Kenangan Indah Teh Tubruk Kaleng Blirik

 Kenangan Indah Teh Tubruk Kaleng Blirik

KISAH Kopi Klotok, Yogyakarta sudah begitu banyak ditulis. Benar, inilah salah satu tujuan kuliner favorit. Letaknya yang berada di ketinggian Jalan Kaliurang Km 16, Pakem, membuat suasananya lumayan sejuk. Ditambah, jika langit cerah, kita bisa memandang ke utara, ke pucuk Gunung Merapi yang terkenal dengan “wedus gembel”-nya.

Keunikan lain dari Warung Kopi Klotok adalah lokasi yang di tengah sawah. Bangunan joglo limasan, lengkap dengan teras, ruang tengah, dan dapur, itu, selalu penuh pengunjung. Jika jam makan tiba, pengunjung bahkan rela duduk di dekat tungku dapur sambil makan dan menyeruput kopi. Tidak sedikit yang rela makan sambil berdiri. Sebagian lain, memilih keluar rumah dan makan di pematang sawah.

Prinsip dagangnya sederhana: Makan-minum sepuasnya, bayar kemudian. Belasan pelayan yang hilir mudik mengantar pesanan, tidak mencatatnya di kertas order. Untuk urusan menu makanan, tersedia di satu meja besar. Aneka sayur lodeh, sayur asem, gorengan, lauk, sambal plus nasi putih tersedia di atas meje besar. Ambil piring, ciduk nasi, dan pilih lauk sesuka hati. Untuk minuman, panggil pelayan dan sebutkan di mana Anda duduk. Termasuk, di mana Anda berdiri (jika tidak kebagian tempat duduk). Singkat kata, semua menu yang tersaji, sayur maupun lauk, nilai 8 untuk range 1 – 10.

Nah, kopi klotok, brand warung itu, memang yahud. Kopi tubruk dengan taste sedikit berlemak, kiranya berasal dari proses sangrai kopi campur irisan kelapa tua. Lebih nikmat jika diseruput sambil nyemil pisang goreng kepok yang seporsi isi dua. Ingat, Warung Kopi Klotok tidak menerima pesanan bungkus, alias take away.

Di luar itu semua, ternyata ada satu minuman khas teh tubruk yang tidak kalah nikmatnya. Teh yang disajikan dalam gelas kaleng blirik hijau, mengingatkan kita pada tempat minum jadul. Tanpa campuran gula, teh itu beraroma wangi dengan rasa sepet yang nikmat.

Standar penyajian, terdapat satu potong gula batu, dan satu potong gula merah. Ketika gula batu dimasukkan ke dalam cangkir, lalu diaduk, rasa manisnya legit. Sejurus kemudian, masukkan sepotong gula merah ke dalamnya, dan aduk, rasa manis itu menjadi tiada tara. Manis-legit-gurih… terbayang kan? Pendeknya, more than nasgitel…. panas-legi-kenthel…..

Itulah, salah satu jenis minuman khas Warung Kopi Klotok, Yogyakarta. Teh tubruk dalam cangkir kaleng blirik hijau, dengan paduan manis gula batu dan gula merah. Kesan rasa, akan melekat kuat. Bukan di lidah, tetapi di sudut kenangan indah. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *