• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Bus Angkutan Perintis Amat Diperlukan di NTT

Bus Angkutan Perintis Amat Diperlukan di NTT

October 2, 2025
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, October 25, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Bus Angkutan Perintis Amat Diperlukan di NTT

by admin
October 2, 2025
in Kolom
0
Bus Angkutan Perintis Amat Diperlukan di NTT
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ki Darmaningtyas *)

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan Provinsi yang wilayahnya terdiri dari banyak pulau. Infrastruktur jalannya tidak sebaik di Pulau Jawa dan Bali,  sehingga memerlukan layanan angkutan perintis, baik dengan angkutan darat, laut,  maupun udara guna menunjang mobilitas warga.

Angkutan Perintis amat diperlukan karena apabila menggunakan  layanan komersial biaya transportasinya amat mahal, sehingga tidak terjangkau oleh warga. Meskipun wilayah daratnya cukup luas namun infrastruktur tidak bagus  sehingga kurang menarik swasta untuk memberikan layanan transportasi secara komersial. Selain itu jumlah penduduknya tidak sebanyak di Jawa, sehingga potensi penumpangnya (demand) juga tidak terlalu tinggi. Atas dasar pertimbangan itulah maka Angkutan Perintis yang berbasis bus amat diperlukan kehadirannya.

Layanan bus Angkutan Perintis yang dimaksudkan di sini adalah layanan bus dengan tarif bersubsidi sehingga ongkosnya terjangkau oleh masyarakat NTT, tapi juga tidak merugikan operator.  Selisih antara biaya operasional bus dengan tarif yang dibayarkan oleh masyarakat itu ditanggung oleh Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Batasan suatu rute perlu dilayani oleh Angkutan Perintis  bila tingkat keterisian armada (load factor) di rute tersebut kurang dari 70%. Bila sudah mencapai di atas 70% maka sudah dapat dilayani oleh angkutan komersial.  Namun kalau tingkat keterisiannya di bawah 70% sementara layanan tersebut amat dibutuhkan oleh masyarakat, maka layak untuk dilayani oleh Angkutan Perintis.

Saat ini, Angkutan Perintis berbasis bus  di NTT terdapat di Pulau Timor, relasi Kupang – Ayutopas – Besikama (230 km), Pulau Flores, relasi Ende – Maronggelo (185 km), dan Sumba (Waingapu – Tabundung (190 km). Namun sejak 2024 masuk operator swasta PO Sinar Jaya. Menurut Kepala BPTD NTT Robert Tall, sejak dirinya menjadi Kepala BPTD NTT memang mengundang operator swasta untuk turut melayani Angkutan Perintis di wilayah kerjanya dengan maksud untuk menciptakan peningkatan layanan yang lebih baik. Dan ternyata, operator baru ini mampu menyediakan layanan yang lebih baik, dengan armada yang digunakan lebih baru.

Sebagai Gambaran mengenai pentingnya keberadaan Angkutan Perintis. Angkutan Perintis yang dijalankan oleh Perum DAMRI untuk rute Kupang – Ayotupas sepanjang 232 km, tarifnya hanya Rp. 50.000,-. Tarif yang dibayarkan oleh masyarakat tergantung jarak tempuhnya. Sebagai contoh untuk rute yang sama, tapi warga yang naik dari Soe menuju ke Ayotupas sepanjang 122 km tarifnya Rp. 30.000,-; rute Niki-niki – Ayotupas dengan jarak 96 km tarifnya sebesar Rp. 25.000,-. Tarif  yang dibayarkan oleh masyarakat berdasarkan jarak tempuh ini cukup meringankan beban warga. Dengan kondisi jalan yang naik turun, kalau hujan juga becek, tarif tersebut tergolong amat murah, dan itu hanya terjadi karena tarifnya disubsidi oleh Pemerintah.

Armada bus DAMRI di Terminal Bimoku Kota Kupang. (Dok DAMRI Kupang)

Subsidi dari Pemerintah amat penting mengingat tingkat keterisian bus Angkutan Perintis yang  dioperasikan oleh DAMRI selama lima tahun terakhir cenderung rendah dan fluktuatif. Sebagai contoh, rute Kupang – Naimata dengan jarak tempuh 20 km. Pada tahun 2020 dari 952 ritase hanya mengangkut 2.729 penumpang atau tingkat keterisiannya 7,54% saja. Berturut-turut menjadi 5,78% (2021), 2,11% (2022), kemudian ngedrop menjadi 0,67% (2023), dan naik cukup signifikan pada tahun 2024 menjadi 13,15%. Tingkat keterisian tertinggi pernah terjadi pada rute Kefamenanu – Naob yang pada tahun 2020 dari 600 ritase mampu mengangkut 9.326 penumpang (46,26%). Namun setelah itu turun menjadi 39,78% (2021), 33,80% (2022), kemudian merosot menjadi 8,01% (2023), dan merosot lagi menjadi 1,95% (2024).

Kecenderungan jumlah penumpang yang fluktuatif juga terjadi pada rute Enge – Nggela dengan jarak tempuh 95 km. Pada tahun 2020 tingkat keterisian mencapai 19,22%, kemudian naik menjadi 27,89% (2021), naik lagi menjadi 28,76% (2022),  kemudian merosot menjadi 8,39% (2023), dan kembali naik menjadi 16,14% (2024), dan 2025 hingga bulan Juli mencapai 37,87%.

Fenomena yang sama terjadi pada layanan Angkutan Perintis di Pulau Sumba untuk rute Waingapu – Tanarara – Kananggar sepanjang 119 km. Pada tahun 2020 tingkat keterisian mencapai 25,31%, tapi kemudian merosot menjadi 16,23% (2021), turun lagi menjadi 11,27% (2022), turun lagi menjadi 8,05% (2023), lalu ngedrop tinggal 1,39% (2024), dan pada tahun 2025 ini sampai bulan Juli mencapai 24,92%.

Meskipun ada kecenderungan jumlah penumpang Angkutan Perintis menurun, tapi tidak berarti kebijakan Angkutan Perintis perlu dihentikan. Kebijakan tersebut tetap perlu dijalankan guna memberikan layanan transportasi bagi warga yang tinggal di daerah-daerah dan memerlukan angkutan umum yang terjangkau untuk melakukan mobilitas  geografis. Yang diperlukan adalah kajian khusus mengenai faktor penurunannya dan strategi untuk mengoptimalkan Angkutan Perintis berbasis bus ini.

Kondisi bus perintis di Kupang.

Kebutuhan Sarana  Baru

Boleh jadi salah satu persoalan yang memicu merosotnya jumlah penumpang  Angkutan Perintis berbasis bus ini adalah kondisi sarana yang kurang memadai. Selain terbatas jumlahnya kualitasnya juga rendah. Sebagian armada yang digunakan saat ini sudah berusia lebih dari 10 tahun sehingga wajar memerlukan pembaruan. Hal ini membuka ruang bagi dukungan pemerintah dan operator untuk menghadirkan layanan yang lebih prima.

Keterbatasan sarana memang merupakan kendala utama pelaksanaan Angkutan Perintis di NTT yang dilaksanakan oleh Perum DAMRI. Dengan hanya tersedia satu unit (armada) untuk satu rute, tentu tidak mampu memberikan layanan secara optimal karena tidak dapat melayani dua arah dalam waktu yang bersamaan. Yang terjadi selama ini adalah misalkan Hari Senen pagi berangkat dari Kupang menuju Ayutopas, maka layanan Ayutopas – Kupang baru dapat dilaksanakan Hari Selasa (esok hari), karena menunggu kedatangan bus yang dari Kupang.

Kecuali jumlahnya yang amat minim dan kondisi kendaraannya yang sudah lebih dari 10 tahun, kendala layanan Bus Perintis ini menurut Robert Tall, Kepala BPTD NTT adalah  sarana yang tidak sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat. Kondisi geografis di NTT itu tidak datar, naik turun dan kondisi jalannya banyak yang rusak. Kebutuhan masyarakat juga tidak hanya untuk pergerakan orang saja, tapi juga barang-barang hasil tani, kebon, hutan, ternak, dan laut yang akan mereka jual ke kota (Kupang dan sekitarnya). Oleh karena itu, jenis kendaraan yang dibutuhkan juga yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat NTT akan angkutan orang dan barang. Dengan demikian, warga dari daerah-daerah di NTT bisa menjual barang-barang hasil pertanian, hutan, kebon, ternak, atau laut ke kota dengan biaya yang lebih murah sehingga kesejahteraannya meningkat.

Sebagai gambaran, sampai dengan pertengahan dekade 1990-an di Kota Surabaya itu ada jenis angkutan Angguna, yaitu jenis angkutan yang merupakan penggabungan angkutan orang dan barang. Kursi bagian depan untuk penumpang 3-4 orang dan di bagian belakang untuk barang. Jenis armada seperti inilah yang menurut Robert cocok dikembangkan sebagai bus Angkutan Perintis di NTT, karena menjawab kebutuhan untuk mobilitas orang dan barang. Tentu dengan spek yang lebih besar mengingat bentuk armadanya berupa bus.

Tampaknya, Direktorat Sarana Ditektorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan perlu membuat spek kendaraan bus Angkutan Perintis yang cocok untuk melayani daerah-daerah Indonesia bagian timur.

Selain itu, kebijakan Angkutan Perintis berbasis bus ini juga perlu dibenahi. Sejak 2016 kebijakan subsidi difokuskan pada biaya operasional, sehingga pengadaan armada baru membutuhkan keterlibatan operator maupun alternatif dukungan lainnya. Pola ini mendorong kolaborasi lebih erat antara pemerintah dan operator swasta untuk memperkuat layanan di wilayah timur.”

Terminal sebagai Titik Pemberangkat

Direktorat Prasana Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melalui BPTD NTT telah berhasil membangun termina Tipe A yang cukup bagus dan nyaman di Kota Kupang. Tujuan pembangunan Terminal Tipe A ini  dalam rangka meningkatkan pelayanan angkutan umum di wilayah NTT agar masyarakat NTT juga dapat merasakan layanan infrastruktur transportasi yang berkselamatan, aman, dan nyaman.

Sayang keberadaan terminal yang bagus itu belum dimanfaatkan secara optimal oleh layanan Angkutan Perintis, karena Angkutan Perintis khususnya DAMRI pemberangkatannya tidak dari terminal, melainkan dari pool DAMRI yang tidak jauh dari Lokasi terminal. Sebaiknya ke depan, semua pemberangkatan, baik bus ALBN (Angkutan Lintas Batas Negara) maupun Angkutan Perintis titik pemberangkatannya dari terminal. Selain memudahkan akses penumpang maupun calon penjemput, fasilitas di Terminal Tipe A Kupang juga  lebih lengkap dan nyaman.

Salah satu alasan Angkutan Perintis belum seluruhnya berangkat dari Terminal Tipe A Bimoku Kupang berkaitan dengan persyaratan kelaikan kendaraan. Sebagai penanggung jawab, pihak terminal memiliki kewajiban memastikan seluruh armada yang beroperasi memenuhi standar keselamatan. Ketentuan ini pada dasarnya memberikan perlindungan bagi penumpang dan juga bagi operator, karena hanya kendaraan yang laik jalan yang akan mendapatkan izin. Dengan adanya aturan tersebut, operator pun terdorong untuk terus membenahi armadanya agar dapat memberikan layanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Setidaknya ada tiga komponen yang dilakukan pemeriksaan di Terminal Tipe A Kupang, yaitu aspek administrasi (surat-surat kendaraan seperti KIR, kartu AS dan SIM pengemudi), teknis utama (ban, lampu, pengereman, fisik kendaraan, dan sebagainya), serta teknis penunjang, seperti ban cadangan, APAR, segitiga pengaman untuk keselamatan, P3K, dan sejenisnya. Hasil pemeriksaan kendaraan di terminal ini terkoneksi langsung dengan aplikasi Mitra Darat, sehingga kalau ada satu unsur saja yang tidak ada, tidak “ngeklik”, sehingga tidak diizinkan berangkat.

Semua itu dimaksudkan untuk menjaga aspek keselamatan, sehingga apabila hal itu dipatuhi, maka akan menjamin aspek keselamatan Angkutan Perintis berbasis bus di NTT. Semua operator Angkutan Perintis sebaiknya tunduk pada aturan tersebut. Dengan titik pemberangkatan Angkutan Perintis di Terminal Tipe A Kupang, selain memberikan jaminan aspek keselamatan armada, juga akan mengoptimalkan fungsi Terminal Tipe A yang sudah dibangun dengan biaya mahal tersebut. Juga memudahkan antar/ jemput penumpang secara selamat, aman, dan nyaman.

***

*) Ki Darmaningtyas, Pengamat Transportasi dari Institut Studi Transportasi

Tags: bus perintis di NTTki darmaningtyasNTT memerlkan angkutan perintis
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version