Tenggorokan Hamish Daud Kering Gara-gara Tiru Suara dan Lenguhan Badak

 Tenggorokan Hamish Daud Kering Gara-gara Tiru Suara dan Lenguhan Badak

Aktor Hamish Daud mengisi suara badak sumatera dalam film animasi ‘Riki Rhino’— foto ipik tanoyo

JAYAKARTA NEWS— Aktor tampan dan pegiat lingkungan Hamish Daud   dipercaya oleh sutradara Erwin Budiono untuk mengisi suara badak Sumatera dalam film animasi bertajuk ‘Riki Rhino’. Film produksi Batavia Pictures ini akan tayang di bioskop seluruh RI mulai 27 Februari 2020.

“Saya langsung tertarik ketika diajak menjadi bagian dari film ini. Saya mengisi suara Riki, badak Sumatera bercula dua yang hampir punah populasinya. Film ini sangat menarik dan sesuai dengan interest saya di isyu lingkungan,” urai Hamish Daud yang salah satu pendiri Yayasan Indonesian Ocean Pride.

Ihwal ketertarikannya terlibat dalam film ini, karena penonton akan mendapat pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan. “Sebagai seorang ayah dari seorang anak (hasil pernikahannya dengan penyanyi Raisa), saya juga berharap film ini bisa menjadi salah satu cara bagi para orang tua guna mengenalkan keanekaragaman hayati kepada anak mereka,” beber Hamish.

Ditambahkannya, untuk menularkan kecintaan terhadap lingkungan, yang tepat bukan lewat menggurui orang-orang, melainkan dengan mengubah gaya hidup mereka.

‘Riki Rhino’ merupakan film bergenre drama komedi keluarga. Riki adalah badak Sumatera muda yang kehilangan culanya setelah diambil oleh pemburu mr Jak.

“Untuk mendapatkan kembali cula yang telah dicuri, Riki mulai petualangan seru bersama Beni (bebek). Riki kemudian mendapatkan cula dengan kekuatan tersembunyi yang diperoleh dari hewan yang diselamatkannya. Kekuatan ini membuat Riki mampu melakukan keahlian hewan lain dalam waktu tertentu,” jelas Hamish.

Produser  Batavia Pictures, Lucki Lukman Hakim (sebelumnya membuat 6 film animasi ‘Petualangan Singa Pemberani’) menuturkan bahwa film ‘Riki Rhino’ memilih genre drama komedi keluarga karena kesadaran konservasi harus melibatkan seluruh keluarga dan dimulai dari anak-anak.

“Film ini merupakan produksi anak bangsa dimana seluruh komponen dan prosesnya diketjakan seratus persen di Indonesia. Kami mencoba untuk menghadirkan animasi lokal dengan kualitas gambar dan cerita yang mampu bersaing dengan kualitas animasi Hollywood,” ujar Lucki.

Produser lain, Genesis Timotius menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai riset tentang badak Sumatera di Sumateran Rhino Sanctuary di Way Kambas Lampung guna meneliti dan merekam tingkah laku badak Sumatera. Kenapa di kebun binatang, badak Sumatera terkenal karena bulu- bulunya yang panjang, kok di film enggak ada?

“Kami coba tiru gerak gerik, tatapan matanya sampai makanan badak Sumatera. Kami akui, memang belum persis betul. Namun, Hamish Daud sebagai pengisi suara telah berusaha mengisi suara dan lenguhan badak Sumatera, hingga tenggorokan dia kering,” pungkas Genesis Timotius tersenyum.

Selain Hamish Daud, film ini juga public figure, pemain film dan komika terkenal untuk mengisi suara tokoh-tokohnya, yaitu Ge Pamungkas sebagai bebek Beni), Zack Lee (mr Jak), Aurel Hermansyah, Arsyi Hermansyah, Ridwan Kamil ( Gubernur Jabar ), Cemen, Mo Sidik, Mikhaela Lee dan seabreg artis lain.

Karena di studio harus menirukan suara hewan ( terutama Hamish dan Ge Pamungkas ), maka film ini juga mendapat dukungan dari Larutan Penyegar cap Badak yang memiliki semangat sama dalam hal pelestarian satwa langka dan peningkatan industri kreatif lokal. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *