Diplomasi Rengginan di Banyuanyar

 Diplomasi Rengginan di Banyuanyar

Foto bersama di depan kediaman Muhaimin. (foto: al fath 09)

Jayakarta News – Suasana silaturahmi alumni haji Maktour, Al-Fath-09 berlangsung hangat di kediaman tuan rumah, Muhaimin – Ninik, di bilangan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo – Jawa Tengah. Rumah besar dengan kolam berisi 10 ikan koi di sisi kanan depan rumahnya, sore itu (22/2/2020) menjadi meriah.

Alumni haji Al-Fath-09 yang datang dari Jakarta dan Surabaya, pun melepas kangen. Kenangan berangkat ke Tanah Suci bersama-sama tahun 2009, menyisakan begitu banyak kenangan tak terlupakan. Memasuki tahun ke-11, para anggotanya masih aktif bersilaturahmi. Tidak hanya melalui WA Group, tetapi juga “copy-darat” secara periodik.

Sesaat setelah bersenda-gurau, Ketua Umum Sutiyono membuka acara sambil lesehan itu dengan mengucapkan terima kasih atas undangan Muhaimin dan Ninik. “Kami sangat bahagia, semoga pak Muhaimin dan bu Ninik juga bahagia,” ujar Sutiyono, pemilik usaha Pareto Cash & Credit Solution yang memiliki sejumlah outlet (utamanya di Jawa Tengah) itu.

Menanggapi sambutan Ketum, tuan rumah Muhaimin tak kalah bahagianya. Ia juga meminta maaf, karena dalam beberapa kali reuni Al-Fath-09 di Jakarta, selalu missed. Hinga akhirnya, pada satu acara, ia mengutus istrinya, Ninik hadir ke Jakarta, sekaligus menyampaikan niatnya “ngunduh reuni” di Solo.

Sutiyono, Jovi, Zubakhrum Tjenreng, Joko, Roso, Wardoyo, Muhaimin (tuan rumah). (foto: al-fath -09)
Tiwi, Ninik (tuan rumah), Cici, Fie, Mira, Threes, Harry, Yuni. (foto: al fath 09)

Alhamdulillah, akhirnya kita bisa bertemu di Solo hari ini, dengan jumlah peserta reuni-luar-kota yang terbesar. Saya bahagia sekali. Kedatangan ibu-bapak sekalian hari ini bertepatan Ulang Tahun Kota Solo. Jadi, mohon maaf jika Solo macet di mana-mana. Tapi jika berkenan, ayo, nanti malam kita rendezvous di angkringan,” ujar owner PT Hamudha Prima Media, salah satu percetakan terbesar di Solo ini.

Tawaran Muhaimin bak gayung bersambut. Zubakhrum Tjenreng misalnya, lekas menukas, “angkringan oke! Yang penting bisa ngobrol asyik. Kangen, sudah lama tidak jumpa.” Bakhrum yang ASN dengan NIP Kementerian Dalam Negeri ini, sudah malang melintang di berbagai bidang tugas lintas kementerian. Kini, ia –juga Pratiwi istrinya— mengajar di IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri).

Sambutan juga datang dari Ketum Sutiyono. “Silakan ibu-ibu yang mau jalan-jalan…. kami bapak-bapak lebih suka ngopi sambil ngobrol,” ujarnya. Tampak, ia ingin agar pertemuan di Solo ini bisa menindaklanjuti wacana pembentukan yayasan.

Lelaki berkacamata yang hobi golf ini, memang telah didaulat teman-temannya untuk menjabat ketua umum tak tergantikan. Termasuk, jika perkumpulan alumni haji ini kelak mendirikan yayasan, dapat dipastikan, dia pula yang akan didapuk menjadi ketua. Sejauh ini, ia menerima dengan ikhlas.

Alhasil, Pak Ketum pun mulai menggelar diplomasinya di Solo, di hadapan teman-teman alumni haji Maktour, Al-Fath-09. Sambil menyantap cemilan rengginan yang super-renyah-lagi-gurih, Sutiyono membeber ihwal rencana pendirian yayasan Al-Fath-09.

Tersebutlah, anggota alumni haji Al-Fath-09 bernama Royani dan Nurhayati, istrinya, berniat mewakafkan tanahnya seluas kurang-lebih 2.000 meter persegi di bilangan Jakarta Barat. Ia mengajak segenap anggota untuk segera menindaklanjuti tawaran Royani dengan melakukan pembahasan pada pertemuan berikutnya.

“Sudah… mbahasnya nanti. Sekarang foto-foto dulu….,” sambar Mirah, alumni haji paling aktif yang dijuluki “Bu Lurah” oleh teman-temannya.

Apa boleh buat, suasana kangen lama tak bersua, memang menjadi sulit untuk lekas mengerucutkan pembicaraan ke topik-topik serius. Jadilah, sebagian peserta pergi ke kandang koleksi kucing keluarga Muhaimin yang lucu-lucu. Kebetulan, Harry Mulyati, “Ibu Ketum”, memiliki hobi yang sama. Topik pun beralih ke suka-duka merawat kawanan kucing ras yang lucu.

Beberapa “ahli hisab” (perokok) nyeloyor ke teras rumah. Melanjutkan obrolan sambil menikmati pemandangan ikan koi yang menyejukkan hati.

Sebelumnya, para peserta reuni mendapatkan bingkisan baju batik dari tuan rumah. Ketum pun, atas nama peserta reuni dari Jakarta dan Surabaya, memberikan kenang-kenangan baju Betawi kepada tuan rumah. Semoga menjadi berkah yang indah bagi semuanyahhh….

Cukup beramah tamah di kediaman tuan rumah, rombongan bergeser ke Syariah Hotel Solo di Jl Adi Sucipto, diantar Fahmi atau yang akrab disapa Dicky, putra sulung Muhaimin. Dicky pula yang dengan cekatan mengurus akomodasi bagi tamu-tamu kedua orangtuanya.

Matur nuwun, cah bagus….. (rr)

Selesai makan siang di Dapur Solo, menuju kediaman Muhaimin. (foto: al fath 09)

BERITA TERKAIT: AL FATH 09 GOES TO SOLO

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *