Pertama di Indonesia, Universitas Pancasila Sandingkan 6 Rumah Ibadah di Kampus

 Pertama di Indonesia, Universitas Pancasila Sandingkan 6 Rumah Ibadah di Kampus

Enam rumah ibadah (satu masjid dan lima rumah ibadah yang baru selesai dibangun), akan diresmikan Wapres Ma’ruf Amin, besok (5/1/2022) di Kampus Universitas Pancasila, Jakarta. (foto: sergius m)

JAYAKARTA NEWS – Universitas Pancasila (UP), Jakarta telah membuat langkah besar. Langkah yang akan tercatata dalam sejarah bangsa dan negara sebagai perguruan tinggi pertama yang menghadirkan secara nyata pelaksanaan toleransi dalam keberagaman di dalam kampus.

Sudah 76 tahun Indonesia merdeka, baru kali ini sebuah kampus memiliki enam rumah ibadah dari agama-agama besar yang saling berdampingan dalam satu kompleks. Sebuah ide besar yang pernah dicanangkan dwi tungggal, Soekarno-Hatta, namun tidak berhasil terwujud.

Menurut rencana, Wakil Presiden, K.H. Ma’ruf Amin akan meresmikan penggunaan lima rumah ibadah, Gereja Protestan, Gereja Katolik, Vihara, Pura dan Kelenteng, Rabu, 5 Januari 2022. Kelima rumah ibadah ini melengkapi Masjid yang sudah sejak 2018 dimiliki Kampus Universitas Pancasila yang beralamat di Jl. Raya Lenteng Agung 56-80, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan ini.

Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila yang diresmikan 4 Oktober 2018. (foto: sergius m)

Masjid AT-TAQWA dengan luas bangunan 855 m2 dibangun selama dua tahun dan menghabiskan dana Rp. 11,6 miliar ini diresmikan pada 4 Oktober 2018. Peresmian masjid UP dihadiri Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.

Dari sekitar 4.500 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Nusantara, baru Universitas Pancasila yang telah memiliki enam rumah ibadah dari agama-agama yang diakui resmi. Segera menyusul Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta akan menyusul dengan mencontoh Universitas Pancasila. Kehadiran rumah-rumah ibadah yang saling berdampaingan di kampus ini akan memungkinkan bertumbuh kembangnya sikap saling menghormati, empati dan toleran dalam perbedaan keyakinan dan iman.

Rumah ibadah umat Kristen dan Katholik.

Menurut Ketua Pelaksana Pembangunan 5 Rumah Ibadah di Kampus Universitas Pancasila, Dr Apt Novi Yanti, MSi, menghadirkan rumah-rumah ibadah seluruh agama di Indonesia berdampingan dalam kompleks di Kampus ini selaras dengan misi yang diemban Universitas Pancasila. Yakni, memberikan peranan positif dalam pengembangan ilmu dan teknlogi serta pengembangan masyarakat ber-Pancasila seperti yang dicita-citakan dalam pembukaan UUD 1945. Hal ini yang melatarbelakangi Siswono Yudho Husodo menginisiasi pembangunan ke-6 rumah ibadah berdampingan dalam kampus di Srengseng Sawah ini.

Lebih lanjut Doktor Farmasi yang menjabat Wakil Rektor II (Membidangi Administrasi Umum dan Keuangan) Universitas Pancasila ini mengemukakan bahwa banyak pihak telah berjasa membantu proses pembangunan ke-5 rumah ibadah ini sehingga dapat selesai dalam waktu yang relatif singkat. Kendati dunia dilanda Virus Covid 19, pembangunan rumah ibadah dengan total bangunnan mencapai 766 m2 itu selesai dikerjakan dalam waktu kurang dari 11 bulan. Pembangun rumah-rumah ibadah ini dimulai sejak 1 Februari 2021 dan selesai awal Desember 2021.

Menurut Novi, total dana yang digunakan untuk membangun ke-6 rumah ibadah ini mencapai Rp 17 miliar. Dana diperoleh dari donasi Universitas Pancasila, Yayasan Pendidikan dan Pembina dan juga perusahaan dan perorangan. “Bahkan pembangunan fisik dan interior Klenteng seluas 100 m2 ini suluruhnya disumbang oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia,” tandas Novi Yanti.

Pura dan Kelenteng di komplek kampus Universitas Pancasila. (foto: sergius m)
Peresmian Vihara Dhamma Sasana, Universitas Pancasila. (ist)

Areal Kampus Universitas Pancasila di Lenteng Agung itu mencapai 12 hektare dan areal yang digunakan untuk ke-6 rumah ibadah tersebut mencapai 2.355 m2. Dengan rincian, 1.223 m2 untuk masjid dan 1.132 m2 untuk lima rumh ibadah lain. Diharapkan mahasiswa yang berjumlah hampir 15.000 orang dan civitas akademis lainnya dapat menggunakan sarana ibadah ini dengan sebaik-baiknya.

Harapan Novi tentu saja menjadi harapan kita semua. Ditambahkan, pembangunan rumah ibadah ini tidak berhenti sampai di sini. Sebab, yang terberat adalah memelihara dan mejaga kerukunan dan toleransi umat beragama. Ia berharap, kehadiran 6 (enam) tempat ibadah dalam satu komplek kampus, bisa menjadi sarana dan prasarana menumbuh-kembangkan sikap nyata dalam kehidupan untuk bersosialisasi, saling pengertian, menghargai dan berbelarasa serta berbagi. (sergius mitakda)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.