Entertainment
Munafik: Melawan Iblis, Pertarungan Ustad Baik lawan Ustad Jahat
JAYAKARTA NEWS— Orang baik tak perlu apapun untuk tunjukkan kebaikan. Sebaliknya, orang jahat menggunakan segala cara untuk membangun citra bahwa dirinya baik.
Ustad Adam (Arya Saloka) yang muda dan tampan adalah pengajar agama dan praktisi ruqyat yaitu mengusir iblis di tubuh manusia dengan ayat-ayat Al Quran.
Tidak demikian Haji Mansur (Donny Damara) yang jahat sesepuh desa tapi menjalani ritual sesat dan bersekutu dengan setan.
Produksi Unlimited yang akan beredar 3 September 2026 berjudul ‘Munafik : Melawan Iblis’ ini remake dari film bos office Malaysia versi Indonesia.
“Ini kerjasama lintas negara dan menentukan budaya Indonesia. Kita tetap mempertahankan pakem dan cerita intinya,” terang sutradara Guntur Soeharjanto.
Munafik membawa pesan tentang kehidupan dan keimanan, sikap manusia yang tak sesuai ucapan dan perilaku.

Ustad Adam mengalami kecelakaan dan mobilnya terbalik. Isterinya, Aini meninggal di tempat sedangkan anaknya semata wayang bernama Amir kritis.
Sejak peristiwa naas itu, Adam tak mau lagi menolong orang kesurupan dan diruqyat.
Namun, atas saran sahabatnya, ustad Anwar (Dimas Aditya), Adam mau menolong Fitri (Acha Septriasa, putri Haji Mansur) yang kesurupan kerasukan iblis. Mengingat Haji Mansur figur yang dihormati warga desa.
Ada rahasia gelap dibalik teror gaib yang menimpa Fitri.
Ternyata, Haji Mansur tokoh agama yang tersesat dan memuja iblis. Ia selalu membaca mantra-mantra kejawen kuno dan mengorbankan orang-orang terdekatnya ke haribaan kuasa kegelapan.
Adegan pertarungan Adam melawan Mansur yang dibantu hantu pocong cukup seru dan mengesankan.
“Satu adegan Adam menggali jenazah isterinya dan memanggul jenazah Aini yang masih dikafani di malam hari cukup mengerikan. Ini hanya untuk membuktikan kepada anaknya, Amir, bahwa ibunya telah tiada.
Di sisi lain, Arya Saloka dan Dimas Aditya belajar lagi ‘iqro’ dari awal dalam nelafazkan ayat-ayat pengusir setan dalam Al Quran kepada ustad yang ahli tafsir dan ruqyat. Ini adegan tersulit yang dilakukannya.
“Agar tindakan saya tak menyimpang dari kaidah agama. Dan ini menjadi pengingat agar terhindar dari sifat munafik,” jelas Arya Saloka yang khusus di film ini ia menumbuhkan jenggotnya.
“Ustad Adam itu protagonis. Ini Sunnah Rasul,” alasan Arya Saloka yang mengaku merasa deg-degan selama syuting di hari pertama.
Bagi Arya, ini tantangan dan bukan beban.
Syuting di Pacitan, yang panoramanya cantik dan indah juga tak jadi beban bagi Acha Septriasa yang didapuk jadi Fitri.

Sayang kala galprem di Jakarta, Acha tak bisa hadir. Ia mukim di Sydney, Australia.
Bagi aktor senior Donny Damara, ini film bergenre horor pertamanya.
Oswin Bonifans, produser dari Indonesia mengaku cukup puas melihat hasil.keseluruhan filmnya.
“Meski remake film Malaysia tapi kita tetap mempertahankan tradisi Indonesia. Misalnya ada adegan kelabang keluar dari muntahan Aini. Di aslinya gak ada,” ucap Oswin.
Produser asal Malaysia, Datuk Yusof Haslam yang kagum atas hasil kerja keras sutradara dan seluruh awak kru dari RI yang benar-benar elok dan luar biasa.
‘Sinematografi dan penataan cahayanya sangat indah dan cantik. Ini magnificent,” kata Yusof Haslam.
Munafik : Melawan Iblis juga diperkuat sederet pemeran lokal lain yaitu Faqih Alaydrus, Nova Eliza, Izabel Jahya, Oce Permatasari, Widi Dwinanda dan Elvina Davinamira. (pik)
