“Kurang Aktivitas Fisik” Penyebab Kematian Terbanyak

 “Kurang Aktivitas Fisik” Penyebab Kematian Terbanyak
Dr Asjikin Iman Hidayat Dachlan MHA, paling kiri, Bambang Iryanto (nomor dua dari kiri) selaku Senior Brand Manager Nutrive Benecol, dan Ilkka Ojansivu (paling kanan).

DATA valid dari Badan Kesehatan Dunia, WHO menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari adalah 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. “Gaya hidup sedentari atau kurangnya aktivitas fisik, merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler, diabetes dan kanker. Data global menunjukkan bahwa 1 dari 4 orang dewasa tidak cukup aktif dan 4 dari 5 remaja, tidak cukup aktif. Sementara olahraga terbukti mampu mengendalikan berat badan, tekanan darah, meredakan peradangan, meningkatkan kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan dan meningkatkan HDL (high-density lipoprotein),” seperti diterangkan Ilkka Ojansivu selaku Business Manager in Multiple Asian Countries dari Raisio Principal Benecol Finlandia terkait penyelenggaraan seminar “Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol bersama Nutrive Benecol” di The Hall, Senayan City, Jakarta Selatan hari Sabtu (21/10/2017).

Ditambahkannya, jika gaya hidup sedentari diikuti dengan pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol, maka gaya hidup ini berisiko menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Keterlibatan dana khusus melalui instansi pemerintahan, bantuan para pihak produsen kesehatan serta dukungan media pemberitaan yang terus aktif mendukung edukasi program deteksi dini kolesterol tinggi dan risiko penyakit jantung koroner, mengenal pola makan dan porsi makan sehat serta aktif berolahraga terbukti membuat warga masyarakat di Finlandia mampu terkurangi risiko jantung koroner dengan demikian baiknya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Asjikin Iman Hidayat Dachlan MHA di kesempatan serupa, mengatakan promosi preventif terhadap penyakit jantung bukan saja dilakukan pemerintah dan stakeholders, demi usaha memberikan edukasi kepada publik agar mengetahui penyakit jantung disebabkan oleh apa saja.

“Pendidikan, informasi dan komunikasi dibutuhkan supaya segenap masyarakat menyadari risiko penyskit jantung yang disebabkan oleh perubahan gaya hidup, kurangnya aktivitas bergerak, serta minimnya mengonsumsi buah dan sayur,” tambahnya.

Kemenkes mensosialisasikan tiga promosi preventif berupa Germas (Gerakan Masyarakat Sehat), Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS PK) dan CERDIK (cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, kelola stres) untuk bisa mencakup seluruh komponen masyarakat mendeteksi dini kondisi kesehatan jantung supaya tidak bergantung besar kecilnya jumlah anggaran melalui Kemenkes. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *