• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Nasir al-Din al-Tusi: Sang Polimatik Agung dari Dunia Islam

Nasir al-Din al-Tusi: Sang Polimatik Agung dari Dunia Islam

March 15, 2025
Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

October 30, 2026
Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

October 30, 2026
Conggo Meliala: Alumni Karo Bandung EMAKA BAN Siap Berkolaborasi Demi Kemajuan Karo

Conggo Meliala: Alumni Karo Bandung EMAKA BAN Siap Berkolaborasi Demi Kemajuan Karo

October 30, 2026
Kasus Penyalahgunaan Beras SPHP: BULOG Nonaktifkan 6 Karyawannya dan Bentuk Satgas Khusus

Kasus Penyalahgunaan Beras SPHP: BULOG Nonaktifkan 6 Karyawannya dan Bentuk Satgas Khusus

October 30, 2026
PPAD Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan dan Pengabdian Purnawirawan TNI AD

Kiki Syahnakri Urai Sejarah PPAD, Organisasi Purnawirawan TNI AD yang Lahir Pascareformasi 1998

October 29, 2026
PPAD Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan dan Pengabdian Purnawirawan TNI AD

PPAD Tegaskan Komitmen pada Kesejahteraan dan Pengabdian Purnawirawan TNI AD

October 29, 2026
Update Pembunuhan Sadis di Madiun! Terungkap Ibu-Anak Dimutilasi dan Dibakar

Update Pembunuhan Sadis di Madiun! Terungkap Ibu-Anak Dimutilasi dan Dibakar

October 29, 2026
Garin Nugroho Sebut TIFF 2026 Bagian Penting dalam Karirnya

Garin Nugroho Sebut TIFF 2026 Bagian Penting dalam Karirnya

October 29, 2026
Geger! 600 Ton Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Ngamuk: Ini Berpotensi Ganggu Tata Niaga Beras

Geger! 600 Ton Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Ngamuk: Ini Berpotensi Ganggu Tata Niaga Beras

October 28, 2026
Dirut BULOG: Pengadaan Setara Beras Hasil Panen Dalam Negeri Capai 87 Persen dari Target 4 Juta Ton

Dirut Ahmad Rizal Ramdhani: BULOG Siap Jadi Penyangga Jagung Nasional

October 28, 2026
Soasialisasi SMK Go Global! Target CPMI 300 Ribu Lulusan SMK dan 200 Ribu Peserta Umum

Soasialisasi SMK Go Global! Target CPMI 300 Ribu Lulusan SMK dan 200 Ribu Peserta Umum

October 28, 2026
Tim Dirresnarkoba Polda Kalteng Gerebek Kampung Puntun, 6 Orang dan 56 Paket Narkoba Diamankan

Tim Dirresnarkoba Polda Kalteng Gerebek Kampung Puntun, 6 Orang dan 56 Paket Narkoba Diamankan

October 28, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 30, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Nasir al-Din al-Tusi: Sang Polimatik Agung dari Dunia Islam

by admin
March 15, 2025
in Kolom
0
Nasir al-Din al-Tusi: Sang Polimatik Agung dari Dunia Islam
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Pada suatu pagi di tahun 1201 Masehi, di sebuah kota kecil bernama Tus di wilayah Khurasan (sekarang bagian dari Iran), lahirlah seorang bayi laki-laki yang kelak akan dikenal sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah Islam. Muhammad ibn Muhammad ibn al-Hasan al-Tusi, yang kemudian dikenal dengan nama Nasir al-Din al-Tusi, tumbuh dalam lingkungan keluarga terpelajar pada masa keemasan ilmu pengetahuan Islam. Tidak ada yang bisa menduga bahwa anak ini kelak akan menjadi salah satu polimatik paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia, dengan kontribusi luar biasa di berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Masa Kecil dan Pendidikan

Al-Tusi lahir dari keluarga Syiah Dua Belas Imam yang terhormat dan terpelajar. Ayahnya, seorang ahli fikih (hukum Islam), menjadi guru pertamanya, menanamkan kecintaan pada ilmu pengetahuan sejak dini. Pendidikan formal al-Tusi dimulai dengan mempelajari Al-Qur’an, hadits, dan dasar-dasar agama Islam. Namun, bakat intelektualnya yang luar biasa segera terlihat ketika ia mulai menunjukkan ketertarikan mendalam pada matematika, astronomi, dan filsafat.

Pada masa remajanya, al-Tusi belajar di Nishapur, sebuah pusat ilmu pengetahuan terkemuka pada masa itu. Di sana, ia berguru pada beberapa ilmuwan dan filsuf terkenal, termasuk Farid al-Din al-Attar, seorang sufi dan penyair terkenal. Ia juga mendalami karya-karya Ibn Sina (Avicenna), al-Farabi, dan filsuf Yunani seperti Aristoteles. Pendidikan komprehensifnya mencakup matematika, logika, fisika, kedokteran, astronomi, dan teologi.

Masa pendidikan al-Tusi bertepatan dengan periode yang bergejolak dalam sejarah dunia Islam. Invasi Mongolia yang dipimpin oleh Genghis Khan mulai mengancam stabilitas wilayah tersebut. Meskipun demikian, al-Tusi tetap fokus pada studinya, mengembangkan keahlian dalam berbagai disiplin ilmu yang kelak akan mengantarkannya menjadi ilmuwan terkemuka pada zamannya.

Di Bawah Kekuasaan Ismailiyah

Ketika al-Tusi berusia sekitar 30 tahun, ia mendapat perhatian dari penguasa Ismailiyah di wilayah Alamut. Ismailiyah adalah sebuah sekte Syiah yang menguasai rangkaian benteng di pegunungan Elburz di Iran utara. Pemimpin mereka, Nasir al-Din Abd al-Rahim, tertarik pada kecerdasan dan pengetahuan al-Tusi, dan mengundangnya untuk bergabung dengan istananya.

Ada beberapa pendapat berbeda tentang bagaimana al-Tusi berakhir di Alamut. Beberapa sumber menyatakan bahwa ia pergi secara sukarela, tertarik pada perpustakaan dan fasilitas ilmiah yang ditawarkan. Sumber lain menyebutkan bahwa ia dipaksa atau ditipu untuk bergabung. Terlepas dari bagaimana ia sampai di sana, fakta bahwa al-Tusi menghabiskan sekitar dua puluh tahun (1232-1256) di Alamut, dimana ia menghasilkan beberapa karya penting.

Selama masa ini, meskipun mungkin tidak sepenuhnya dengan keinginannya sendiri, al-Tusi menyelesaikan beberapa karya monumentalnya. Ia menulis “Tahrir al-Majisti” (Redaksi Almagest), sebuah komentar dan revisi terhadap karya astronomi klasik Ptolemeus. Ia juga menyusun “Akhlaq-i-Nasiri” (Etika Nasirean), sebuah risalah penting tentang filsafat etika yang masih dipelajari hingga saat ini. Selain itu, ia mengembangkan trigonometri sebagai disiplin matematika yang terpisah dari astronomi, dan menulis beberapa risalah penting tentang logika, metafisika, dan ilmu alam.

Pengabdian pada Hulagu Khan dan Observatorium Maragha

Takdir al-Tusi berubah drastis pada tahun 1256 ketika pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan, cucu Genghis Khan, menyerbu dan menghancurkan benteng-benteng Ismailiyah. Alamut jatuh, dan al-Tusi beralih melayani penguasa Mongol baru. Keputusan ini menimbulkan kontroversi dan beberapa sejarawan kemudian menuduhnya berkhianat, meskipun dalam konteks historis, pilihan al-Tusi sangat terbatas dan ia mungkin berusaha menyelamatkan nyawanya serta melindungi warisan intelektual dunia Islam.

Yang mengejutkan, alih-alih menghadapi hukuman, al-Tusi justru dihormati oleh Hulagu Khan. Penguasa Mongol itu, meskipun terkenal karena kekejamannya dalam perang, memiliki penghargaan terhadap ilmu pengetahuan. Ia menunjuk al-Tusi sebagai penasihat astronomi dan menteri, posisi yang memungkinkan ilmuwan Muslim ini untuk melanjutkan penelitiannya dengan dukungan kerajaan.

Prestasi terbesar al-Tusi selama masa ini adalah pembangunan observatorium Maragha pada tahun 1259, yang berlokasi di Azerbaijan sekarang. Dengan dukungan penuh dari Hulagu Khan, al-Tusi merancang dan mengawasi pembangunan apa yang dianggap sebagai observatorium paling canggih pada masanya. Observatorium ini dilengkapi dengan berbagai instrumen astronomi yang dirancang dengan presisi tinggi, termasuk kuadran berdiameter 4 meter yang memungkinkan pengamatan langit dengan akurasi yang belum pernah ada sebelumnya.

Observatorium Maragha menjadi pusat penelitian ilmiah terkemuka, menarik para ilmuwan dari seluruh dunia. Al-Tusi mengumpulkan sekitar 100 ilmuwan untuk bekerja di sana, termasuk ahli astronomi, matematikawan, dan filsuf dari berbagai latar belakang budaya dan agama. Kolaborasi ini menghasilkan tabel astronomi yang dikenal sebagai “Zij-i Ilkhani”, sebuah katalog bintang dan planet yang jauh lebih akurat daripada yang ada sebelumnya.

Warisan Intelektual

Kontribusi intelektual al-Tusi begitu luas dan dalam sehingga sulit untuk merangkumnya secara komprehensif. Namun, beberapa pencapaian utamanya patut mendapat perhatian khusus:

Astronomi

Al-Tusi adalah pelopor dalam mengembangkan model astronomi yang menantang teori geosentris Ptolemeus. Ia mengembangkan apa yang dikenal sebagai “pasangan Tusi,” sebuah perangkat matematika yang menjelaskan bagaimana gerakan linier dapat dihasilkan dari kombinasi gerakan melingkar. Konsep ini kemudian digunakan oleh Copernicus dalam model heliosentrisnya, menunjukkan pengaruh langsung al-Tusi terhadap revolusi astronomi di Eropa.

Melalui observatorium Maragha, al-Tusi melakukan pengamatan sistematis yang menghasilkan katalog bintang yang sangat akurat. Ia memperbaiki perhitungan presesi ekuinoks (pergeseran bertahap titik ekuinoks sepanjang ekliptika) dan memperbaiki model bulan dan planet. Karyanya “Zij-i Ilkhani” menjadi rujukan astronomi selama berabad-abad.

Matematika

Dalam matematika, al-Tusi secara revolusioner mengembangkan trigonometri sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri, terpisah dari astronomi. Bukunya, “Kitab al-Shakl al-Qatta” (Buku tentang Sektor Lengkap), berisi pengembangan sistematis trigonometri bidang dan bola. Ia merumuskan hukum sinus dan serangkaian identitas trigonometri yang menjadi dasar trigonometri modern.

Al-Tusi juga memberikan kontribusi penting untuk geometri non-Euclidean. Ia berusaha membuktikan postulat paralel Euclid dan, meskipun tidak berhasil (yang memang tidak mungkin), pendekatannya membuka jalan bagi pengembangan geometri non-Euclidean beberapa abad kemudian.

Filsafat dan Etika

“Akhlaq-i-Nasiri” (Etika Nasirean) karya al-Tusi menjadi salah satu risalah etika paling berpengaruh dalam dunia Islam. Buku ini menggabungkan etika Aristotelian dengan pemikiran Islam dan tradisi intelektual Persia. Al-Tusi membahas etika individual, manajemen rumah tangga, dan politik, menggambarkan bagaimana individu dapat mencapai kebahagiaan melalui kultivasi kebajikan.

Ia juga menulis tentang logika, metafisika, dan teologi, berusaha mendamaikan rasionalisme filosofis dengan doktrin agama. Karyanya mencerminkan sintesis kreatif pemikiran Yunani, Persia, dan Islam yang menjadi ciri intelektualisme Islam klasik.

Ilmu-ilmu Lain

Selain bidang-bidang utama di atas, al-Tusi juga memberikan kontribusi untuk mineralogi, geografi, kedokteran, dan bahkan musik. Ia menulis risalah tentang sifat-sifat mineral, membuat peta geografis yang akurat, membahas prinsip-prinsip pengobatan, dan menganalisis teori musik matematika.

Tahun-tahun Terakhir dan Warisan

Al-Tusi terus bekerja di observatorium Maragha hingga akhir hayatnya. Ia meninggal pada 26 Juni 1274 di Baghdad, meninggalkan warisan intelektual yang luar biasa. Jasadnya dimakamkan di Masjid Kadhimiya, sebuah tempat suci Syiah di Baghdad.

Warisan al-Tusi tetap hidup jauh melampaui masanya. Karyanya diterjemahkan ke berbagai bahasa dan mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam dan kemudian di Eropa. Pendekatan matematis dan astronomisnya membuka jalan bagi revolusi ilmiah di Eropa. Beberapa sejarawan sains modern berpendapat bahwa model astronomi Copernicus menunjukkan pengaruh langsung dari karya al-Tusi, menunjukkan kontinuitas dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang melampaui batas-batas budaya dan agama.

Observatorium Maragha, meskipun tidak bertahan lama setelah kematiannya, menjadi model bagi observatorium-observatorium yang dibangun kemudian, termasuk observatorium terkenal Ulugh Beg di Samarkand. Tradisi astronomi yang dipelihara dan dikembangkan oleh al-Tusi mempengaruhi perkembangan astronomi di Persia, Tiongkok, dan kemudian di Eropa.

Relevansi Kontemporer

Dalam konteks kontemporer, al-Tusi tetap menjadi simbol penting pencapaian intelektual dalam peradaban Islam. Ia mewakili tradisi rasionalisme dan empirisme yang telah menjadi bagian integral dari peradaban Islam sejak abad pertengahan. Karyanya menunjukkan bahwa agama dan sains dapat hidup berdampingan dan bahkan saling memperkaya, sebuah pesan yang tetap relevan dalam diskusi kontemporer tentang hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.

Keberhasilan al-Tusi dalam bekerja di bawah patronase yang berbeda – dari penguasa Ismailiyah hingga Mongol – juga menyoroti peran penting dukungan institusional dan politik dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Observatorium Maragha menjadi contoh awal dari lembaga penelitian yang didanai oleh negara, sebuah model yang tetap penting dalam organisasi ilmu pengetahuan modern.

Catatan Akhir

Nasir al-Din al-Tusi menonjol sebagai salah satu intelektual paling cemerlang dalam sejarah peradaban Islam. Sebagai ilmuwan, filsuf, dan administrator, ia berhasil menjembatani dunia pengetahuan dan dunia politik, menggunakan posisinya untuk memajukan ilmu pengetahuan di tengah-tengah masa yang bergejolak secara politik.

Kisah hidup al-Tusi juga mencerminkan kompleksitas sejarah intelektual abad pertengahan. Ia hidup pada masa ketika dunia Islam menghadapi salah satu tantangan terbesar dalam sejarahnya – invasi Mongol. Namun, alih-alih menyebabkan kehancuran total, pertemuan ini, sebagian berkat peran mediasi intelektual seperti al-Tusi, menghasilkan sintesis budaya baru dan lembaga ilmiah yang inovatif.

Warisan al-Tusi mengingatkan kita bahwa sejarah ilmu pengetahuan tidak berkembang dalam garis lurus dari Yunani kuno ke Eropa Renaisans, tetapi melalui jaringan kompleks pertukaran lintas budaya di mana para ilmuwan Muslim memainkan peran kunci. Karya-karyanya, yang menggabungkan dan mengembangkan elemen dari tradisi Yunani, Persia, dan Islam, mencerminkan kosmopolitanisme intelektual yang menjadi ciri peradaban Islam klasik.

Ketika kita mempelajari sejarah ilmu pengetahuan global, sosok seperti Nasir al-Din al-Tusi menjadi pengingat penting bahwa pencarian pengetahuan melampaui batas-batas budaya, agama, dan politik. Dalam figur al-Tusi, kita melihat perpaduan sempurna antara iman dan akal, tradisi dan inovasi, warisan masa lalu dan visi masa depan – sebuah model yang tetap menginspirasi hingga saat ini. (Heri)

Tags: jayakartanewsNasir al-Din al-Tusi
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

October 30, 2026
Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

October 30, 2026
Conggo Meliala: Alumni Karo Bandung EMAKA BAN Siap Berkolaborasi Demi Kemajuan Karo

Conggo Meliala: Alumni Karo Bandung EMAKA BAN Siap Berkolaborasi Demi Kemajuan Karo

October 30, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version