Balai “Bahagia” Medan Dampingi Pengidap HIV

 Balai “Bahagia” Medan Dampingi Pengidap HIV
Winner GS, Peksos dari Balai Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV (BRSODH) “Bahagia” Medan bersama pendamping komunitas ODHA Children Community Faundatin. (Foto.ist)

Jayakarta News – Para pekerja sosial (Peksos) Balai Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV (BRSODH ) “Bahagia” Medan, melaksanakan pendampingan komunitas Orang Dengan HIV (ODHIV) di Jln. H. Juanda, Kel. Selat Lancang, Kec. Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Selasa, (18/6).

Kegiatan ini menjangkau pelayanan di luar balai terhadap dua sasaran sekaligus, yaitu pendamping komunitas ODHA Children Community Faundation atau Lembaga Kesejahteraan Sosial di daerah tersebut. Kedua, bagi komunitas Orang Dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang belum merasakan pelayanan atau juga tidak memiliki komunitas di daerahnya. Mereka dapat didampingi Lembaga Kesejahteraan Sosial serta Komunitas Dukungan Sebaya (KDS).

Hal itu dikatakan salah seorang Peksos BRSODH “Bahagia” Medan, Winner, GS melalui WhatsApp nya, Kamis malam (20/6). Winner menambahkan, untuk melaksanakan kegiatan pendampingan Komunitas ODHIV, harus dilakukan oleh petugas-petugas profesional. “Seperti saya dari Balai Rehabilitasi Sosial ODHIV yang bekerjasama dengan Pendamping Komunitas ODHA, Agus Salim Hutagalung, sekaligus Ketua Lembaga Kesejahtetaan Sosial Children Community Tanjung Balai,” ujarnya.

 Peksos BRSODH “Bahagia” Medan bersama Ketua pendamping komunitas ODHA Children Community Faundation dan rekan-rekan. (Foto. Ist)

Petugas Peksos memberikan pengarahan dan imbauan serta masukan terhadap pendamping komunitas atau Lembaga Kesejahteraan Sosial agar lebih aktif memberikan pelayanan dan pengetahuan tentang ODHIV. Peksos juga diminta mendorong agar komunitas pendamping ODHIV di daerah Tanjung Balai tetap memberikan pelayanan serta pendampingan Orang Dengan HIV ke rumah sakit, misalkan dalam pengambilan obat Antiretroviral (ARV) yang baru mengetahui terinfeksi HIV.

Kemudian pekerja sosial menyampaikan kepada Pendamping Komunitas Children Community Foundation atau Lembaga Kesejahteraan Sosial di daerah Tanjung, bahwa peran aktifnya sangat besar untuk mengurangi penyebaran HIV serta pencegahan penyebaran HIV di daerahnya.

Melalui Peksos Balai Rehabilitasi ODHIV “Bahagia” Medan ini, diharapkan kerjasama yang telah terjalin bisa lebih membantu mengurangi penyebaran HIV. Di samping, memberikan pelayanan terhadap ODHIV yang masih belum berdaya dan tidak mampu lagi karena stigma buruk dan dikucilkan oleh lingkungan bahkan dijauhkan oleh keluarga. Bahkan, ada yang kemudian dipecat dari pekerjaannya. 

Peksos Winner GS dari Balai Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV (BRSODH) “Bahagia” Medan saat menyerahkan plakat kepada Ketua pendamping komunitas ODHA Children Community Faundation, Agus Salim Hutagalung. (foto.ist)

“Pendampingan ini juga dilaksanakan sebagai bentuk terapi penguatan terhadap ODHIV agar mereka tidak melakukan penyimpangan perilaku dan dapat mengubah perilakunya menjadi lebih baik lagi sehingga mereka bisa hidup berdampingan dengan keluarga dan lingkungan sosial, agar mampu meningkatkan keberfungsian sosialnya di masyarakat secara mandiri,” ujar Winner.

Dalam kegiatan itu Winner sebagai Peksos juga memberikan penjelasan mengenai profil dan layanan yang ada di Balai Rehabilitasi Sosial ODHIV “Bahagia“ Medan, serta memberikan profil balai dalam bentuk makalah kepada Dinas Sosial, Pendamping Komunitas Children Community Tanjung Balai, serta membagikan juga kepada ke tiga (3) peserta ODHIV yang didampingi petugas dari Children Community.

Kegiatan Pendampingan Komunitas ODHIV ini dilaksanakan di lima lokasi, antara lain Kota Tanjung Balai, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Labuhan Batu serta yang di luar provinsi Sumatera Utara, yaitu Sumatera Barat dan Provinsi Aceh dalam bulan Juni 2019 ini dan semua telah terlaksanakan dilakukan oleh Peksos BRSODH, “Bahagia” Medan. (Monang Sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *