Pemimpin Perempuan Kepala Keluarga dari 27 Provinsi di Indonesia Menyatukan Kekuatan Perempuan Akar Rumput

 Pemimpin Perempuan Kepala Keluarga dari 27 Provinsi di Indonesia Menyatukan Kekuatan Perempuan Akar Rumput

foto: humas PEKKA

JAYAKARTA NEWS— Sekitar 600 pemimpin perempuan kepala keluarga dari 27 provinsi di Indonesia menghadiri Forum Nasional (Fornas) bertema “Saatnya Berkolaborasi, untuk Bangsa yang Sejahtera dan Berkeadilan” di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 7-11 November 2022.berkumpul di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Mereka berasal dari empat organisasi komunitas PEKKA, yakni, Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Federasi Serikat PEKKA Indonesia, Akademi Paradigta Indonesia, Koperasi Induk PEKKA Nusantara. Selain empat organisasi ini, hadir juga tokoh masyarakat dan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan organisasi non pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Kamala Chandrakirana, Ketua Pembina Yayasan PEKKA mengajak komunitas PEKKA melakukan refleksi gerakan perempuan kepala keluarga terhadap konteks global yang berkembang. Diawali kesadaran bahwa dunia telah dan sedang terus berubah secara mendasar, gerakan perempuan kepala keluarga harus memikirkan apa dampak dari tindakan dan kepemimpinannya untuk dunia, karena dunia adalah tanggung jawab kita semua.

Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengubah sistem ekonomi yang ekstraktif menjadi sistem ekonomi yang regeneratif melalui gerakan-gerakan keadilan iklim, solidaritas ekonomi-manifesto saling merawat, dan keadilan reproduksi perempuan. Karena itu gerakan PEKKA harus menjawab tantangan perubahan dunia dengan melakukan kolaborasi.

Berdasarkan refleksi di atas, keempat organisasi komunitas gerakan perempuan kepala keluarga melakukan Deklarasi Kolaborasi Gerakan PEKKA untuk Bangsa yang Sejahtera dan Berkeadilan. Deklarasi tersebut mengapresiasi upaya dan kerja keras pengorganisasian dan pemberdayaan PEKKA selama 22 tahun, memahami keragaman sebagai kekuatan strategis, menyadari perubahan dunia yang semakin cepat dan dinamis, menyadari untuk mempersiapkan diri menjawab tantangan perubahan dunia, dan meyakini perubahan sistemik dapat dicapai dengan membangun kolaborasi yang setara, saling memelihara dan merawat yang dilandasi rasa keadilan.

Komunitas Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) yang menjadi garda terdepan organisasi gerakan PEKKA, sejak tahun 2002 telah mengorganisir diri  kedalam kelompok kepentingan PEKKA yang hingga awal tahun 2021 ada  2.146 dengan jumlah komunitas lebih dari 80.000 perempuan kepala keluarga, di 1.069 desa,  298 kecamatan, dan 81 kabupaten/kota di 20 provinsi. 

Mewujudkan cita-cita menjadi bagian penting dalam membangun Indonesia sebagai negara demokrasi, kelompok kepentingan PEKKA kemudian membentuk Serikat PEKKA di tingkat kabupaten/kota, dan kemudian menghimpun diri menjadi Federasi Serikat Pekka di tingkat Nasional.  Federasi Serikat PEKKA aktif dalam kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, politik dan kebudayaan dalam masyarakat.

Tumbuh, berkembang dan bertahan lebih dari 20 tahun, merupakan satu pencapaian yang patut dibanggakan dan disyukuri bagi sebuah organisasi seperti Yayasan PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga). ***/pr

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.