Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Kiprah Dimas Supartono Lanjutkan Mendiang Ayah di Industri Musik - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Entertainment

Kiprah Dimas Supartono Lanjutkan Mendiang Ayah di Industri Musik

Published

on

Dimas Supartono (foto ria)

JAYAKARTA NEWS— Dimas Supartono memperkenalkan lagu ‘Seandainya’ ciptaan mendiang sang ayah Tono Supartono berkolaborasi dengan pianis Andi Rianto.

Lagu melankolis ini dilantunkan tiga penyanyi dari Magenta Orchestra yaitu Ira Batti, Wisha Shofia dan Annisa.

“Saya terlibat dalam penggarapan aransemen dan meremake lagu ini yang dibawakan penyanyi zaman kiwari,” ujar Dimas, pria kelahiran 7 Juni 1983 dan lulusan S1 jurusan Manajemen Keuangan dan Human Resources.

“Saya hanya melanjutkan perjuangan ayah dan ini obsesi dan kontribusi saya agar lagu-lagu ciptaan ayah tidak terlupakan,” imbuh Dimas yang juga ikut membantu merampungkan lirik dua lagu ciptaan ayahnya yaitu ‘Pergilah’ dan ‘Sang Bidadari’.

Dalam waktu dekat, Dimas juga ingin menghelat konser musik di panggung musik nasional khusus tribute untuk ayahnya.

“Lagu-lagu karya sang ayah  nantinya tak hanya berkumandang di radio-radio nasional tapi juga dikenal lebih luas oleh masyarakat pecinta musik,” harap Dimas Supartono optimis. (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement