BRSODH “Bahagia” Medan Gelar Perayaan Hari AIDS Sedunia

 BRSODH “Bahagia” Medan Gelar Perayaan Hari AIDS Sedunia

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Waskito Budi Kusumo saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara HAS. (Foto: Ist)

Jayakarta News – James W. Bunn dan Thomas Netter dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss di balik pencetusan 1 Desember sebagai World Aids Day atau Hari Aids Dunia (HAS). Sejak itu, 1 Desember diperingati sebagai HAS guna menumbuhkan kesadaran terhadap wabah Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Seperti yang dilakukan Balai Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Human Immunodeficiency Virus (BRSODH) “Bahagia” di Medan yang menyelenggarakan puncak peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS), Senin (2/12) di Rey Kafe, Jl. Tuamang No. 1 Medan. Tema perngatan yang diusung adalah “Bersama Masyarakat Meraih Sukses”.

Acara ini terlaksana atas kerjasama dengan lembaga dan Instansi terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan Kota Medan, Yayasan Galatea dan Medan Plus.

Tarian Tor-tor  menjadi tari pembuka, disusul Talk Show, pembagian door prize, dan deklarasi Bebas Stigma, Diskriminasi yang ditandai Pelepasan Balon Anti Stigma dan Diskriminasi oleh perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, BRSKPN Insyaf Medan, Puskesmas Sering, Yayasan Galatea, Guru, siswa dari SMP Negeri 37 dan MAN 2 Medan serta Perwakilan mahasiswa Universitas Negeri Medan.

Tarian tor-tor sebagai tarian penyambutan di acara HAS. (Foto: Ist)

Dalam kesempatan ini hadir sekaligus membuka dan memberikan sambutan acara HAS, yaitu Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Waskito Budi Kusumo. Dikatakan, “Bahwa kita perlu memahami persoalan mengenai HIV. Seperti kegiatan HAS ini merupakan salah satu langkah atau strategi mengatasi persoalan mengenai HIV/AIDS.

Permasalahan ini bukan hanya tanggungjawab Kementerian Sosial, namun merupakan tanggungjawab bersama. Karena itu kita perlu bekerja bersama untuk mengatasi persoalan ini dengan terapi-terapi yang diberikan dan terlebih lagi dengan adanya Sosial Care, Family Support dan Bantuan Bertujuan (Bantu).”

Saat acara deklarasi Bebas Stigma, Diskriminasi yang ditandai dengan pelepasan balon Anti Stigma dan Diskriminasi oleh perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, BRSKPN Insyaf Medan, Puskesmas Sering, Yayasan Galatea dan lainnya. (Foto: Ist)

Peserta yang hadir dalam acara ini berkisar 200 orang terdiri atas unsur Pemerintah Daerah yang diwakili pihak Kecamatan, Kelurahan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Guru, Pelajar, Mahasiswa, Praktisi Kesehatan, Yayasan dan Lembaga yang terkait dengan penanganan HIV AIDS, dan pengiat HIV serta Media Massa.

Kemudian sesi acara Talk Show seputar kesehatan dan menjaga pola hidup sehat serta menjawab sesi pertanyaan audien tentang perbedaan HIV dan AIDS dengan narasumber Kepala BRSODH “Bahagia” di Medan, Sri Wibowo dan dr. Nur Kurniawati dari Rumah Sakit Imelda. Selain itu juga ada pemeriksaan VCT yang dilayani oleh Puskesmas Sering dan Sentosa Baru.

Narasumber di acara HAS dengan topik seputaran kesehatan Kepala BRSODH “Bahagia” di Medan, Sri Wibowo dan dr. Nur Kurniawati dari Rumah Sakit Imelda. (Foto: Ist)

Tak luput acara HAS ini dimeriahkan hiburan live music, games dan juga doorprize dengan hadiah-hadiah yang menarik. Kegiatan ini juga didukung beberapa sponsor antara lain Bank Mandiri Cabang Letda Sudjono Medan, Hotel Santika Dyandra Medan, Hotel Grandhika Medan, Hotel Grand Antares Medan, Hotel Grand Mutiara Berastagi serta The Hill Hotel dan Resort Sibolangit.

Di kesempatan berbeda Peksos BRSODH “Bahagia” di Medan, Winner GS menyampaikan harapan dari salah seorang eks binaan BRSODH mengatakan dengan adanya moment peringatan Hari Aids Sedunia, mereka merasa termotivasi dan percaya diri, diperhatikan serta menjadi berani untuk mengungkap status HIV-nya. Kegiatan seperti ini menegasikan sikap, bahwa mereka memang tidak pantas untuk dijauhi dengan adanya stigma, serta diskriminasi dalam semua kesempatan, baik untuk bekerja, sekolah dan bersaing di dunia usaha. Dengan peringatan HAS 2019, BRSODH “Bahagia” di Medan sekaligus menghilangkan stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap pengidap HIV. (Dwi A. Oktavia/Monang Sitohang)

Ini sambutan Kepala Balai BRSODH “Bahagia” di Medan, Sri Wibowo saat kedatangan Direktur RTS dan KPO Kementerian R.I di acara HAS. (Foto: Ist)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *