Aksi Solidaritas ala Seniman Perantau

 Aksi Solidaritas ala Seniman Perantau
Dengan hiburan campursari, komunitas perantau melakukan aksi penggalangan dana untuk korban bencana alam di Pacitan, Wonogiri, dan Gunung Kidul. Foto: Nanang S

BENCANA alam yang melanda Pacitan, Wonogiri, dan Gunung Kidul beberapa waktu lalu, menggetarkan saraf solidaritas para perantau yang ada di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lain-lain. Aksi galang dana, digelar Selasa (26/12/2017) di Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi. Pemrakarsanya adalah komunitas Seniman Jawa (Senja), Gabungan Putra-putri Rantau (Gapura), Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Ranting Jati Gede, Anak Rantau Pacitan (ARPAT), dan komunitas Lare Pring Kuku.

Acara galang dana menjadi penuh warna dengan hiburan musik campursari yang menghadirkan sejumlah artis top Grup Campursari Senja.  Sambil menikmati alunan musik, mereka dengan suka rela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah dengan cara memasukkan sejumlah uang ke dalam sebuah kotak kardus, yang telah dipersiapkan oleh panitia dengan cara berkeliling.

Ada juga yang menyumbangkan sejumlah dana dengan cara sebelumnya me-request lagu favorit, atau sambar mic dan angkat suara mendendangkan lagu kesukaan, atau sambil berjoget bersama para biduan. Yang menarik, setiap dana masuk, MC akan mengumumkannya secara terbuka, sehingga audiens pun menjadi lebih bersemangat untuk berlomba-lomba menyumbangkan sebagian rezekinya bagi yang membutuhkan.

Keseluruhan dana yang dihimpun sejak pukul 10.00 hingga 17.00 itu nantinya akan disalurkan kepada para korban bencana alam di Pacitan, Wonogiri, dan Gunung Kidul. Seorang audiens asal Pacitan, Suryadi dalam kesempatan itu menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya, atas kepedulian saudara-saudara di perantauan. “Ini kegiatan yang sangat luar biasa. Terima kasih kepada teman-teman Komunitas Gapura, SH Teratai, dan komunitas lain yang begitu antusias berderma,” ujarnya.

Suryadi yang tinggal di Jalan Candi Borobudur, depan Universitas Komunitas Negeri Pacitan yang terkena musibah itu berharap, aktivitas galang solidaritas seperti ini bisa dilestarikan. “Teman-teman yang diprakarsai para seniman, sangat peka dan tanggap bancana,”tambahnya.

Sementara itu, Sumarno, selaku Ketua Panita Penyelenggara, berharap kegiatan ini bisa membantu dulur-dulur (saudara-saudara) yang sedang terkena musibah, khususunya di wilayah Pacitan, Wono Giri, Gunung Kidul dan sekitarnya. Hingga tulisan ini disusun, belum diketahui nominal dana yang terhimpun. ***

Sumarno (Tengah berdiri berpeci hitam), selaku Ketua Panitia, berfoto bersama dengan Sejumlah anggota Komunitas GAPURA. Foto : nanang.S
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *