• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Puntung Rokok, Sampah Kecil yang Diam-Diam Menguasai Pantai Dunia

Puntung Rokok, Sampah Kecil yang Diam-Diam Menguasai Pantai Dunia

May 28, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 26, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Puntung Rokok, Sampah Kecil yang Diam-Diam Menguasai Pantai Dunia

by Redaksi
May 28, 2026
in Kabar
0
Puntung Rokok, Sampah Kecil yang Diam-Diam Menguasai Pantai Dunia
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Saat berbicara tentang sampah di pantai, kebanyakan orang langsung membayangkan botol plastik, kantong kresek, atau bungkus makanan berserakan di pasir. Namun, ada satu jenis sampah yang sering luput dari perhatian karena ukurannya kecil, padahal jumlahnya sangat besar dan dampaknya serius bagi lingkungan laut: puntung rokok.

Temuan tersebut terungkap dalam penelitian internasional yang telah dipublikasikan di jurnal One Earth berjudul Food and Beverage Plastics Dominate Global Shorelines: A Harmonized Rank-Based Assessment of Usage Types to Guide Interventions. Penelitian yang melibatkan Profesor Riset BRIN bidang mikroplastik, Muhammad Reza Cordova, itu menganalisis lebih dari 5.300 survei sampah pantai di 112 negara. Hasilnya menunjukkan bahwa sampah dari sektor makanan-minuman, kantong plastik, dan puntung rokok menjadi jenis sampah yang paling mendominasi garis pantai dunia.

Dikutip dari Laman BRIN, Rabu (27/5/2026), puntung rokok bahkan tercatat masuk dalam tiga besar jenis sampah pantai di 38 persen negara yang diteliti. Fakta ini menunjukkan bahwa sampah rokok bukan lagi persoalan kecil yang bisa dianggap sepele, melainkan ancaman nyata bagi lingkungan laut dunia.

Muhammad Reza Cordova menjelaskan bahwa banyak masyarakat belum menyadari bahwa filter rokok sebenarnya terbuat dari plastik jenis selulosa asetat yang sangat sulit terurai di alam. Karena ukurannya kecil, puntung rokok sering dianggap akan hilang dengan sendirinya. Padahal, material tersebut dapat bertahan sangat lama di lingkungan dan perlahan berubah menjadi mikroplastik.

“Puntung rokok memang kecil, tetapi jumlahnya sangat besar dan menjadi sumber mikroplastik di lingkungan pesisir. Filter rokok tersusun dari serat plastik selulosa asetat yang sulit terurai secara alami,” ujar Reza Cordova.

Ia menjelaskan, puntung rokok yang dibuang sembarangan di jalan, selokan, sungai, maupun kawasan pantai pada akhirnya akan terbawa aliran air menuju laut. Sesampainya di lingkungan pesisir, filter rokok perlahan hancur akibat paparan sinar matahari, ombak, dan gesekan pasir hingga berubah menjadi partikel mikroplastik berukuran sangat kecil.

Masalahnya bukan hanya soal plastik. Puntung rokok juga mengandung berbagai zat kimia berbahaya hasil pembakaran tembakau, seperti nikotin, arsenik, timbal, hingga logam berat lainnya. Saat terendam air laut, zat-zat tersebut dapat larut dan mencemari lingkungan perairan.

Bagi biota laut, kondisi ini tentu berbahaya. Organisme kecil seperti plankton, kerang, dan ikan muda dapat terpapar racun maupun partikel mikroplastik dari puntung rokok. Dalam jangka panjang, mikroplastik tersebut berpotensi masuk ke rantai makanan dan akhirnya dikonsumsi manusia melalui seafood.

Penelitian global itu juga menunjukkan bahwa pola pencemaran pantai di berbagai negara ternyata memiliki kemiripan. Produk sekali pakai menjadi penyumbang terbesar sampah laut, terutama kemasan makanan, tutup botol, botol plastik, kantong plastik, dan puntung rokok. Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup praktis dan konsumsi produk sekali pakai menjadi faktor utama meningkatnya pencemaran pesisir.

Menurut Reza Cordova, kondisi tersebut juga terlihat di Indonesia. “Studi ini menunjukkan bahwa pola sampah plastik di Indonesia ternyata serupa dengan banyak negara maju, didominasi kemasan makanan dan minuman sekali pakai. Temuan ini menegaskan bahwa solusi pencemaran plastik tidak cukup hanya melalui pengelolaan sampah, tetapi juga membutuhkan pengurangan konsumsi plastik sekali pakai dan perubahan sistem produksi kemasan,” ujarnya.

Di kawasan wisata pantai, puntung rokok menjadi salah satu sampah yang paling sulit dibersihkan. Ukurannya kecil membuat sampah ini mudah tersembunyi di sela pasir dan sering terlewat saat proses pembersihan pantai. Akibatnya, puntung rokok terus menumpuk dari waktu ke waktu.

Ironisnya, banyak orang masih memiliki kebiasaan membuang puntung rokok langsung ke pasir atau laut setelah selesai merokok. Sebagian menganggap puntung rokok hanyalah sisa kecil yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Padahal, jika dilakukan oleh ribuan orang setiap hari, dampaknya menjadi sangat besar.

Menurut Reza Cordova, penanganan sampah rokok tidak cukup hanya dengan aksi bersih pantai. Upaya yang lebih penting adalah mengurangi sampah dari sumbernya melalui perubahan perilaku masyarakat.

“Pembersihan pantai memang penting, tetapi solusi utamanya adalah perubahan perilaku dan pengurangan sampah dari sumbernya. Puntung rokok perlu dipandang sebagai limbah plastik sekali pakai yang memiliki dampak serius terhadap lingkungan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa temuan penelitian ini juga memperkuat pentingnya kebijakan dari sisi hulu. “Temuan ini memperkuat pentingnya kebijakan hulu seperti pengurangan plastik sekali pakai, sistem guna ulang atau reuse, dan extended producer responsibility atau EPR, selain peningkatan sistem pengelolaan sampah,” katanya.

Ia menilai edukasi publik menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa puntung rokok bukan sekadar sampah biasa. Kampanye lingkungan selama ini sering fokus pada botol plastik atau sedotan, sementara sampah rokok masih jarang mendapat perhatian besar.

Padahal secara jumlah, puntung rokok termasuk salah satu sampah yang paling banyak ditemukan di kawasan pesisir dunia. Dalam penelitian tersebut, sampah rokok bahkan memiliki tingkat kemunculan yang sangat tinggi di kawasan pesisir Eropa dan Mediterania.

Indonesia sendiri menghadapi tantangan besar terkait persoalan ini. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang sangat panjang dan jumlah penduduk besar, potensi masuknya sampah rokok ke laut juga sangat tinggi. Aktivitas wisata pesisir, kawasan padat penduduk, hingga kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi faktor yang memperparah kondisi tersebut.

Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pengelola wisata, komunitas lingkungan, dan masyarakat untuk mengurangi pencemaran dari puntung rokok. Penyediaan tempat khusus pembuangan puntung rokok di kawasan publik, edukasi lingkungan, hingga aturan kebersihan pantai dapat menjadi langkah awal yang efektif.

Selain itu, masyarakat juga bisa memulai dari langkah sederhana, seperti membawa wadah puntung rokok sendiri dan memastikan sampah dibuang ke tempat yang benar. Kesadaran kecil semacam ini dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama.

Penelitian internasional tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap laut tidak selalu berasal dari sampah besar yang terlihat jelas. Benda kecil seperti puntung rokok justru menjadi salah satu sumber pencemaran paling masif yang tersebar hampir di seluruh pantai dunia.

Jika terus diabaikan, puntung rokok akan mempercepat akumulasi mikroplastik di laut dan memperburuk kesehatan ekosistem pesisir. Pada akhirnya, dampak tersebut akan kembali kepada manusia melalui rusaknya lingkungan laut, menurunnya kualitas perikanan, hingga ancaman kesehatan jangka panjang.

Laut bukan tempat sampah, apalagi asbak raksasa. Puntung rokok yang dibuang sembarangan hari ini bisa menjadi mikroplastik yang mencemari laut selama bertahun-tahun. Karena itu, menjaga pantai tetap bersih bisa dimulai dari tindakan sederhana: tidak membuang puntung rokok sembarangan.***/mel

Tags: jayakartanewsPuntung Rokok
Share196Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version