Bojongmanik, Desa Lautan

 Bojongmanik, Desa Lautan

DI ANTARA belasan desa yang terendam banjir di Kabupaten Pandeglang, Banten, Desa Bojongmanik yang terbilang paling parah kondisinya. Desa itu kini terisolir. Hingga kemarin, bantuan perahu karet yang didamba korban banjir, tak kunjung datang.

“Kami beberapa kali mendatangi kepala desa, meminta bantuan perahu karet. Kami sangat mengkhawatirkan kondisi korban banjir, terutama kaum lansia, anak-anak, dan ibu-ibu hamil,” ujar Dodi Nugraha, mewakili warga Bojongmanik.

Sementara, Kepala Desa Bojongmanik, Sukri tak kalah bingung. Bukan saja dirinya juga menjadi korban banjir, tetapi permohonan bantuan ke kecamatan, atau bahkan pihak pemerintah kabupaten tak juga datang. Tidak satu pun petugas dari Badan Penanggulangan Bencana memberi pertolongan. “Memang, kami sadar, bahwa genangannya cukup dalam, ditambah arus airnya pun sangat deras,” ujar Sukri.

Sejauh ini, hanya ada petugas medis yang datang memberi bantuan kesehatan. Mereka berasal dari UPT Kesehatan Kecamatan Sindangresmi. “Kami berterima kasih, tetapi yang sangat kami butuhkan adalah perahu karet untuk mengungsikan korban. Sebab, belum ada tanda-tanda air surut. Apa harus menunggu keadaan makin buruk, baru diperhatikan?” ujar Sukri, prihatin. ***

Digiqole ad

Related post

1 Comment

  • Bagaimana nasib penduduknya sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *