Ada Zombie di Partai Hanura

 Ada Zombie di Partai Hanura

TAHU kan yang namanya”zombie”? Itu sosok mayat gentayangan yang tak punya otak dan serakahnya naudzubillah. Kerjanya–dilukiskan dalam film–mencari orang hidup untuk memangsa isi kepalanya, otak, supaya punya otak.

Di Partai Hanura ada sosok Zombie, kata Agus Zaini, kader Partai Hanura melukiskan. Selain kader, Agus adalah orang pertama yang merancang visual identity dan mendesain logo Partai Hanura. Dia juga intens mengikuti perjalanan Hanura sehingga hafal betul lika-liku Hanura.

Agus Zaini

Kata Agus, ada kelompok yang menyebut dirinya sebagai Perkumpulan Pendiri Partai Hanura berulah absrud. Mereka mendesak agar masalah keuangan Partai Hanura sepanjang periode kepemimpinan Wiranto diaudit.

Aneh, janggal, gak waras, tututan seperti itu, menurut Agus. Apalagi, ketika mereka mengaku berasal dari Perkumpulan Pendiri Partai Hanura. “Dari mana ceritanya (sejarahnya) ?” tutur Agus.

Soal laporan keuangan Partai Hanura, terang Agus, selama kepemimpinan  Wiranto dilakukan secara sangat terbuka. Transparan dan akuntabel. Bahkan hal itu disampaikan Wiranto dalam arena Munas, baik pada Munas Surabaya 2010 maupun di Munas Surakarta 2014. “Semua laporan keuangan Partai Hanura juga sudah diaudit oleh akuntan publik,” tandas Agus.

Melalui Rakyat Merdeka 25 Juli 2018, kelompok absrud itu membuat satatemen, bahwa bila dalam waktu sebulan ke depan tidak dilakukan audit keuangan oleh kepengurusan kepemimpinan Wiranto selama dua perode, maka mereka akan bawa ke ranah hukum.

Agus Zaini memastikan ada biang di balik aksi ecek-ecek itu dan mengaku-ngaku sebagai pendiri Partai Hanura lalu mendekler apa yang disebut Perkumpulan Pendiri Partai Hanura.

Dari aspek nama saja, yaitu “Perkumpulan Pendiri Partai Hanura” sudah tidak jelas, ungkap Agus. “Apalagi, nama-nama personil yang ada di dalamnya sebagian besar sudah lama tidak eksis di partai, bahkan ada juga yang pindah partai,” jelas Agus.

Dalam catatan Agus, pasca Munas Hanura 2010, orang-orang yang mengaku dari Perkumpulan Pendiri Partai Hanura itu sudah banyak yang tidak aktif di Partai Hanura. Anehnya, sekarang tiba-tiba mereka muncul lagi. “Mereka hidup kembali, kayak zombie yang sudah mati. Tetiba muncul, gentayangan, dan menuntut sesuatu yang jelas-jelas sudah selesai prosesnya,” kata Agus.

Agus Zaini justru merasa kasihan terhadap Oeman Sapa Oedang (OSO) Ketua Partai Hanura yang dinilainya telah dimanfaatkan oleh kader pragmatis yang muncul hanya sekedar ingin mencari keuntungan di saat konflik.

Agus mengatakan, kalau mereka benar-benar pendiri partai harusnya mereka beri hormat kepada Wiranto sebagai Tokoh Utama Pendiri Partai Hanura dan memberikan solusi yang konstruktif. “Bukan malah menyiram bensin ke atas percikan api,” ungkap Agus. (Lestaluhu AAZ)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *