“Dare to Speak Out” Karang Taruna Aksara

 “Dare to Speak Out” Karang Taruna Aksara
Karang Taruna AKSARA saat sedang mengikuti Pelatihan Public Speaking di Kantor Sekretariat RW 11, Cilandak Barat, Jakarta. (foto : Ist)

Jayakarta NewsPublic Speaking merupakan bagian dari ketrampilan berbahasa khususnya berbicara. Sebagai sebuah keterampilan tidak akan pernah datang begitu saja kepada pelakunya, akan tetapi butuh sebuah proses.

Universitas Mercu Buana dengan program mata Kuliah Peduli Negeri (KPN) melalui Gilang Prakasa, Novinda Sri Hastuti, Sefliyana Yolanda, Shabira Elfa Bianda, Siti Maulina, Tri Widia Astuti, dan Vivi Kusumastuti yang seluruhnya mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi jurusan Public Relations, Universitas Mercu Buana menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dalam mata kuliah tersebut dengan mengadakan kegiatan One Day Training Public Speaking “Dare To Speak Out” di Karang Taruna AKSARA, Cilandak, Jakarta Selatan.

Vivi Kusumastuti, selaku ketua pelaksana mengatakan pelaksanaan kegiatan KPN ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan public speaking kepada remaja karang taruna AKSARA, dan diharapkan akan meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum pada seluruh anggota karang taruna.

Dikatakan Vivi, berdasarkan survey yang dilakukan team KPN ditemukan gejala bahwa remaja yang tergabung dalam AKSARA memiliki kemampuan public speaking yang rendah. Hampir setiap mengadakan kegiatan yang tampil sebagai pembicara adalah orang yang itu-itu saja, padahal yang lain pun sebenarnya memiliki kemampuan yang sama, hanya saja kurangnya arahan, bimbingan, dan pelatihan bagaimana menjadi seorang public speaker menjadikan mereka enggan tampil, dan lebih memilih diam mendengarkan.

Dikatakan Vivi, Karang Taruna AKSARA memiliki 30 orang anggota yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Karang taruna ini banyak memiliki ide kegiatan, namun sayangnya ide-ide tersebut belum dapat terlaksana karena minimnya kemampuan dan ketrampilan anggota AKSARA dalam berbicara di depan umum.

“Dengan kegiatan One Day Training Public Speaking “Dare To Speak Out” yang kami laksanakan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan public speaking para anggota AKSARA sehingga kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan AKSARA dapat terlaksana,”Ucapnya, minggu, 23/06/2019, di kantor Sekretariat RW 11, kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Sejumlah Mahasiswa Universitas Mercu Buana Program Mata Kuliah Peduli Negeri usai memberikan pelatihan One Day Training Public Speaking di Kantor Sekretariat RW 11, Cilandak Barat, Jakarta. (foto : Ist)

Tri Widia Astuti, salah satu panitia menambahkan bahwa konsep yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini yakni dengan memberikan materi secara bertahap dengan menampilkan narasumber atau pembicara yang dapat dicerna oleh para anggota karang taruna AKSARA dengan tujuan nantinya setiap anggota memiliki ketrampilan berkomunikasi yang baik didepan umum.

Tidak hanya itu, Widi katakan, ketrampilan untuk dapat berbicara di depan forum sangatlah penting. Untuk dapat terampil berbicara di depan umum, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kemampuan ini dapat dimiliki seseorang dengan jalan berlatih dan terus mempraktekkan dalam setiap kegiatan.

“Kita adakan edukasi pelatihan One Day Training Public Speaking “Dare To Speak Out di karang taruna AKSARA dengan tujuan nantinya selain meningkatkan percaya diri dalam berbicara di depan umum, juga diharapkan anggota karang taruna AKSARA dapat menjadi pembicara yang berkualitas,” Ucapnya sebelum acara berlangsung.

Ricky Aswendi, dosen pembimbing Universitas Mercu Buana menyampaikan bahwa untuk dapat berbicara di depan umum itu bisa memposisikan diri agar apa yang ingin disampaikan atau diutarakan dapat keluar tanpa ragu atau gugup.

“Berani, dan percaya diri terlebih dahulu, pada nantinya akan terbiasa dan selanjutnya tentu akan menikmati berbicara didepan umum, tidak malu dan canggung,”Ucapnya, saat memberikan sambutan.

Ricky tambahkan, kegiatan yang diadakan anak-anak mahasiswa Mercu Buana sejauh ini berjalan dengan baik dan bagus. Audience dalam hal ini anak-anak karang taruna sangat menikmati apa yang disuguhkan panitia penyelenggara.

“Anak-anak karang taruna ini pada umumnya memiliki ide, gagasan, daya pikir yang tinggi, namun dalam hal berbicara didepan umum mereka tidak ada yang bisa. Dan kegiatan ini memang atas permintaan anak-anak karang taruna AKSARA,”katanya lagi.

Anggis Dinda Pratiwi, Head of Public Relation YOI, Founder of Pramesvari, selaku pembicara menyampaikan bahwa untuk menjadi seorang pembicara yang harus diperhatikan diantaranya vokal yang harus jelas, gerak tubuh agar tidak kaku atau tegang ketika berada di depan.

“Untuk menghilangkan grogi ketika di atas panggung atau menjadi pembicara yg dilakukan yakni tarik nafas panjang, anggap audience sebagai teman dekat, dan tentunya dibawa santai ketika menyampaikan ke audience,”ucapnya.

Odi Setiawan, Ketua Karang Taruna AKSARA sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan kakak-kakak mahasiswa-mahasiswi Mercu Buana. Odi katakan kegiatan ini membantu temen-temen dalam berbicara di depan umum, membuat teman-teman memiliki kepercayaan diri.

“Jujur, hampir sebagian besar teman-teman karang taruna tidak ada yang berani atau bisa tampil berbicara ketika mengadakan kegiatan. Kedepannya setelah mendapatkan ilmu dari kegiatan ini menjadikan teman-teman semakin berani tampil dan percaya diri dalam berbicara, tidak malu,” ucapnya. (nanang s.)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *