Connect with us

Kabar

Bahas Climate Change, Menag: Kita Akan Susun Khutbah tentang Jaga Lingkungan

Published

on

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Kemenag)

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan komitmennya untuk mendorong kesadaran kolektif terhadap isu perubahan iklim. Dalam diskusi Climate Bridge Series with Islamic Leaders yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Menag Nasaurddin mengungkapkan bahwa pemerintah akan menyusun materi khutbah khusus untuk mendorong umat Islam menjaga lingkungan.

“Kita minta koleksi ayat-ayat dan hadistnya tadi yang berkenaan dengan perintah menjaga lingkungan, nanti kita bikin khutbah Jumat untuk satu tahun,” kata Menag Nasaruddin, Rabu (18/12/2024).

Menag Nasaruddin mengungkapkan pengalamannya mengunjungi berbagai pusat keagamaan di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, untuk mendalami isu ini. “Kami ingin mencoba membantah LSM (Lembaga Sosial Masyarakat) di Amerika yang mengatakan umat dari agama-agama Samawi sebagai penyebab rusaknya lingkungan alam,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa setidaknya terdapat tiga buku yang menuding bahwa agama Islam, Yahudi, dan Kristen itu sebagai salah satu faktor penyebab rusaknya alam. “Karena ada ayat-ayat di tiga agama ini yang menyebutkan manusia itu sebagai superioritas. Kita dalam Islam, ayat 30 surah al-Baqarah, 5 ayat kemudian yang menjadikan manusia itu sebagai khalifah. Dan ayat lain, ada banyak ayat,” terang Menag Nasaruddin.

“Kami tundukkan kalian apa yang di langit dan apa di bumi,” ujarnya mengutip isi kitab Suci Al-Quran

“Jadi manusia itu mengaggap seperti punya SIM untuk mengeksploitasi alam semesta ini tidak perduli batas dari hukumnya sendiri. Jadi menganggap ada SIM, ada surat izin SIM untuk mengeksploitasi alam semesta ini,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pada agama samawi lain yaitu Yahudi dan Kristen juga memiliki ayat serupa. “Ternyata juga di Yahudi sama. Kitab perjanjian lama yang kita katakan seperti kitab genetik, ada 3 pasal di situ. Kemudian juga kitab Kristen, kitab Mazmur juga ada,” ucap Menag Nasaruddin.

“Kami selama 2 bulan, membedah semuanya tentang ayat-ayat Yahudi. Bahkan kita sampai membongkar Talmud. Talmud itu kitab tafsirnya Taurat, di pusat religius di New York. Kemudian juga saya di pusat studi Katolik di Katedral terbesar di Amerika, di New York,” tambahnya.

Menag Nasaruddin juga menjelaskan mengenai syariat agama Islam. “Syariat Islam itu kan ada 5 ya, memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, kemudian juga melihara keturunan, dan yang kelima melihara harta. Nah kita tambahkan satu objektifnya, memelihara lingkungan. Jadi ini bisa menjadi legitimasi untuk melahirkan hukum-hukum operasional nanti ke bawah,” kata sosok yang juga merupakan Imam besar Istiqlal ini.

Turut hadir para tokoh penting, Ketua dan pendiri FPCI Dino Patti Djalal, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, Majelis Ulama Indonesia Hayu Prabowo, Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Azrul Tanjung, dan lain-lain.***/mel

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement