Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
1.063 CPMI Ikut Skill Test G to G Korsel, KP2MI Tekankan Peningkatan Kompetensi dan Bahasa - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kabar

1.063 CPMI Ikut Skill Test G to G Korsel, KP2MI Tekankan Peningkatan Kompetensi dan Bahasa

Published

on

Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas/Foto: dok Humas KP2MI

JAYAKARTA NEWS— Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggelar Skill Test UBT Umum Sektor Perikanan Program Government to Government (G to G) Korea Selatan di MG Setos Hotel, Semarang, Sabtu-Minggu (4-5/7). Sebanyak 1.063 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mengikuti seleksi tersebut.

Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas, mengingatkan para peserta agar tidak berhenti belajar setelah mengikuti skill test. Menurutnya, peningkatan kompetensi di bidang perikanan dan kemampuan berbahasa Korea menjadi bekal penting untuk bersaing di pasar kerja internasional.

“Jangan hanya mengikuti skill test lalu berhenti belajar. Terus tingkatkan kemampuan di bidang perikanan dan penguasaan bahasa. Kalau sekarang belum bisa, mulai sekarang terus belajar bahasanya,” kata Ahnas, Minggu (5/7/2026), dilansir Humas KP2MI.

Ahnas mengatakan, para Calon Pekerja Migran Indonesia akan bersaing dengan calon pekerja migran dari 16 negara lain yang juga menargetkan penempatan kerja di Korea Selatan. Karena itu, peningkatan keterampilan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

“Kita bersaing dengan 16 negara yang juga menempatkan pekerjanya ke Korea Selatan. Artinya, mulai sekarang harus terus berjuang meningkatkan kemampuan, khususnya di bidang perikanan,” ujarnya.

Selain kompetensi teknis, Ahnas juga menekankan pentingnya kesiapan mental sebelum bekerja di luar negeri. Menurutnya, sikap kerja dan ketahanan mental akan menjadi modal penting saat menghadapi tantangan di negara penempatan.

“Sikap mental juga penting. Kesiapan bekerja dan kesiapan mental harus terus dibina sejak sekarang, bersamaan dengan peningkatan kompetensi,” tuturnya.

Ahnas turut mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menyebut peserta skill test tahun ini berasal dari 20 provinsi, mulai dari Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatra, hingga berbagai provinsi di Pulau Jawa. (*/di)

Advertisement