Gde Mahesa Membidik dari berbagai sudut dari Kalacakra yang merupakan sebuah respon manusia ketika sadar jika “waktu” adalah dewa yang paling tidak bisa dilawan”. Bedanya, kaum...
Oleh Anugrah Arifianto Dalam setiap gerakan publik, selalu muncul satu pola komunikasi yang berulang: ketika substansi kritik sulit dibantah, yang diserang adalah legitimasi pembawa kritik. Karena...
Gde Mahesa Membaca Laku Sepi di Bulan Suro:Lelaku yang setiap orang pilih, tentunya bukan tanpa akar. Ada tiga pondasi yang patut diketahui: Dalam filosofi Jawa, ini...
Oleh Djoko Setijowarno Kemiskinan sering kali diukur dari apa yang ada di dalam dompet, namun jarang kita sadari bahwa kemiskinan juga ditentukan oleh seberapa mudah seseorang...
Oleh Djoko Setijowarno Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terus dibayangi oleh teka-teki pembiayaan energi yang tidak pernah usai. Salah satu pos pengeluaran yang paling menguras...
Oleh Heri Mulyono Reog Ponorogo, seni sindiran dari zaman kerajaan, resmi diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia yang terancam punah. Di balik topeng harimau dan bulu...
Oleh Heri Mulyono Tahun baru Jawa yang jatuh setiap 1 Suro merupakan lapisan-lapisan cerita yang tersusun rapi, berpadu menjadi satu kesatuan yang harmonis. Menelusurinya seperti membuka...
Oleh: Dosen Universitas PTIQ Achmad Fachrudin Suasana di salah satu ruang megah di Hotel Sultan, Jakarta, pagi menjelang siang hari itu Sabtu (13/6) terasa berbeda dari hari-hari...
Oleh: 𝗜 𝗣𝘂𝘁𝘂 𝗘𝗸𝗮 𝗠𝗮𝗵𝗮𝗿𝗱𝗵𝗶𝗸𝗮 Peed Aya bukan sekadar parade estetika tanpa makna. Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali memberi Alarm nyata melalui peed aya pembukaan PKB...
Mengapa Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Tidak Lagi Menentukan Kekuatan Bangsa Abad ke-21? Oleh: Brigjen (Purn) MJP Hutagaol ’86’ Selama ribuan tahun sejarah peradaban manusia, ukuran...