Batu “Disambar” Puting Beliung

 Batu “Disambar” Puting Beliung
Gubernur Khofifah saat meninjau para korban di pengungsian. (foto:istimewa)

Jayakarta News – Angin puting beliung dan angin keras pada Sabtu (19/10) menerjang di beberapa desa yang masuk Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Akibat dari musibah itu sedikitnya 3 desa terdampak masing-masing Desa Sumber Brantas, Desa Gunungsari, dan Desa Sumbergondo, Info yang diterima Pemprov Jatim, seorang meninggal dunia dan 1.357 warga yang tinggal yang ketiganya berada di wilayah Kecamatan Bumiaji diungsikan ke tempat aman.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat membantu mengatasi dampak bencana alam akibat angin kencang itu dengan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan para pengungsi, Pemprov Jatim support  skenario percepatan pemulihan kehidupan masyarakat setempat.

“Pada dasarnya Penerintah kota Batu dan Forkopimda telah bergerak cepat. Relawan malang raya juga guyup membantu. Demikian pula pemprov akan mendukung proses  pemulihan sarpras agar  perekonomian masyarakat segera pulih  karena masyarakat beberapa hari ini  tidak bisa  bekerja maksimal seperti biasanya,  fasilitas listrik dan air masih dalam perbaikan,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang meninjau langsung ke lapangan Senin (21/10). 

Ia menambahkan, pun demikian dengan sarana pendidikan agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan seperti semula dan Alhamdulillah fasilitas kesehatan dan ibadah tidak terdampak. 

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso dan beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Jawa Timur. Khofifah dan rombongan juga mengunjungi Posko Pengungsian di Balai Desa Punten yang berisi sebanyak 530 orang.

Para pengungsi tersebar di tujuh titik antara lain Posko  BPBD Kota Batu, Rumah Dinas Walikota, Balai Desa Punten, Balai Desa Tulungrejo, SDN 1 Punten, Balai Desa Sidomulyo, dan Kantor Kelurahan Songgokerto.

Ribuan bantuan tanggap darurat seperti paket sandang, matras, tikar, masker, selimut, peralatan balita, obat-obatan, popok bayi, dan pembalut wanita sudah disalurkan sejak hari pertama kejadian. Dari Dinsos juga diserahkan bantuan  berupa lauk pauk, tenda gulung, kasur, family kids, dan peralatan anak.

Khofifah dalam kesempatan itu juga mengatakan, Pemprov Jatim menjamin ketersediaan bantuan bagi para pengungsi. Ia berharap, situasi dan kondisi di Kota Batu bisa segera pulih dalam waktu singkat, sehingga perekonomian masyarakat bisa kembali berputar.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batu agar situasi bisa segera pulih dan tidak berpengaruh pada   kunjungan wisata ke Kota Batu,” imbuhnya.

Terkait rumah warga yang mengalami kerusakan, Khofifah meminta agar data yang masuk dicocokkan dengan Pemkot Batu, agar bisa dilakukan identifikasi dan ketegorisasi. Pun demikian dengan kondisi harta benda serta hewan ternak yang ditinggalkan, Khofifah meminta warga tidak perlu khawatir berlebihan.

“TNI dan Polri memastikan akan menjaga keamanan lingkungan rumah para masyarakat yang mengungsi. Tujuannya agar ada ketenangan masyarakat bahwa ada yang ikut menjaga barang yang ditinggal,” tambahnya.

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut Gubernur Khofifah juga menyalurkan bantuan duka cita kepada keluarga ahli waris Sodiq (66) senilai Rp10 juta. Santunan tersebut diserahkan langsung Khofifah kepada istri almarhum, Ngatini (60) saat mengunjungi rumah duka. Sodiq diketahui meninggal dunia akibat tertimpa pohon yang tumbang pada saat angin sangat kencang menerjang Dusun Talangrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (poedji)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *