• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

WHO: Indonesia telah Belajar Banyak dari Pandemi Covid-19

WHO: Indonesia telah Belajar Banyak dari Pandemi Covid-19

admin by admin
November 15, 2022
in Kabar, Kesehatan
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Pandemi Covid-19 yang mengguncang ketahanan global diakui oleh Senior Adviser Direktur Kesehatan Dunia (WHO), Bruce Aylward. Menurut Bruce salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh WHO adalah adanya kesenjangan pelayanan kesehatan dasar.

“Karena pelayanan kesehatan dasar adalah hal yang penting dan menjadi kebutuhan besar semua orang. Tetapi kenyataannya, terutama karena pandemi, lebih dari 2 miliar orang tidak memiliki akses ke pelayanan kesehatan,” kata Burce dalam diskusi daring yang diadakan oleh Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Bali.

Bruce menyampaikan seluruh sistem kesehatan dunia saat ini mengalami kerusakan. Hal tersebut terbukti ketika dunia kehilangan lebih dari 15 juta petugas kesehatan karena Covid-19. Situasi ini kata Bruce menuntut kerja sama yang saling terhubung antara negara.

“Harus ada kerja sama untuk menambah petugas kesehatan yang cukup, memberikan mereka vaksin dan pelatihan yang cukup sehingga mereka bisa melakukan pengawasan,” ujar Bruce.

Sementara ketika ditanya terkait strategi WHO untuk memperbanyak tenaga kesehatan, Bruce mengatakan WHO telah hadir lebih dari 150 negara di dunia. “Kami hadir secara fisik untuk membantu pemerintah dan mitra kerja kita untuk mengatasi berbagai masalah,” ucapnya dalam diskusi bertema “Komitmen G20 Membangun Arsitektur Kesehatan Global.”

Selain itu, lanjut Bruce, WHO juga memiliki jaringan yang sangat luas untuk memantau negara-negara yang telah menyelesaikan masalah kesehatan ini.

“Banyak negara sudah bisa menyelesaikan permasalahan utama kesehatan dan memecahkan tantangan dalam sistem perawatan kesehatan utama,” tegasnya.

“Kami melihat ada beberapa kemajuan besar di beberapa tempat di India, Indonesia dan juga beberapa tempat di Afrika,” imbuhnya.

Indonesia sendiri, kata Burce, telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Pertama memastikan Indonesia memiliki cukup petugas kesehatan dan kemudian memastikan bahwa mereka memiliki pelatihan dan peralatan yang mereka butuhkan, terutama di masa pandemi.

“Indonesia telah bekerja dengan keras untuk membuat lebih banyak vaksin, serta cara membuat lebih banyak obat, bagaimana cara memperluas kapasitas produksi,” terangnya.

“Jadi Indonesia telah belajar banyak dari pelajaran luar biasa (Covid-19-red) dan ini dapat dibagikan untuk membantu negara-negara lainnya di dunia. Ini yang dilakukan Indonesia dalam presidensi G20 ini,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Burce mengatakan, pihaknya akan terus mendorong program saling membantu antara negara dan saling memberi masukan untuk bisa membuat sistem yang lebih baik.

Sebagai informasi, ada tiga fokus yang didorong Indonesia dalam memperkuat arsitektur kesehatan global dalam Presidensi G20 Tahun 2022. Pertama, komitmen untuk membangun ketahanan sistem kesehatan global yang membutuhkan mobilisasi sumber daya kesehatan dan keuangan yang esensial atau melakukan pencegahan, kesiapsiagaan dan merespon pandemi atau Prevention, Preparedness and Response (PPR), selain peningkatan sistem pengawasan kesehatan global.

Kedua, melakukan harmonisasi standar protokol kesehatan global. Hal itu dinilai penting untuk mendorong mobilitas masyarakat di seluruh dunia dan kembali menggerakkan ekonomi.

Terakhir, yakni penguatan arsitektur akan didorong dengan memperluas pusat manufaktur global yang akan mencakup vaksin, terapi, diagnostik ke negara-negara berkembang, serta berbagi pengetahuan mengenai PPR dalam krisis kesehatan.***/ebn

Tags: jayakartanewsKTT G20pandemi covid-19WHO
Previous Post

Batik Girl Animation Movie Roadshow: FICUSIA

Next Post

Komisi IV Pertanyakan Validitas Data Pertanian Indonesia

admin

admin

Next Post
Komisi IV Pertanyakan Validitas Data Pertanian Indonesia

Komisi IV Pertanyakan Validitas Data Pertanian Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version