Wico Web Portal Teknologi Berbasis Relationship

 Wico Web Portal Teknologi Berbasis Relationship
Tupa Simanjuntak (kiri) dan Medianto, Alumni BPLP – Poltekpar Medan. Foto: Monang S

WICO (Wonderful Indonesia CO) merupakan web portal, sama halnya seperti online travel agent, hanya saja web portal ini adalah situs web yang menyediakan kemampuan tertentu yang dibuat sedemikian rupa, mencoba menuruti selera para pengunjungnya. Kemampuan web portal yang lebih spesifik menyediakan beberapa informasi yang dapat diakses menggunakan beragam perangkat, misalnya telepon genggam (HP), komputer pribadi dan lainnya.

Web portal saat ini sudah banyak, ada yang luar negeri punya seperti Agoda, Booking.com, Traveloka, kalau yang di Indonesia sendiri ada Pegi-pegi, Hotel Mania, dan lainnya, jadi Wico membuat web portal lebih komplet. Hanya dengan masmuk ke portal ini, traveler dapat memesan kamar hotel, paket-paket tour wisata, booking tiket, juga untuk membeli oleh-oleh khas daerah.

Terlebih lagi Wico ini adalah web portal teknologi berbasis relationship, jadi Wico bisa pastikan bahwa saat memesan kamar hotel misalnya anda akan mendapatkan tarif yang lebih hemat dibandingkan online travel (OT) lainnya.

“Wico baru berjalan dua bulan ini, dan resmi berdiri 14 – Desember 2017 di Kota Batam, dan langsung memiliki kesempatan menjadi officer partner Rapimnas Kadin 2017 di kota Batam, jadi kebutuhan-kebutuhan, akomodasi dan transportasi untuk Rapimnas Kadin pada saat itu bekerjasama dengan Wico,” ujar pendiri Wico, Tupa Simanjuntak beberapa hari lalu melalui telepon genggamnya.

Sementara ini Wico sudah ada di beberapa kota di Indonesia, selain Batam, yakni di Malang, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, dan setiap hari bertambah karena marketing Wico terus bergerak berdasarkan relationship. Jadi wico itu jangan samakan dengan OT lain. Kenapa Wico harus relationship? Karena wico harus menemui partnernya, tidak bisa melalui email atau pun WhattsApp untuk mengimbau hotel-hotel bergabung dengan Wico, tetapi harus bertemu langsung.

Strategi pengembangan Wico, seperti yang sudah didengungkan oleh Kementerian Keuangan bahwa bisnis E-Commerce haruslah berperanan dalam berpenghasilan pajak di Indonesia. Nah, web portal atau online travel luar negeri belum mau untuk mensupport apa yang diimbau pemerintah saat ini, tetapi Wico mencoba membuat bagaimana E-Commerce yang memang lagi giat-giatnya digelar dengan media digitalnya itu, harus bersungbangsih kepada negara. Wico berperanan seperti itu, karena Wico juga menggunakan payment gete way lokal, dimana pembayaran tersebut itu dipantau oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terlebih lagi Wico terlahir murni dari karya anak bangsa, jadi mengharapkan masyarakat juga turut serta menggunakan Wico. Ini jawaban atas kebutuhan traveler yang hendak berwisata, pungkas Tupa, yang merupakan alumni Balai Pendidikan Latihan Pariwisata (BPLP 92) – Poltekpar Medan.

Menurut Tupa Simanjuntak yang merupakan Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) di Kepulauan Riau, sementara ini hotel-hotel yang di bawah koordinasinya di kepulauan Riau mendukung program Wico. Bukan hanya itu, Wico juga banyak berperan dalam CSR khususnya di pariwisata, contohnya mendukung destinasi-destinasi swadaya yang ada di Kepulauan Riau, dengan cara memberikan informasi, membantu mendistribusi kedatangan tamu ke destinasi tersebut, jadi Wico sudah berperan terlebih dahulu, contohnya destinasi di Batam ini ada spot snorkeling di Pulau Abang.

Wico dengan intens mempromosikan Pulau Abang, bahkan mendistribusikan para wisatawan ke objek wisata lain di Pulau Batam. Wico juga memberikan info mengenai Pulau Natuna. Terlebih, hampir di semua titik Pulau Natuna memiliki objek wisata laut yang indah, baik air terjunnya, bukit-bukit sampai ke wisata menyelam. Dalam kaitan itu, Wico bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Pulau Natuna. Dan Wico terus menerima informasi dari masyarakat mengenai wisata swadaya yang ada di Indonesia. ***

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.