• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Cerita Doni Tentang Tuna, Matoa, dan Mimpi Anak Papua Jadi Presiden

Cerita Doni Tentang Tuna, Matoa, dan Mimpi Anak Papua Jadi Presiden

April 6, 2019
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, October 24, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Cerita Doni Tentang Tuna, Matoa, dan Mimpi Anak Papua Jadi Presiden

by admin
April 6, 2019
in Feature
0
Cerita Doni Tentang Tuna, Matoa, dan Mimpi Anak Papua Jadi Presiden
515
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Kepala BNPB Doni Monardo memegang ikan tuna besar di Kampung Nelayan Hamidi, Papua. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Sejumlah lelaki Papua menabuh tifa, menyambut kedatangan Kepala BNPB, Doni Monardo di kampung nelayan Hamidi, Jayapura – Papua, penghujung Maret 2019. Doni baru saja melakukan serangkaian kunjungan ke bumi Papua, dengan tujuan utama meninjau korban bencana banjir bandang di Sentani.

Kepala BNPB yang satu ini, terbilang orang yang memegang prinsip “sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui”. Sebuah pepatah yang dianggapnya pas untuk menangani persoalan bencana di Indonesia. Berulang kali ia menyebutkan, bahwa salah satu faktor terjadinya bencana adalah “kesalahan manusia”. Dalam bahasa lain ia menyebut, jika manusia tidak menjaga alam, maka alam akan murka. Sebaliknya, jika manusia menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita.

Dalam konteks itu pula, Doni memanfaatkan waktu kunjungan ke Papua dengan serangkaian kunjungan lain. Kampung nelayan Hamidi, adalah salah satunya. Ia merasa besar hati, demi melihat nelayan Hamidi berimpah ikan. Ia pun meyakini, mengonsumsi ikan, jauh lebih baik dibanding ayam atau daging lainnya.

“Catat ucapan saya. Kelak, akan muncul warga Papua yang menjadi Presiden Indonesia. Itu karena mereka sering makan ikan, sehingga otaknya cerdas. Di samping, mereka hidup dalam lingkungan yang bersih,” ujar mantan komandan Paspampres itu.

Ia sudah mendengar kabar, tentang melimpahnya hasil nelayan Hamidi dalam beberapa bulan terakhir, terutama tangkapan ikan tuna. Berkat itu pula, ekonomi masyarakat tumbuh sangat bagus. Langsung-tak-langsung, itu berkat kedisiplinan masyarakat dalam menjaga alam. Mereka tidak lagi menangkap ikan dengan bahan-bahan kimia, bom, dan potasium. Di samping, larangan tegas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terhadap kapal-kapal penangkap asing mengeruk kekayaan laut Indonesia.

Doni bermurah hati, mengajak nelayan Hamidi belajar kepada nelayan Ambon yang sudah mempraktekkan jurus-jurus menangkap dan memproses tuna hingga layak ekspor. Kata Doni, yang menjabat Pangdam Pattimura tahun 2015-2017, kini, nelayan di Ambon tidak perlu melaut jauh dari daratan. Cukup sampai 30 meter dari pantai, mereka sudah bisa menangkap ikan. Dan yang utama mengikuti standar proses untuk ekspor ke luar negeri.

“Beberapa hari lalu saya bahkan mendapat kabar, salah satu prajurit Kodam Pattimura berhasil menangkap ikan kerapu seberat 25 kg. Bayangkan, harga kerapu seratus ribu ker kilogram, jadi hitung saja berapa harga kerapu itu,” kata Doni.

Soal tuna, Doni Monardo agaknya tahu banyak. Ia mendengar informasi di Jepang, pasar tuna sangat bagus. Di sana ada sebuah pasar yang menjual ikan tuna khusus dari Ambon. Tuna-tuna itu diproses dengan baik, lalu diterbangkan ke Tokyo. Di sana, tuna yellowfin sangat diminati. “Dan tuna yellowfin juga banyak di laut Papua,” imbuh Doni seraya menambahkan, “jika nelayan mau menekuni industri tuna, saya yakin dalam waktu singkat nelayan Hamidi akan sejahtera.”

Untuk itu, diperlukan pengetahuan cara menangkap tuna yang baik, memprosesnya dengan benar, hingga layak diekspor ke Jepang. “Untuk tahap awal, barangkali perlu kita kirimkan nelayan Hamidi ke Maluku untuk belajar. Di sana nanti akan difasilitasi teman-teman TNI,” saran Doni penuh simpati.

Kepada warga Hamidi khususnya, dan masyarakat Papua umumya, Doni mengimbau untuk mengurangi makan daging ayam. Terlebih, ayam-ayam potong yang didatangkan ke Papua, umumnya berasal dari Jawa. Itu artinya, tidak fresh. Sementara, ikan berlimpah di Papua. Secara ilmiah, memakan ikan jauh lebih baik dibanding memakan ayam. Ikan mengandung semua protein yang dibutuhkan tubuh manusia, dan lebih dari itu, bisa meningkatkan kecerdasan.

Mengenakan ikat kepala khas Papua serta noken, Kepala BNPB berkunjung ke Kampung Nelayan Hamidi, Papua. (foto: ist)

Masohi dan Matoa

Selain bicara ikan, Doni juga menyinggung kekayaan hayati di tanah Papua. Di bumi cendrawasih ini, tumbuh aneka jenis pohon yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ia menyebut ada meranti, keruing, merbau, dan lain-lain. Bahkan di Papua pula banyak pohon berdiameter lebih dari 1,5 meter.

“Di sini juga ada pohon seperti yang tumbuh di Maluku. Antara lain pohon masoya atau biasa juga disebut masohi. “Mungkin dulu-dulunya, dibawa dari Maluku Tengah,” kata Doni.

Sekalipun Doni meyakini pohon itu berasal dari Maluku, tetapi di Maluku justru sudah mulai langka. Sebaliknya, di Papua sangat banyak. Masyarakat Maluku harus lebih menjaga pohon yang sangat bagus ini. Ia juga mendukung budidaya pohon masohi, karena harga kulitnya yang lebih mahal dari kulit kayu manis.

“Hasil sulingan kulit masohi bisa berharga 600 US dolar atau sekitar sepuluh juta per kilogram. Doni bahkan menyebutkan bagaimana industri penyulingan minyak atsiri yang bahan bakunya didatangkan dari Indonesia Bagian Timur. Satu drum minyak atsiri harganya mencapai 1,8 miliar rupiah. Bayangkan, betapa Papua sangat kaya,” papar Doni antusias.

Seperti halnya gagasan mengirim nelayan Hamidi ke Maluku untuk mengolah tuna, maka Doni pun memiliki ide untuk mengirim anak-anak muda Papua belajar penyulingan ke daerah lain. Jika itu terjadi, Doni yakin, dalam waktu beberapa tahun ke depan, Papua bisa menjadi sentra produksi atsiri terbesar di Indonesia. Selanjutnya, bisa lebih dikembangkan ke komoditi lain seperti cengkeh, pala, sriwangi, nilam, dan lain-lain.

Dari pohon, Doni Monardo berpindah ke buah. Ia menunjuk boah matoa sebagai kekayaan bumi Papua yang sangat potensial untuk dikembangkan. Ketika Doni mengunjungi lereng kawasan Gunung Cycloop di Papua, ia melihat banyak pohon buah matoa. Terpikir olehnya, jika bisa dibudidayakan, maka dalam waktu tujuh sampai delapan tahun ke depan, buah matoa dipastikan akan menjadi hidangan Gedung Putih (Amerika Serikat), Istana Buckingham (Inggris), bahkan menjadi hidangan penutup Kaisar Jepang.

Buah matoa adalah buah langka yang sangat dicari. Ia layak dijuluki buah raja-raja. Rasanya sangat khas, kombinasi buah-buahan tropis sekaligus. “Sayang, saya melihat ada yang salah. Saya dengar untuk memetik buah matoa, tak jarang masyarakat menebang sepohon-pohonnya. Ini sungguh sebuah kesalahan,” ujar Doni prihatin.

Betapa, Kepala BNPB begitu piawai, menggabungkan aktivitas pencegahan bencana melalui ajakan menjaga lingkungan. Bukan menjaga sembarang menjaga, melainkan menjaga dengan melakukan budidaya, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tabik. ***

Laporan Egy Massadiah dari Bumi Cendrawasih

Tags: banjir sentanidoni monardojayakartanewskampung nelayan hamidikepala bnpb
Share206Tweet129
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version