian di RT 15 dan RT 16 Dusun Kebonagung sudah mulai terbuka.

Dengan terbukanya akses ini, diharapkan proses pencarian dan evakuasi korban bisa lebih cepat dilakukan.***poedji

Emil Apresiasi HAEJ Teladan Kolaborasi dan Dedikasi Lintas Negara

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Setelah 35 tahun menjalin kerja sama yang erat dan penuh makna antara Australia Barat dan Jawa Timur dalam bidang layanan kesehatan pendengaran, proyek kemanusiaan HearingAid East Java (HAEJ) resmi diserahterimakan kepada komunitas lokal di Jawa Timur.

Seremoni perpisahan ini dilaksanakan dalam audiensi bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang menerima langsung tim HAEJ dan Konsul Jenderal Australia untuk Surabaya Glen Askew di Ruang Kerja Kantor Wakil Gubernur Jawa Timur. Jalan Pahlawan 110 Surabaya. Kamis (24/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut, tim HAEJ juga menyerahkan buku sejarah yang merangkum perjalanan panjang proyek ini sejak tahun 1990. Penyerahan buku menjadi simbol berakhirnya peran Australia Barat sebagai inisiator proyek, sekaligus dimulainya babak baru bagi masyarakat Jawa Timur untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan layanan pendengaran secara mandiri.

“Bagi kami Pemerintah Provinsi Jawa Timur, HAEJ bukan sekadar proyek kerja sama internasional. Ini adalah warisan kemanusiaan yang telah menyentuh ribuan kehidupan, khususnya anak-anak dengan gangguan pendengaran. Kami sangat menghargai kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur untuk melanjutkan tongkat estafet ini.” ujar Emil

HAEJ sendiri dimulai dari inisiatif pribadi mendiang Patricia O’Sullivan, OAM, pakar pendidikan anak usia dini asal Australia Barat, yang mengunjungi SLB Tuna Rungu Karya Mulia pada tahun 1990. Pertemuan beliau dengan pendiri sekolah, Ibu Sri dan Prof. Harjono, menjadi awal dari jaringan kerja sama kemanusiaan yang terus berkembang hingga saat ini.

Selama lebih dari tiga dekade, proyek ini berkembang dari bantuan awal seperti perpustakaan mainan dan pelatihan dasar audiologi, menjadi program komprehensif yang mencakup penyediaan peralatan, beasiswa, hingga pelatihan berkelanjutan untuk tenaga medis dan pendidik di berbagai daerah di Jawa Timur.

Beberapa pencapaian besar proyek HAEJ antara lain bantuan senilai $A100.000 (setara Rp1 miliar) untuk perbaikan atap Sekolah Karya Mulia pada tahun 2010, pengadaan lima alat tes pendengaran senilai total $A175.000 atau sekitar 1,750 milyar, serta beasiswa penuh senilai $A130.000 untuk studi Master of Clinical Audiology di University of Western Australia antara tahun 2018 hingga 2020.

Pada tahun 2012, tim HAEJ juga melakukan analisis kebutuhan dan menyusun Peta Kebutuhan untuk Layanan Masalah Pendengaran di Jawa Timur. Tahun yang sama, mereka melatih 11 tenaga medis dan pendidik yang kini telah mengembangkan pusat layanan pendengaran dan komunikasi di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Pasuruan.

“Saya yakin, keberhasilan proyek ini adalah hasil dari sinergi yang kuat antara para relawan dari Australia Barat, tenaga pendidik dan medis di Jawa Timur, serta dukungan dari Rotary Club baik di Surabaya maupun Floreat. Ini adalah contoh kolaborasi lintas negara yang tidak hanya produktif, tetapi juga penuh kehangatan dan komitmen jangka panjang.” terangnya.

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur akan terus mendorong keberlanjutan dan perluasan program ini melalui integrasi dalam sistem pelayanan kesehatan dan pendidikan daerah. “Kami ingin memastikan bahwa investasi kemanusiaan ini terus hidup dan berkembang untuk generasi selanjutnya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Trisha Henderson, Presiden HAEJ sekaligus putri dari almarhumah Patricia O’Sullivan, yang hadir langsung dalam seremoni.

“Terima kasih atas dedikasi dan cinta yang Ibu Trisha dan seluruh tim berikan kepada anak-anak di Jawa Timur. Semangat dan teladan ini akan selalu menjadi inspirasi bagi kami,” ucap Emil.

Penutupan proyek HAEJ bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kemandirian komunitas lokal untuk terus bergerak. Pemprov Jawa Timur berkomitmen untuk memperkuat kapasitas daerah melalui pelatihan lanjutan, pemeliharaan alat, dan penguatan kolaborasi antarinstansi.

“Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, kami berharap Jawa Timur dapat melanjutkan perjuangan mulia ini, dan kelak menjadi pusat inovasi layanan pendengaran dan komunikasi yang inklusif di tingkat nasional,” tutup Emil Dardak.

Sementara itu, Konsul Jenderal Australia untuk Surabaya Glen Askew menyampaikan terima kasih kepada pemprov Jatim atas dukungan terhadap HAEJ selama kurang lebih 25 tahun, selain itu dirinya percayasan yakin bahwa pemprov akan lebih konperehensif dalam layanan kemanusiaan terhadap masyarakat yang mengalami gangguan pendengaran di Jawa Timur.

“Saya berterima kasih terhadap hal ini, saya yakin sama anda mengelola hal ini kedepan, kerjasama diharapkan lebih erat lagi di kesempatan lain. Saya yakin bapak sangat peduli dengan masyarakat Jawa Timur, dan itu saya sangat senang hati,” tandasnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Deputi Consul General of Australia Mrs Chistine Bui, president HAEJ Trisha Henderson, Board member HAEJ, Mrs Helen Goulios, Mrs Josephine Ratna, Mr Vicky Richardson, Mr Kasa Passi, Mrs. Grania Mc Cudden dan jajaran OPD dilingkungan Pemprov Jatim.***poedji

Sekolah Rakyat di Kota Surabaya Siap Beroperasi Juli Mendatang

JAYAKARTA NEWS— Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi calon Sekolah Rakyat (SR) yang berada di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus Lidah Wetan Surabaya pada Jumat (18/4) sore.

Didampingi Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, Gubernur Khofifah meninjau dua lokasi sekaligus yaitu Gedung Laboratorium Anti Doping sebagai calon Gedung Kampus SR dan Gedung Asrama Unesa Kampus Lidah Wetan sebagai Asrama siswa SR.

Rencananya, kedua gedung tersebut akan menjadi lokasi pelaksanaan Sekolah Rakyat untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di kawasan Kota Surabaya yang akan dimulai pada Juli 2025 mendatang.

Berbeda dengan calon Sekolah Rakyat di wilayah lain, Gubernur Khofifah memastikan bahwa SR yang ada di Kampus Unesa ini telah siap menjadi Sekolah Rakyat Luar Biasa. Seluruh fasilitas baik untuk belajar mengajar hingga asrama telah didesain ramah disabilitas.

“Hari ini kita melihat bagaimana kesiapan Unesa dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat Luar Biasa. Nah di sini InsyaAllah siap untuk menerima peserta didik yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK),” ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan, pemilihan Kampus Unesa sebagai salah satu lokasi calon Sekolah Rakyat merupakan upaya agar seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur nantinya memiliki Sekolah Rakyat tanpa terkecuali.

Hal ini, juga mengacu pada hasil pendataan yang dilakukan oleh Kementerian Sosial RI sebagai pengampu program, yang mana Kota Surabaya tercatat belum mengirimkan data lokasi calon Sekolah Rakyat.

“Fasilitasnya paling komplit dan komprehensif dimana ada klinik, sarana olahraga yang lengkap baik di dalam maupun luar asrama. Satu catatan pentingnya adalah di sini bisa menerima difabel,” kata khofifah.

Selain itu, Khofifah menyampaikan kalau peserta didik SR nantinya dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di Unesa untuk mengembangkan talenta-talenta yang dimiliki. Mengingat, Unesa ialah Sport Science Nasional.

“Oleh sebab itu kami meminta kepada Pak Rektor agar asrama ini nantinya diajukan sebagai SR atas nama Kota Surabaya. Sehingga 38 Kab/Kota di Jatim InsyaAllah sekarang ini pads posisi siap untuk menyelenggarakan secara fisik,” tegasnya.

Tidak hanya kesiapan gedung beserta seluruh fasilitasnya, Gubernur Khofifah juga menekankan pada kesiapan non fisik berupa konsep penyelenggaraan SR. Ia pun mengapresiasi konsep yang telah dibuat oleh Unesa yang mengedepankan proses pembentukan karakter melalui tiga tahap, yaitu input – proses – output.

“Secara konseptual sudah disiapkan oleh Unesa. Oleh sebab itu saya harap pada Rakor RPJMD tanggal 29 April mendatang, Pak Rektor berkenan mempresentasikan konsep SR kepada Bupati/Walikota dan stakeholder lainnya,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa pihaknya terus proaktif terhadap semua proses pelaksanaan SR oleh pemerintah pusat. Salah satunya adalah dengan proaktif pada data keluarga yang berada di Desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Dari DTSEN kita mungkin 42 persen menyisir di Desil 1. Sehingga, ketika dari pusat nantinya menggunakan Desil 1 untuk perekrutan SR, Insya Allah kita ada dalam posisi siap menyelenggarakam SR di Juli mendatang,” ucapnya optimis.

Di akhir, Khofifah menyebut pihaknya akan terus update terhadap guidance lanjutan dari pemerintah pusat, baik proses pembelajaran hingga rekrutmen tenaga pendidik dan asramanya.

“Pada dasarnya kita baru menyiapkan fisiknya saja. Yaitu gedung. Tapi terkait proses pembelajaran, rekruitmennya kita masih menunggu,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan mengatakan bahwa Unesa sangat siap untuk turut menyukseskan Program Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat.

Ia mengatakan, Kampus Unesa memiliki keunggulan utamanya adalah ramah disabilitas, fasilitas olahraga dan seni budaya. Dan untuk asrama, Unesa telah menyiapkan asrama berkapasitas 150 orang.

“Ketika nanti ditugasi pemerintah untuk sekolah rakyat terutama di level sma maka tidak ada persoalan. Untuk angkatan pertama di Juli mendatang, Insya Allah Unesa sudah siap,” tegasnya.

Kesiapan ini diharapkannya bisa menjadi contoh bagi daerah lain sehingga bisa mempercepat pemutusan rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Turut hadir jajaran Wakil Rektor dan Civitas Unesa, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim Mohammad Yasin, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai, serta jajaran Perangkat Daerah terkait lainnya.***poedji

Merebaknya Kasus PMK pada Hewan Ternak, Pj. Gubernur Jatim Masifkan Vaksinasi

MALANG, JAYAKARTA NEWS – Merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak menjadi perhatian serius Pemprov Jatim. Untuk itu Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono meninjau tempat peternakan sapi di kandang komunal UPT pakan ternak milik Koperasi SAE Pujon, Kab. Malang, Sabtu (11/1).

Peninjauan dilakukan untuk mengantisipasi PMK agar tidak semakin meluas menjangkit hewan ternak di Jawa Timur.

“Kita benar-benar mengantisipasi PMK dengan dimulai dengan memperketat kebijakan jalur lalu lintas perdagangan sapi serta hewan ternak lainnya, membersihkan kandang dan lingkungan dengan cairan disinfektan serta pemberian vaksinasi kepada ternak sehat sebagai langkah pencegahan,” jelas Adhy.

Merebaknya kasus PMK membuat Adhy meminta kepada seluruh koperasi untuk bisa melakukan vaksinasi mandiri seperti yang dilakukan koperasi SAE Pujon. Menurutnya ini bisa dijadikan contoh strategis untuk bersama sama secara masif memerangi wabah PMK.

“Ketika wabah PMK kembali melonjak, koperasi langsung memberikan vaksinasi dan vitamin kepada hewan ternak sapi,” tuturnya.

“Koperasi mengurus dan anggota memelihara hewan yang sudah sehat. Sedangkan kepemilikan sapi pribadi, vaksin masih tetap menjadi tanggung jawab kami,” imbuhnya.

Adhy menyebut, saat ini ada 25 ribu vaksin yang sedang berjalan, ditambah vaksin dari APBD sebanyak 325 ribu dan dari kementerian pertanian sebanyak 1,4 juta vaksin.

“Memang kebutuhan vaksin 6-7 juta vaksin. Akan kami masifkan seiring dengan terjadinya peningkatan PMK,” ujarnya.

Tercatat sejak 1 Desember 2024 sampai 10 Januari 2025, terdapat 11.317 sapi yang mana kondisinya 70 persen proses penyembuhan, 22 persen sembuh dan sisanya mati dan dipotong paksa.

“Ini belum besar karena prosentase 3 persen dari populasi,” ujarnya.

Terkait kebijakan menutup perdagangan pasar hewan selama 14 hari, Adhy mengaku sudah ada tiga kabupaten yang menjalankan kebijakan ini. Yakni Tulungagung, Situbondo dan Ponorogo. Namun, ketiganya masih dalam kontrol Pemprov Jatim.

“Pemprov belum sampai ke sana. Sebab, masih mempertimbangkan ekonomi masyarakat dan masih ada langkah lain untuk mencegah PMK. Semua harus berseiring mengatasi penyakit namun ekonomi juga harus tetap bergeliat,” tegasnya.***poedji

Gelandang Jangkung Ruddy William Kelces Meninggal Dunia

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS-Dunia olahraga khususnya sepakbola tanah air berduka. Salah satu legenda pesepakbola Rudy William Kelces menghembuskan nafas terakhir di RS William Booth Rabu(23/10/2024).

Pemain jangkung yang sering menempati posisi sebagai gelandang serang itu meninggal karena penyakit asam lambung.

Nama Rudy Kelces melambung saat memperkuat beberapa klub seperti tim Galatama NIAC Mitra dan juga pernah memperkuat perserikatan Persebaya juga dipercaya memperkuat Tim PON Jatim.

Bersama dengan 2 klub dan Tim PON Jatim tersebut almarhum menorehkan prestasi dengan merebut juara.

Rudy Keltjes yang lahir di Situbondo, Jawa Timur pada pada 1952 yang lalu, dikenal sangat baik kepada sesama pemain dan juga rekan media.

Pengalaman penulis bersama almarhum saat bertemu di pasar burung bratang Surabaya. Diakhir ngobrol tentang bola dia memberikan seekor burung. “Untuk kenang-kenangan,” katanya waktu itu.

Sebelum meninggal dunia almarhum bertemu dengan teman-temannya sesama pemain tempo dulu.

Salah satunya adalah M Zein Alhadad atau akrab dipanggil Mamak yang juga pernah sama-sama si NIAC MITRA.

“Dua minggu lalu saya sempat bertemu dengan beliau di sebuah rumah makan di kawasan Mayjend Sungkono  Waktu itu Rudy kelihatan sehat dan tidak terlihat sakit,” katanya.

Selain Mamak dan almarhum, pertemuan itu juga dihadiri Fakhri Husaini, Maura Hally, Yongky Kastanya, Ferril R Hattu, dan beberapa legenda sepakbola asal Jawa Timur.

Malah dalam pertemuan itu Rudy banyak bercanda. Di hadapan Fakhri Husaini dkk dia mengaku sering ditraktir makan oleh Mamak Alhadad di rumah makan di kawasan Ampel.***poedji