Menko PMK : Inovasi dan Libatkan Publik, Agar Rasakan Pilar Sosial Budaya ASEAN

 Menko PMK : Inovasi dan Libatkan Publik, Agar Rasakan Pilar Sosial Budaya ASEAN

Menko PMK memberi keynote speech pada Forum Konsultasi Nasional Pilar Sosial Budaya ASEAN Indonesia, di Harris Vertu Hotel Jakarta, (11/11). (Kemenko PMK)

JAYAKARTA NEWS – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemahaman masyarakat tentang program-program Pilar Sosial Budaya ASEAN masih sangat terbatas.

“Kebanyakan orang mungkin mengenal apa itu ASEAN, namun sangat sedikit yang mengetahui program-program Pilar Sosial Budaya ASEAN,” ujarnya saat memberi keynote speech pada kegiatan Forum Konsultasi Nasional Pilar Sosial Budaya ASEAN Indonesia, di Harris Vertu Hotel Jakarta, (11/11).

Menko menegaskan, tantangan inilah yang harus diperhatikan untuk membuat Pilar Sosial Budaya ASEAN lebih nyata dan terasa keberadaan serta manfaatnya bagi masyarakat. Hal ini menjadi agenda penting yang perlu diperhatikan oleh Indonesia sebagai Ketua ASEAN di tahun 2023.

 “Kita harus terus membuat inovasi strategi untuk meningkatkan kesadaran atas Pilar Sosial Budaya ASEAN. Salah satu strategi kuncinya adalah dengan memperluas jangkauan dan keterlibatan publik, agar masyarakat semakin memahami dan merasakan manfaat dari Pilar Sosial Budaya ASEAN,” ucap Muhadjir.

Pada Pilar Sosial Budaya, Menko PMK menyampaikan bahwa saat ini pemerintah telah mengidentifikasi setidaknya enam isu prioritas, yaitu kesehatan, perlindungan pekerja migran, perubahan iklim, pendidikan, penanggulangan bencana, dan pembangunan pedesaan. Pembahasan isu prioritas ini akan terus berlanjut untuk mengakomodasi agenda penting lain, khususnya yang bersifat lintas sektoral, seperti masalah dampak jangka panjang pandemi terhadap pendidikan serta perlindungan hak pendidikan anak pekerja migran yang berada di daerah Asia Tenggara. Untuk memeriahkan Keketuaan ASEAN 2023, berbagai kegiatan di bidang sosial budaya juga direncanakan untuk digelar sepanjang tahun.

Muhadjir berharap, Forum ini dapat mengumpulkan berbagai usulan dan rekomendasi untuk memasyarakatkan Pilar Sosial Budaya ASEAN, serta mempersiapkan Keketuaan Indonesia pada ASEAN 2023 di bidang sosial budaya.

“Saya berharap ada gagasan yang konkret, teragendakan dan terjadwal secara real serta mudah dieksekusi untuk setahun kedepan. Mudah-mudahan melalui forum hari ini, kita menghasilkan serangkaian rekomendasi untuk Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023,” tutupnya.

Forum Komunikasi Nasional Pilar Sosial ASEAN merupakan forum yang melibatkan Pusat Studi ASEAN dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia untuk membahas isu-isu ASEAN di bidang sosial budaya, serta mempersiapkan keketuaan Pilar Sosial Budaya ASEAN 2023. Setidaknya perwakilan dari 21 perguruan tinggi Indonesia dan 11 kementerian/Lembaga pengampu badan sektoral Pilar Sosial Budaya ASEAN berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Setelah dibuka oleh Menko PMK, kegiatan dimulai dengan panel diskusi utama yang mengangkat tema “Bringing ASCC Closer to the People”. Panel ini diisi oleh pembicara dari berbagai sektor, yaitu Direktur Human Development Directorate (HDD), Sekretariat ASEAN; Perwakilan Indonesia untuk ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children (ACWC); Resident Director Friedrich-Ebert-Stiftung Indonesia, Direktur Pusat Studi ASEAN UGM, serta pendiri Belantara Budaya Indonesia.

Forum dilanjutkan dengan sesi panel pembahasan deliverables Pilar Sosial Budaya ASEAN pada Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023. Hadir sebagai pembicara dalam panel ini adalah Deputi Bidang Kesetaraan Gender, KemenPPPA, Kepala Biro Kerja Sama, Kemenaker, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, KLHK, Sekretaris Deputi Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora, serta pejabat perwakilan dari Kemenkes, Kemendes PDTT, dan BNPB.***/uli

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.