Banjir Jelang Pencoblosan

 Banjir Jelang Pencoblosan

BANJIR yang melanda Pandeglang dan Lebak, Provinsi Banten, menjadi ancaman serius bagi suksesnya gelar Pemilihan Gubernur, 15 Februari 2017 mendatang. Puluhan ribu pemilih, terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Hingga kemarin (12/2), banjir di dua kabupaten itu belumlah reda. Seperti diketahui, bencana banjir di 14 kecamatan di Kabupaten Lebak hampir menenggelamkan 1.561 rumah. Dan banjir serupa di Pandeglang pun merendam tak kurang dari 3.671 rumah yang dihuni 9.611 jiwa/3.671 KK di 13 kecamatan. Puluhan ribu hektare lahan pertanian warga mirip lautan.

Pihak KPU di dua kabupaten tersebut, mengakui sampai kemarin belum ada tanda-tanda akan berdiri sebuah TPS (Tempat Pemungutan Suara). Karena, akses menuju desa-desa yang dilanda banjir, sangat sulit. Jangankan mengirim perlengkapan TPS, bahkan untuk menjangkau desa-desa itu pun sangat sulit.

Ketua KPU Kabupaten Pandeglang Suja’i mengaku  masih mencari solusi atas permasalahan banjir, dan tengah mengupayakan agar masyarakat tidak kehilangan hak pilihnya. “Nanti kita konsultasikan dulu ke KPU Provinsi Banten, apakah pemungutan suara di desa yang masih terendam banjir harus ditunda sampai airnya surut, atau bagaimana,” tuturnya

Hingga kemarin, surat suara masih tersimpan di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Belum ada solusi bagaimana Pilkada di daerah tergenang banjir itu dilaksanakan. ***

Digiqole ad

Related post

1 Comment

  • Pihak terkait harus mewaspdai adanya kecurangan2 dalam pencecoblosan mengingat warga/ masyarakat korban banjir rentan terhadap tekanan oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi yang sedang dialami oleh korban banjir dengan dalih iming – imingin bantuan . dengan konpensai memenang seatu kelompok atau calon. tugas PPK untuk mengawasi dengan jeli di tingkat desa dengan menugaskan relawan relawan pengawas Pilkada di tiap TPS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *