Pemprov Jatim Berikan Bonus 500 Juta Kepada Lifter Eko Yuli Irawan

 Pemprov Jatim Berikan Bonus 500 Juta Kepada Lifter Eko Yuli Irawan

Tampak dalam gambar Khofifah menyerahkan bonus kepada Eko sebesar 500 juta rupiah(foto: poedji)

JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur menjadikan Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk bangkit dari pandemi Covid-19. Caranya dengan saling menguatkan semangat bangkit, gotong royong dan solidaritas antar sesama.

“Dalam peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI tahun ini, kita masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada berbagai lini kehidupan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk menumbuhkan ketangguhan itu. Sikap mental untuk bangkit dari tekanan, beradaptasi dengan keadaan, hingga mampu melewati situasi sulit ini bersama-sama,” kata Khofifah usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (17/8).

Menurutnya, sepanjang sejarah negeri ini, setiap tantangan dan kesulitan yang dihadapi selalu mampu diatasi karena perjuangan yang pantang menyerah. Dalam keterpurukan dan kesulitan pun, Bangsa Indonesia selalu bangkit dan mengatasinya karena ketangguhan yang dimiliki.

“Jika kita bisa melewati ini semua maka ini akan membuat kita lebih besar dan lebih hebat sebagai bangsa. Ini adalah momen kita naik kelas sebagai bangsa, momen kita bertumbuh untuk menjadi lebih besar, lebih hebat. Bila Covid-19 ini bisa terkendali maka selaras dengan tema Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh, maka akan terwujud Jatim Tangguh, Jatim Tumbuh,” terangnya.

Di sela-sela upacara peringatan HUT ke-76 RI ada momen special. Gubernur Khofifah bersama Wagub Emil berkesempatan menyerahkan penghargaan secara langsung kepada atlet angkat besi (lifter) Eko Yuli Irawan (32).
Ikut menyaksikan penyerahan penghargaan tersebut jajaran Forkompinda Jatim yakni Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, Kajati Jatim Mohammad Dofir, Gubernur AAL Mayjen TNI (MAR) Nur Alamsyah, Wadan KODIKLATAL Mayjen TNI (MAR) Lukman dan Plh. Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono. 

Mewakili Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil memberikan bonus senilai Rp. 500.000.000 kepada Eko Yuli Irawan karena telah meraih medali perak di Olimpiade Tokyo 2020. Eko Yuli Irawan merupakan lifter asal Jatim dan tergabung dalam Puslatda Jatim. 
Selain itu, Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan berupa Lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas. Penghargaan tersebut layak diberikan kepada pria kelahiran 24 Juli 1989 itu sebagai Atlet Jatim yang telah berprestasi membawa harum nama bangsa Indonesia dan Jawa Timur. 

Terkait penghargaan tersebut, Gubernur Khofifah mengatakan, penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas dan hadiah uang tunai Rp. 500 juta tersebut merupakan bentuk apresiasi dari Pemprov Jatim. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk rasa syukur, bangga, dan terimakasih atas raihan prestasi Eko Yuli yang tidak hanya mengharumkan Indonesia tapi juga Jatim.

Dirinya berharap, penghargaan ini sekaligus menjadi pemacu semangat dan motivasi bagi atlet-atlet asal Jatim lainnya.

“Pemprov Jatim memberi apresiasi bagi Eko yang kebetulan atlet Jatim dan Puslatda nya juga di Jatim karena berhasil menyumbangkan medali perak cabor angkat besi,” ujar Khofifah. 

Setelah memberikan bonus dan penghargaan, Gubernur Khofifah sempat mendapat kabar bahwa bonus yang diterima Eko Yuli Irawan hendak ditabung untuk buka usaha. 
“Rencananya, bonus untuk Eko akan ditabung atau dibuat untuk usaha,” ucapnya. 

Setelah mendapat penghargaan dan ucapan selamat dari orang nomor satu di Jatim, Eko Yuli Irawan mengungkapkan perasaan bangga serta terima kasih. 
“Sangat luar biasa dan bangga mendapat penghargaan serta apresiasi secara langsung dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta jajarannya,” tuturnya. 

Tentu, lanjut Eko-sapaan akrabnya, apresiasi semacam ini bisa memicu semangat teman-teman yang lain untuk bisa berprestasi lebih tinggi lagi.

“Pemerintah tidak mengabaikan prestasi atlet, melainkan memberi penghargaan setinggi-tingginya bagi atlet berprestasi,” imbuhnya. 
Adapun saat mengikuti Olimpiade Tokyo saat pandemi, Eko menambahkan hal utama yang harus dipersiapkan adalah para atlet dituntut untuk menjaga kesehatan dan keselamatan.

“Alhamdulillah, ketika kondisi pandemi, bisa mempersembahkan medali perak untuk Indonesia,” ungkapnya. 

Adapun Tema Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI Tahun 2021 ini adalah ‘Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh’. Dalam upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Grahadi ini, bertindak sebagai Komandan Upacara yakni Letkol Pasukan Y. Made Suarsono yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Komando 464 Paskhas Wing II.

Selanjutnya, pembaca Naskah Proklamasi yakni Ketua DPRD Provinsi Jatim, Kusnadi. Kemudian untuk Paskibraka yang bertugas sebagai pembawa baki yakni Fany Natalia Hariyono dari SMAN 3 Nganjuk. Sedangkan petugas pengibar bendera yakni Muhammad Bahtiar Kurniawan dari SMAN 1 Tuban, Vanessa Diva Valensia dari SMAN 1 Lawang, dan Nandirza Izal Adiara dari SMAN 3 Sidoarjo.

Sebagai informasi, yang mewakili Jatim sebagai Paskibraka Nasional di Istana Negara tahun ini yakni Anggita Larasati Suhartiwi dari SMAN 4 Kota Pasuruan dan Hafizd Habibullah dari SMA Muhammadiyah 1 Pandaan Kab. Pasuruan. 

Pelaksanaan upacara kali ini dilakukan melalui serangkaian protokol kesehatan ketat. Mulai jumlah pasukan, peserta dan undangan upacara yang dibatasi. Serta melakukan swab antigen di lokasi sebelum upacara dimulai dan telah melakukan vaksin Covid-19 minimal dosis pertama. (poedji)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *