Mencoblos di Dinginnya Cuaca Ukraina

 Mencoblos di Dinginnya Cuaca Ukraina
Dubes RI, Prof Dr Yuddy Chrisnandi, SH, ME dan istri, Velly Elvira memberikan suaranya di TPSLN 1 Kyiv, Ukraina. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Pemungutan suara bagi WNI di Ukraina memang tak seheboh kasus yang baru-baru ini hangat di Malaysia. Meski begitu, bukan berarti tak kalah seru. Pencoblosan di Ukraina yang berlangsung di TPSLN 1 Kyiv, Sabtu 13 April 2019 seru karena berlangsung di bawah cuaca dingin, sekitar 6 derajat Celcius. Tampak puluhan warga Indonesia yang bermukim di Kyiv, ibukota Ukraina ini, melakukan pencoblosan dengan tertib. Pemungutan suara dilakukan di halaman Wisma Duta di Jl Klinicheska no. 11 Kyiv.

Seorang WNI usah mencoblos. (ist)

WNI di Ukraina memang tidak banyak. Menurut Gatot Amrih Dhemirin, Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kyiv, jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT di wilayah Kyiv sebanyak 35 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 27 orang terdaftar sebagai pemilih di luar kota termasuk di Georgia dan Armenia yang menggunakan hak pilih melalui metode pos. Demikian informasi dari Ukraina sebagaimana dilaporkan Gatot Amrih via telepon kepada Egy Massadiah, anggota Komunitas Indonesia Ukraina pada Sabtu 13 April pukul 15.00 waktu Ukraina.

Dubes RI Kyiv, Dr. Yuddy Chrisnandi, SH, ME yang hari itu juga turut mencoblos bersama Velly Elvira, sang istri, mengaku terharu, bahwa pelaksanaan pemilu di wilayah akreditasinya berjalan lancar. Dubes Yuddy bersyukur, meski jumlah WNI di wilayahnya tidak banyak namun mereka dapat menyalurkan hak pilihnya. Menurut Dubes Yuddy, yang terpenting setiap warga di Ukraina dapat merasakan terjamin dan terlindunginya hak pilih mereka. Hal ini sudah dipesankan Dubes Yuddy kepada PPLN saat mengambilan sumpah petugas PPLN Kyiv di Kedutaan Besar.

Usai mencoblos, masyarakat Indonesia di Ukraina melakukan silaturahmi, sambil menyaksikan tari-tarian dan menyantap santapan khas Indonesiai. (ist)

Menurut Baskara Pradipta, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Kyiv yang memimpin pelaksanaan pemungutan suara di TPS ini, warga Indonesia tetap datang silih berganti, bahkan ada yang datang serentak bersama keluaga ke lokasi TPS, meski cuaca hari ini berkisar antara 6 – 8 Celcius. Cuaca yang terbilang dingin untuk ukuran musim semi di Ukraina. Yang menggembirakan, warga datang tidak hanya sekadar mencoblos lalu pulang, tetapi sekaligus menggunakan kesempatan ini untuk saling bersilaturahmi serhingga benar-benar terasa seperti pertemuan warga, pesta demokrasi warga Indonesia di Ukraina.

Dari sejak TPS dibuka pukul 08.00 waktu setempat hingga 15.00, tingkat kehadiran pemilih yang sudah menyalurkan hak pilihnya mencapai 80%. Pihak KPPSLN meyakini, bahwa sampai ditutupnya TPS pada pukul 18.00 waktu setempat, tingkat kehadiran pemilih kan mencapai lebih dari 90%. Sementara itu, penghitungan suara akan dilakukan serentak sesuai waktu pemungutan suara di Indonesia pada tanggal 17 April 2018. (*/rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *