Putra Aceh Barat akan Presentasi pada IPEC 2021 Malaysia

 Putra Aceh Barat akan Presentasi pada IPEC 2021 Malaysia

Dosen dan Ketua IBT di Universitas Teuku Umar, Said Achmad Kabiru Rafiie (foto:istimewa)

JAYAKARTA NEWS – Dosen Universitas Teuku Umar, Said Achmad Kabiru Rafiie akan menjadi presenter pada International Palm Oil Economic Colloquium (IPEC) yang diselegarakan oleh Lembaga Minyak Sawit Malaysia (Malaysian Palm Oil Board) pada 11 November 2021.

Dalam konferensi International ini, Saya akan menyampaikan dua makalah yang pertama, makalah pertama berkaitan dengan evaluasi kebijakan program replanting (penanaman Kembali) sawit rakyat yang pohonya sudah tidak produktif lagi serta kelanjutan program sertifikat ISPO bagi petani sawit.

Saat mengikuti Short course di Maastricht School of management , belanda di 2016, saya telah mengangkat isu keberlanjutan kelapa sawit Indonesia.

Indonesia merupakan produser minyak kelapa sawit terbesar di dunia 41,18 juta ton (2020) dan Sebagian besar diexpor kemanca negara 37,3 juta ton.

Oleh karenanya, keberlanjutan industri kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh tata Kelola dan penerapan sertifikasi yang memastikan perkebunan dikelola secara berkelanjutan termasuk perkebunan rakyat.

Program peremajaan sawit rakyat (PSR) bentuk komitmen Presiden Joko Widodo dalam membantu petani kecil guna mendapatkan manfaat dari industri kelapa sawit yang telah ada di Indonesia sejak 1911.

Dalam penelitian di kabupaten Aceh Barat, beberapa catatan seperti masih kurangnya sosialisasi kepada petani sawit mengenai program replanting, masalah kelembagaan koperasi dimana masyarakat juga perlu dididik untuk memahami kelembagaan koperasi, masalah legalitas lahan, hingga masalah masa tunggu dari masa replanting ke masa panen. Program replanting ini didukung pendanaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit sebesar 30 juta per-hektarnya.

Sedangkan makalah yg kedua untuk memastikan sawit rakyat kompetitif yang mencapai 3 juta orang dan dapat memenuhi persyaratan buyer pasar expor, pemerintah mendorong petani sawit untuk ikut sertifikasi ISPO atau Indonesia Sustainable Palm Oil. (*/Mons)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *