• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Tugu Khatulistiwa, Tempat Wisata di Pontianak

Tugu Khatulistiwa, Tempat Wisata di Pontianak

admin by admin
July 29, 2018
in Traveling
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MENGUNJUNGI Pontianak, Kalimantan Barat, rasanya belum sah jika Anda tak menginjakkan kaki di Tugu Khatulistiwa. Ya, Pontianak memang termasuk satu dari 12 kota di dunia yang dilintasi garis khatulistiwa, dan satu-satunya kota yang persis memisahkan belahan bumi bagian utara dan selatan.

Untuk mengunjungi ikon Kota Pontianak ini, sebenarnya cukup mudah, mengingat jaraknya yang tak terlalu jauh dari pusat kota, yakni sekitar 3 km ke arah Kota Mempawah.

Selain transportasi darat, seperti angkutan umum, Anda juga bisa memanfaatkan transportasi sungai yang menyebrangi sungai Kapuas. Transportasi ini menjadi jalur alternatif darat untuk ke arah timur dan utara Kota Pontianak, yaitu menuju Tugu Khatulistiwa.

Penasaran mengunjungi garis lintang nol derajat bumi, saya pun bergegas sejak pagi hari untuk berangkat dari pusat Kota Pontianak.

Melihat suhu di kota tersebut yang cukup panas, sekitar 32-34 derajat celcius saat siang, pagi atau sore hari adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat wisata utama di Pontianak ini.

Begitu sampai di Tugu Khatulistiwa, saya disambut dengan riuhnya puluhan siswa Taman Kanak-kanak yang juga sedang mengadakan kunjungan. Matahari sudah cukup terik saat itu, senang sekali melihat anak-anak tersebut masih semangat belajar mengenai identitas kota mereka yang sangat unik.

Setelah puas berfoto dengan latar belakang megahnya tugu, saya pun memutuskan untuk masuk ke dalam berkeliling melihat berbagai sejarah tentang garis, dan tugu khatulistiwa. Di dalam sana terdapat tugu asli yang berukuran lebih kecil.

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada 1941 dari V.en. V oleh Opsoter Wiese, pada 31 Maret 1928 telah datang sebuah ekspedisi international ke Pontianak yang dipimpin seorang ahli Geographia berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik garis equator di kota tersebut.

Tugu pertama dibangun pada tahun tahun yang sama, berbentuk tonggak dengan tanda panah di atasnya. Pada 1930, tugu tersebut disempurnakan dengan penambahan lingkaran di bagian atas tugu.

Delapan tahun kemudian, penyempurnaan tugu kembali dilakukan dengan menggunakan empat buah kayu berlian (kayu besi khas Kalimantan Barat) dengan tinggi 4,4 meter.

Tahun 1990, dibuatlah kubah dan duplikat tugu berukuran lima kali lebih besar dari aslinya. Kedua tugu ini, baik yang asli maupun monumennya, punya tulisan plat di bawah anak panah yang menunjukkan letak Tugu Khatulistiwa pada garis bujur timur.

Pada 21 September 1991, Monumen Tugu Khatulistiwa diresmikan Gubernur Kalimantan Barat saat itu, yakni Parjoko Suryokusumo. Sekarang, kompleks Tugu Khatulistiwa dilindungi oleh Pasal 26 UU No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

Selain memisahkan belahan bumi bagian utara dan selatan, titik ini juga merupakan lokasi Kulminasi Matahari, yakni titik di mana matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa.

Fenomena alam ini hanya terjadi setiap tanggal 21-23 Maret, dan 21-23 September setiap tahunnya. Di saat inilah, Tugu Khatulistiwa akan padat dikunjungi oleh wisatawan dalam maupun luar negeri.

Ini dikarenakan, sebuah fenomena alam yang unik akan terjadi. Di mana bayangan tugu akan ‘menghilang’ selama beberapa detik meskipun diterpa sinar matahari. Begitu juga dengan bayangan benda-benda lainnya di sekitar Tugu Khatulistiwa.

Pada hari yang dikenal sebagai Hari Kulminasi Matahari ini, biasanya pemerintah kota Pontianak juga akan menggelar berbagai acara budaya untuk meriahkan fenomena alam tersebut.

Bahkan, selama kegiatan berlangsung masyarakat yang mau ke lokasi kegiatan bisa menggunakan kapal pesiar dari Taman Alun-alun Kapuas, sehingga tidak perlu lagi jauh- jauh berkeliling melalui jalur darat.

Setelah puas berkeliling, tujuan selanjutnya adalah menikmati keindahan Sungai Kapuas yang tak jauh dari halaman Tugu Khatulistiwa. Berjalan kaki tak terlalu jauh, saya sudah bisa melihat bibir sungai terpanjang di Indonesia tersebut.

Dengan kapal-kapal yang sedang menepi, birunya langit dan luasnya sungai, tentunya menjadi pemandangan yang tak biasa. Bagaimana, tertarik mengunjunginya? ***

Tags: ikon kota pontianakjayakartanewstugu khatulistiwawisata kalimantan baratwisata pontianakwisata tugu khatulistiwa
Previous Post

Kain Sasirangan, Khas Adat Suku Banjar

Next Post

Konser Judas Priest ‘Kado’ untuk Jokowi

admin

admin

Next Post
Konser Judas Priest ‘Kado’ untuk Jokowi

Konser Judas Priest 'Kado' untuk Jokowi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version