Kolom
Dari Sukabumi Menembus Pasar Global: Cara Baru Meretas Peluang Kerja Luar Negeri
JAYAKARTA NEWS— Pernahkah Anda membayangkan Sukabumi bukan sekadar kota transit menuju pantai Palabuhanratu, melainkan sebuah laboratorium besar tempat anak-anak muda menempa diri untuk menaklukkan pasar kerja di Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa?
Gagasan itu bukan lagi sekadar impian di atas kertas. Di sudut Jalan Prana, Kota Sukabumi—tepatnya di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PASIM—sebuah langkah besar baru saja dimulai.
Menjawab Tantangan Realitas Lapangan Kerja
Mari melihat data sebentar. Di balik ramahnya Kota Sukabumi, ada tantangan nyata yang harus dihadapi. Data BPS 2026 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kota ini menyentuh angka 8,19 persen—sekitar 29 ribu orang belum memiliki pekerjaan tetap. Angka ini berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat.
Di sisi lain, ada fenomena menarik di tingkat global. Negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan tengah menghadapi krisis populasi menua (aging population). Mereka membutuhkan tenaga kerja terampil dalam jumlah besar di sektor konstruksi, hospitality, manufaktur, hingga pertanian.
Sayangnya, dari sekitar 300 ribu lowongan kerja luar negeri yang terbuka, Indonesia baru bisa mengisi seperempatnya. Penyebab utamanya sederhana namun krusial: kendala bahasa dan sertifikasi kompetensi.
Gap inilah yang coba dijembatani secara konkret.
Bukan Sekadar Job Fair Biasa
Suasana di Pusdiklat PASIM pada Senin (27/07) terasa berbeda. Melalui gelaran Pasim International Job Fair 2026, lebih dari 5.000 peluang kerja internasional dihadirkan langsung lewat 30 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) terkemuka.
Namun, yang membuat perhelatan ini istimewa adalah pendekatan ekosistemnya. Tidak sekadar menyodorkan berkas lamaran lalu pulang, para pencari kerja diajak menyiapkan diri secara menyeluruh:
Inovasi Tes Psikotes Berbasis AI: Membantu pencari kerja memetakan potensi dan kesiapan mental secara presisi.
Integrasi Pendidikan Vokasi: Lewat peresmian program SMK PASIM Go Internasional, kurikulum sekolah langsung diselaraskan dengan kebutuhan industri dunia.
Dukungan Akses Finansial: Kolaborasi dengan perbankan nasional (seperti Bank BJB, BNI, hingga Bank Mega Syariah) menghadirkan skema Pembiayaan KUR Pekerja Migran agar masalah biaya tak lagi jadi batu sandungan.
“Jika Palabuhanratu sangat terkenal dengan keindahan pantainya, maka Kota Sukabumi harus dikenal dengan keunggulan LPK-nya. Lembaga pelatihan inilah yang menjadi ikon baru Sukabumi dalam melahirkan SDM berkelas dunia,” ujar Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Hayat.
Misi Besar Meraih Pasar Dunia
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, yang hadir meresmikan acara tersebut menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan pengiriman 500.000 pekerja migran terampil (medium-high skill) secara bertahap hingga 2029.
Perubahan paradigma ini penting: pekerja migran tak lagi dipandang sekadar tenaga kerja kasar, melainkan profesional terampil yang dibekali sertifikasi legal, aman, dan bermartabat.
Pelatihan terstruktur di daerah seperti Sukabumi kini menjadi pintu masuk utama. Anak-anak muda Indonesia tak perlu bingung lagi harus mulai dari mana. Dari Sukabumi, langkah mereka kini disiapkan untuk menggenggam dunia. (*/di)
