Kolom
Benarkah Telur Dapat Menghisap Penyakit
Gde Mahesa
Berbagai jenis telur memiliki peran penting yang bermakna simbolis dan filofis yang mendalam. Tidak semua jenis telur bisa digunakan, berikut beberapa jenis telur yang sering digunakan sebagai media spiritual maupun dalam ritual keagamaan :
1. Telur ayam sering digunakan dalam ritual dan memiliki makna simbolis yang mendalam. Kuning telur diibaratkan sebagai Antah Karana Sarira (jiwa esensial), sedangkan putih telur sebagai Suksma Sarira (jiwa halus), dan kulit telur sebagai Sthula Sarira (tubuh fisik).
2. Telur angsa memiliki fungsi yang menarik dan mempunyai makna mendalam dalam praktik spiritual. Dalam simboliknya, telur angsa terkait dengan kesuburan, kelahiran baru, dan transformasi.
Telur angsa dianggap dapat melindungi dan membesarkan anak-anaknya seiring dengan beku dan dinginnya lingkungan.
3. Telur reptil seperti tokek dan ular juga digunakan. Masing-masing jenis telur memiliki makna dan penggunaannya sendiri dalam ritual tertentu.
Setiap jenis telur memiliki makna dan penggunaannya sendiri dalam ritual tertentu.
Telur juga memiliki makna filosofis dan simbolis yang tak bisa diabaikan dalam berbagai tradisi dan ritual. Telur memiliki makna simbolis yang mendalam dan erat kaitannya dengan konsep kehidupan dan kesempurnaan persembahan.
Sebutir telur merupakan sesuatu yang sangat menarik, dengan permukaan kulit luarnya yang halus memancarkan keheningan. Lapisan cangkang pada bagian luar, dan putih telur pada bagian dalam yang sekaligus adalah nutrisi inti telur yang akan berkembang menjadi embrio, cukup melindunginya, tetap saja sebutir telur terasa sangat rapuh.
Hal ini seakan-akan menyimbolkan ketidak berdayaan, kerapuhan dan kefanaan kehidupan itu sendiri. Tapi yang paling menakjubkan dari sebutir telur adalah potensi keajaiban hayati yang terkandung didalamnya.
Pesona sebutir telur yang hampir setua peradaban sejarah manusia, melewati batas kultural menembus lingkup spiritual untuk mengungkap misteri penciptaan, bahkan pada akhirnya hingga kosmologi modern.
Saat ayam mau menetas, paruh anak ayam akan memecah kulit telor dari dalam. Ayam yang kuat akan berhasil memecah dan menetas jadi anak ayam yang langsung sanggup berdiri. Tetapi jika kita bantu memecahkan agar ayam bisa keluar, maka hal tersebut akan membuat ayam itu menjadi lemah.
Telur dalam ritual perdukunan
– Telur biasanya digelindingkan di tubuh pasien untuk “mengumpulkan” energi penyakit, stres, atau racun.
– Telur yang telah “terisi” penyakit itu kemudian dikubur, dibakar, atau dibuang di tempat yang aman.
– Trik ini sering dilakukan oknum dukun dengan mengisi telur yang sudah dilubangi dengan jarum, paku, atau silet untuk meyakinkan pasien bahwa mereka berhasil “memindahkan” penyakit dari tubuh mereka ke dalam telur.
Media telur sebenarnya merupakan tipuan bagi orang yang mempergunakan jasa dukun untuk mengusir, melepaskan santet
Dalam persembahan serta perlindungan, telur (terutama telur ayam jantan) digunakan sebagai sesaji untuk roh penjaga atau entitas gaib lainnya demi mendapatkan restu atau perlindungan.
Namun juga telur angsa busuk atau “calang” dipercaya memiliki kekuatan untuk melindungi rumah dari santet atau menjadi pagar gaib.
Makna umum telur dalam sesaji dan tradisi adat:
* Kesuburan dan kehidupan baru: Telur melambangkan potensi dan awal kehidupan, dengan warna merahnya yang melambangkan keberanian serta harapan baru.
* Kebangkitan dan kelahiran kembali: Dalam tradisi kuno seperti di Persia, telur adalah simbol kelahiran kembali kehidupan dan kematian. Makna ini kemudian diadaptasi oleh tradisi Kristen untuk melambangkan kebangkitan Yesus.
* Penyelesaian masalah dan harmoni: Dalam upacara pernikahan adat Jawa, telur diinjak untuk melambangkan kesatuan pemikiran pasangan, harapan cepat mendapatkan keturunan, dijauhkan dari bahaya, serta dapat menyelesaikan masalah secara bersama-sama.
Sebenarnya banyak hal yg bisa digali tentang telur dan bisa menjadi berjilid-jilid.
Tetapiiii…. saya mau sruputtt kopi pahit dulu dan bullll bullll klepussss…..
