Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang Ditanggung Pemerintah

 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang Ditanggung Pemerintah

Salah satu rumah rusak yang nantinya diperbaiki oleh Pemerintah (foto: istimewa)

JAYAKARTA NEWS – Banjir Bandang yang bergulung-gulung dari atas kemudian menerjang apa saja yang ada di kawasan bawah mengejutkan masyarakat di Kota Batu.

Begitu besarnya luapan banjir bercampur lumpur itu banyak bangunan, jembatan dan fasilitas lain rusak kena terjangan banjir tersebut.

Tak kurang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama rombongan langsung terjun kelapangan untuk melihat langsung dan memberikan perintah-perintah kepada stafnya.

Dalam pada itu pemerintah daerah bergotong royong dengan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah Batu segera melakukan langkah cepat agar kawasan yang terkena terjangan banjir bisa segera pulih.

Kemudian untuk rumah rusak akibat terjangan banjir bandang di Kota Batu, Kamis (4/11) lalu, rencananya bakal diperbaiki oleh pemerintah. Adapun penentuan rumah rusak yang diperbaiki nantinya berdasarkan kajian cepat yang saat ini sedang dilakukan.

Komandan Tim Pelaksanaan Sistem Komando Penanganan Bencana Banjir Bandang Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, kajian itu sekaligus menentukan biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah yang rusak.

“Pada saat rapat evaluasi disepakati kebutuhan pokok (sembako) sudah terpenuhi. Sedangkan bantuan yang dibutuhkan sekarang obat-obatan dan bahan material seperti semen. Untuk itu kami masih komunikasikan dengan tim,” jelas Punjul saat memberikan keterangan pers di Pos Pusdalops BPBD Batu, Minggu (7/11).

Berdasarkan data yang diperoleh BPBD Kota Batu, terdapat 35 rumah  rusak akibat banjir bandang. Tapi kepastiannya menunggu survei dan kajian cepat.

Lebih lanjut Punjul mengatakan, pemkot memiliki pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran tersebut bisa digunakan untuk membantu warga terdampak banjir bandang.

Namun sebelumnya Pemkot Batu sudah mengirim surat ke Kementerian Sosial dan Gubernur Jawa Timur. Isi suratnya mengajukan bantuan anggaran perbaikan rumah korban.

Jika mendapat bantuan yang diajukan maka Pemkot Batu tak menggunakan BTT untuk  bantuan bangunan.

“Jika tidak ada yang memberikan (bantuan) sama sekali maka BTT akan kami gunakan,” terang  Wakil Wali Kota Batu ini.

Dijelaskannya sembari mengajukan bantuan perbaiki rumah, para pejabat di tingkat desa hingga kecamatan siapkan tempat relokasi sementara bagi warga yang saat ini rumahnya berada di bantaran sungai.

Sehingga jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, maka warga yang rumahnya di dekat sungai langsung dievakuasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Agung Sedayu memaparkan telah menurunkan tim gabungan melakukan pemantauan. Tim gabungan itu terdiri dari 32 orang yang bertugas melakukan susur sungai menggunakan drone.

Tujuannya memetakan kondisi hulu sungai. Hasil pantauan akan menjadi bahan utama untuk dibahas tim dalam rapat pembahasan rekomendasi teknis.

“Hasil pengumpulan data dua hari ini akan kami laporkan. Sementara ini, ada potensi terjadinya bendungan alam akibat longosoran dari tebing berupa tanah dan kayu-kayuan, besok hari akan kembali dilakukan,” ujarnya.

Punjul menambahkan Pemkot Batu berencana melakukan sejumlah upaya identifikasi hingga penanaman bibit pohon di sungai. “Akan dilakukan susur sungai untuk langkah awal identifikasi rawan bencana di beberapa bantaran aliran sungai. Jika diputuskan, gubernur berkenan hadir untuk susur sungai sekaligus melakukan penghijauan,” kata Punjul.

Ia menyatakan dalam rencana agenda susur sungai itu, akan dilakukan di sejumlah titik hulu sungai hingga sepanjang bantaran sungai. Opsi lainnya akan dilakukan pantauan udara dengan drone di titik lain untuk mengefektifkan identifikasi.

Menurutnya ditargetkan setiap susur sungai dan pantauan udara dilakukan setidaknya sejauh 10 kilometer dalam sehari. Setelah diidentifikasi, akan melibatkan ASN Kota Batuk melakukan reboisasi di sejumlah titik yang ditentukan.

Di sisi lain Pemkot Batu akan mengharuskan petani yang selama ini budidaya tanaman hortikultura di sekitar sungai untuk menanam tanaman tegakan atau tanaman buah berkayu sekaligus sebagai penahan erosi. Bibit tanaman disediakan Pemkot Batu

“Untuk bibit akan disediakan Pemkot Batu dalam upaya reboisasi. Akan kita kaji untuk kesesuaian tanaman di lahan-lahan rawan seperti yang memiliki kemiringan,” imbuh Punjul. (poedji)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *