Kampung Iklim Gang Hijau Cemara 01 Tugu Utara Koja, Ibarat Oase di Padang Pasir

 Kampung Iklim Gang Hijau Cemara 01 Tugu Utara Koja, Ibarat Oase di Padang Pasir

Dani Arwanto (memegang Piagam Penghargaan Proklim 2022) bersama Ibu-ibu Pos Binaan Terpadu dan Kader RW 01, menunjukan buah anggur yang tumbuh. (Foto: Istimewa)

JAYAKARTA NEWS – Keberadaan Gang Hijau Cemara 01 yang terletak di Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, tak berlebihan bila diibaratkan Oase di Padang Pasir. Tampilan Gang Hijau Cemara 01 menjadi penyejuk dan penyegar bagi siapa saja yang menyambangi wilayah padat penduduk ini.

“Bahkan boleh dibilang wilayah ini bukan hanya padat penduduk tetapi juga termasuk daerah kumuh,” tutur Dani Arwanto (46) kepada Jayakarta News tepat di Hari Pahlawan (10/11/2022). 

Menurut Dani, Gang Hijau Cemara 01, yang tepatnya berada di Jalan Cemara Ujung Gang 12, RT 07/ RW 001 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara sudah dimulai sejak 2016.

“Kami mengubah lingkungan kumuh dan kotor ini menjadi lingkungan yang asri, indah dan produktif dengan menanami sayuran, bunga, buah menggunakan sistem organik, hidroponik dan aquaponik sehingga setiap sudut kampung terlihat indah dan sehat,” tutur Dani.

Lokasi tanaman buah dan lainnya (Foto: Istimewa)

Dia menjelaskan, bahwa kondisi yang ada sekarang, yaitu suasana hijau nan asri ini adalah hasil dari kerja sama antar beberapa pihak di lingkungan tersebut.  “Kami mengerjakannya bersama, ada para pengurus RT/RW, Karang Taruna dan para warga,” ujar Dani yang bertugas sebagai Ketua RT ini.

Sehingga, katanya lagi, hasil dari Gang Hijau saat ini bisa dinikmati bersama para warga sekitar, baik untuk konsumsi maupun menikmati kenyamanan dan keindahan lingkungan yang asri tersebut. “Anggur misalnya, dari menanam sampai dipasarkan, bisa dilakukan oleh warga disini dan memberikan hasil,” katanya.  

Proses Yang Tidak Mudah

Diakui Dani tidak mudah untuk mengubah wilayah yang semula kumuh menjadi asri sekarang ini. Bukan hanya itu, kesan untuk para anak muda di wilayah ini pun, ikut berubah.

“Maklum, kami ini kan tinggal bersebrangan dengan bekas Kramat Tunggak. Jadi anak-anak mudanya juga dicap sepertinya negatif. Tidak dipungkiri memang, dahulu seperti itu. Dan, anak-anak ini tentu ingin berubah ke arah yang lebih baik.”

Usaha mengubah kehidupan masyarakat yang dicap negatif menjadi baik sudah dicoba dengan belajar agama dan berolah raga. “Pengajian sudah, olah raga sudah, namun anak-anak masih ingin ke arah yang lebih baik lagi. Maka yang terpikir adalah penghijauan lingkungan. Bagaimana agar lingkungan terlihat hijau dan asri di tengah-tengah kondisi kumuh dan padat,” papar Dani.  

Maka anak-anak muda pun kata Dani, ikut terjun mengubah lingkungan menjadi lebih bagus dan lebih baik. “Dengan demikian, apa yang telah dihasilkan membuat mereka bangga. Tentu mereka bangga dengan apa yang ada di kampungnya sekarang ini dan mereka pun ikut menjaga lingkungan ini,” kata Dani yang juga sebagai pengelola dari Gang Hijau ini.

Program Kampung Iklim Pertamina

Apa yang telah dikerjakan Dani bersama Karang Taruna dan warga kini membuahkan hasil. Gang Hijau Cemara RW 01 kini telah masuk dalam Program Kampung Iklim.

PT Pertamina Lubricants (PTPL), anak perusahaan Subholding Commercial &  Trading Pertamina, yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri baik secara domestik dan internasional, menunjukkan komitmennya dalam upaya menghadapi perubahan iklim melalui pembentukan Program Kampung Iklim (Proklim) Gang Hijau (GH) Cemara 001 di RW 001 Kelurahan Tugu Utara pada Kamis (29/09/2022).

Dengan masuknya Gang Hijau dalam Program Kampung Iklim oleh Pertamina Lubricants, kini namanya menjadi Proklim Gang Hijau Cemara 001.  Proklim menjadi salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) / Corporate Social Responsibility (CSR) yang berada di wilayah ring 1 salah satu pabrik pelumas PTPL Production Unit Jakarta (PUJ).

Proklim GH Cemara 001 hadir melalui proses survey dan koordinasi lintas stakeholder terkait kondisi dan peluang yang ada di masyarakat RW 001, Kelurahan Tugu Utara.

Corporate Secretary PTPL, Rifqi Budi Prasetyo menyampaikan bahwa tujuan utama pembentukan Proklim adalah mendorong partisipasi masyarakat untuk melakukan upaya-upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

“Sebagai perusahaan kami sadar bahwa operasional perusahaan akan berjalan dengan baik apabila terjadi keseimbangan hubungan antara perusahaan dan masyarakat dengan berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan sekitarnya. Pengakuan ini menjadi motivasi kami untuk melakukan  program pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah operasi PT Pertamina Lubricants,” ujar Rifqi dalam Siaran Pers yang diterima Jayakarta News, Selasa (4/10).  

Menurut Rifqi, dalam mengimplementasikan Proklim, PTPL menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pelatihan, pembangunan sarana/prasarana kegiatan, pemberian alat penunjang kegiatan, dan pendampingan kegiatan. Pada tahun 2022 ini, PTPL sudah merealisasikan bantuan sebesar Rp 180 juta. Dan dukungan terhadap pengembangan Proklim GH Cemara 001 tidak hanya berhenti di tahun ini saja, namun akan berlanjut selama lima tahun ke depan dengan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama.

Program ini juga, kata Rifqi merupakan upaya PTPL untuk turut berkontribusi terhadap program ESG Pertamina dan pilar “Go Environmental”, “Go Sustainable”,  dan “Go Collaborative”, serta mendukung pencapaian SDGs nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Dapat Penghargaan Proklim di Hari Pahlawan

Diakui Dani, adanya bantuan dari PTPL, tentu memberikan semangat dalam menjalankan program kampung iklim. “Kalau selama ini, pembiayaan dilakukan dengan swadaya masyarakat, sekarang ini kami sangat terbantu dengan Pertamina,” kata Dani.  

Tentu saja, kata Dani lagi, dirinya dan semua yang terlibat dalam Proklim ini semakin semangat untuk menggapai tujuan bersama yaitu Masyarakat RW 01 yang mandiri, maju dan sehat. “Kehadiran PTPL menambahkan semangat kepada masyarakat untuk berbuat kebaikan demi lingkungan. Semoga dengan program ini masyarakat RW 001 menjadi maju, sehat, dan mandiri.”

Proklim Gang Hijau Cemara 001 di RW 01 dinilai telah memenuhi unsur-unsur terkait dengan mitigasi perubahan iklim. “Ada kolaborasi yang terjalin dari berbagai unsur terkait pelestarian lingkungan di wilayah. Adanya semangat mulai dari RT, RW peran serta penggiat dan juga bimbingan dari Suku Dinas KPKP dan Lingkungan Hidup terciptanya Kampung Proklim ini,” jelas Dani lagi.

Keberadaan Kampung Proklim Gang Hijau Cemara di RW 01 Tugu Utara hadir untuk menyikapi perubahan iklim yang terjadi. Untuk itu,  Kampung Proklim Gang Hijau Cemara ini, jelas Dani, memiliki berbagai spot pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan. Ada kebun anggur, kolam ikan, spot budidaya maggot, hingga bank sampah.

Para warga di RW 001 Kelurahan Tugu Utara boleh berbangga dengan Program Kampung Iklim ini. Sebab tepat di Hari Pahlawan, 10 November 2022, RW 001 mendapatkan penghargaan Proklim Povinsi 2022 dari Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara.  

Semoga Gang Hijau Cemara 01 menjadi inspirasi bagi tempat-tempat lain, khususnya di Jakarta.***(Melva Tobing)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.