‘Buku Harianku’ , Film Anak-anak Berunsur Musikal

 ‘Buku Harianku’ ,  Film Anak-anak Berunsur Musikal

Foto ipik tanoyo

JAYAKARTA NEWS— Tahun ini, tepatnya 12 Maret 2020, sebuah film drama petualangan anak bertajuk ‘Buku Harianku’  akan meramaikan industri film nasional. Disutradarai Angling Sagaran, film produksi Bro’s Studio dan Blue Sheep Entertainment ini berisi tentang persahabatan, keberanian, tanggung jawab serta cinta terhadap keluarga dan tanah air yang diperuntukkan bagi keluarga Indonesia (tidak hanya bagi penonton anak ).

“Pertama kali membaca naskah film ini, saya langsung tertarik. Saya merasa tersentuh dengan ceritanya. Ditambah lagi film ini juga memasukkan unsur musikal. Sudah menjadi impian saya sejak lama menyutradarai film yang didalamnya mengandung unsur musik karena latar belakang saya yang dulunya juga anak band,” ujat Angling Sagaran kepada penulis.

Setiap lagu yang hadir juga mempunyai koreografi khusus. Salah satunya ‘Burung Parkit’ yang dilantunkan oleh pemeran utamanya, Kila Putri Alam (10 tahun) yang telah diluncurkan Kila pada akhir 2019.

Selain itu, film ini juga disemarakkan dengan kehadiran keluarga Dwi Sasono yang memerankan tokoh Arya Winoyo, Widi Mulia (Riska Handayani) dan Widuri Putri Sasono (Rintik) yang untuk pertama kalinya main bersama dalam satu film  Aktor senior Indonesia, Slamet Rahardjo turut ambil bagian sebagai kakek Prapto Winoyo. Pemain lainnya adalah Gary Iskak, Ence Bagus dan Wina Marrino.

Produser Bobby Bossa dari Bro’s Studio berharap film ini bisa memperkaya perfilman Indonesia dan menambah hiburan keluarga yang bisa ditonton bersama.

Dalam cerita yang ditulis oleh Alim Sudio ini, dikisahkan seorang anak perempuan berusia 8 tahun bernama Kila senang mencurahkan isi hatinya dengan menulis di buku harian. Suatu hari, Kila oleh ibunya dititipkan sementara mengisi liburan ke rumah kakeknya, Prapto, di desa Goalpara, Sukabumi.

Di desa yang masih perawan itulah Kila bertemu kembali dengan kawan lamanya, Rintik, yang diproteksi ibunya karena menyandang disabilitas. Keceriaan Kila bertambah karena mendapat teman-teman baru yang sebaya di desa tersebut.

Mereka menghabiskan waktu dengan bermain, bernyanyi dan bahkan ikut latihan baris berbaris dengan komando kakek Prapto yang pensiunan tentara. Berbekal rasa ingin tahunya terhadap berbagai masalah dan kepedulian terhadap sekelilingnya, Kila akhirnya ikut membantu warga desa keluar dari jeratan perangkap seorang pengusaha properti. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *