Kolom
Berburu Popok Wewe
Gde Mahesa
Nusantara kita ini memang maha kaya, selain hasil bumi, juga kaya akan ilmu kesaktian dan dhedhemit atau mahkluk astral, salah satunya sebut saja mbak Kuntilanak namun mempunyai saingan hantu cewek lain yaitu mbak Wewe Gombel dan jeng Kalong Wewe. Kedua jenis mahkluk tersebut pada dasarnya merupakan jelmaan hantu perempuan yang menurut cerita dikisahkan datang untuk membalas dendam dan mencari anaknya yang hilang.
Konon menurut tutur tinular Wewe Gombel berasal dari Gunung Gombel, dikenal sebagai penculik anak kecil atau balita, biasanya muncul menjelang maghrib.
Sebetulnya hal ini merupakan piweling sanepan, untuk mengingatkan sang ibu anak agar berpikir dan lebih baik lagi untuk menjaga anaknya. Sang wewe ini digambarkan sangat buruk dan njijiki, ia memiliki buah dada yang menjuntai besar dan panjang sampai wudel perutnya.
Sebagian orang beranggapan jika bisa memiliki apa yg dipunyai Wewe Gombel maka akan dapat mendapatkan banyak manfaat, misalkan popok, selendang, kuku, rontokan rambut, dll.
Agar bisa dapat apa biasanya orang akan bersahabat dengan siluman ini. Tapi banyak efek sisi negatifnya terutama yang mempunyai istri, jika Wewe Gombel sudah suka dan cinta, maka ia maunya diperhatikan. Si Mbak Wewe ini, sangat pecemburu, dan akan berakibat pada keluarga tentunya.
Kalao Miss Kalong wewe ceritanya berasal dari binatang asli yakni Kalong atau kelelawar raksasa yang disebutkan sebagai jelmaan bentuk dari pesugihan dengan siluman. Namun kebanyakan orang menganggap keduanya sebelas duabelas, semong sejong, atau sama saja.
Pesugihan untuk mendapatkan kekayaan dengan bantuan makhluk gaib dengan menggunakan Wewe Gombel merupakan salah satu cerita mistis yang dipercaya oleh sebagian masyarakat Jawa Tengah.
Meskipun jika orang manca mendengar ini, hal yang terlintas bukannya takut akan tetapi lucu or ndagel.
Perlu diketahui dan diingat-ingat, bahwa istilah “Popok Wewe” tidak ada hubungannya dengan popok bayi atau produk perlengkapan bayi.
Jadi, keberadaan Wewe Gombel dan cerita tentang “popok Wewe” lebih merupakan mitos dan cerita rakyat yang hidup di masyarakat.
Kalaupun itu cerita, tapi jika penasaran dan ingin mendapat Popok Wewe salah satu lakunya harus menyepi di sebuah cungkup tua dan berani tidur di atas kasur gaib yang berwujud batu lempeng sebagai tempat peraduan sang Wewe Gombel.
“Asalkan berani dikeloni Wewe Gombel, pasti berhasil memperoleh popoknya yang sakti itu.”
Untuk mendapatkan Popok Wewe tiap malam harus tidur dengan makhluk gaib yang mengerikan sambil netek di payudaranya.
Baunya busuk menyengat, karena makhluk itu sendiri dipenuhi belatung dan dikerubuti hewan melata.
Ciri khas Wewe Gombel adalah insomnia alias sulit tidur. Jadi harus pinter menina-bobokkan agar dia pulas dan bisa mencuri popoknya.
Kalau terbangun, maka cilakaklah karena ludah Gombel (kalau menyembur) bisa membakar kulit sehingga akan melepuh ke sekujur tubuh. Dan ini akan sulit disembuhkan.
Jika serius mau berburu popok Wewe, maka harus melakukan proses ritual, dengan selamatan menyembelih ayam putih mulus lengkap dengan ubo rampe dan tumpeng. Kemudian dilanjutkan dengan mandi keramas di tengah malam, sambil mbakar dupa atau menyan agar si dia datang.
Jangan lupa, umumnya ritual gaib, memakai minyak Jakfaron yang asli. Jika yang diharapkan datang tentu saja selanjutnya terserah pelaku, namun kalau saya tetep konsisten sruputtt kopi pahitnya bullll bullll klepussss…..
