Hardiknas, Menag Dorong Sinergi Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkarakter

JAYAKARTA NEWS – Penguatan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berakar pada nilai karakter. Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, upaya menghadirkan pendidikan bermutu tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak.

“Pendidikan adalah ikhtiar bersama. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat memiliki peran yang saling menguatkan untuk memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan yang berkualitas,” ujar Menag pada Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Menag menilai tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, merefleksikan pentingnya membangun kolaborasi yang lebih luas dalam memperkuat sistem pendidikan nasional. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus membentuk manusia yang memiliki integritas, kepekaan sosial, dan fondasi moral yang kuat.

“Pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter, etika, dan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

Menag juga menyoroti kontribusi penting pendidikan agama dan keagamaan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Ia menyebut madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai ruang strategis untuk menanamkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak.

“Lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan pendidikan karakter menjadi semakin relevan di tengah perkembangan zaman yang bergerak cepat dan tantangan sosial yang semakin kompleks. “Ilmu harus melahirkan manfaat. Pendidikan perlu membangun kecerdasan yang berpijak pada nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” tegasnya.

Menag mengajak seluruh elemen bangsa terus memperkuat kerja sama dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka, inklusif, dan memberi ruang tumbuh yang optimal bagi seluruh anak Indonesia. “Mari terus belajar, berkolaborasi, dan memastikan pendidikan Indonesia semakin maju serta menjangkau semua,” pungkasnya.***/mel

Menag Kedatangan Dubes Palestina, Bicara Persaudaraan Dua Negara

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menerima audiensi Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, di ruang kerjanya, Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (13/4/2026). Pertemuan ini tidak hanya menjadi simbol diplomasi antar negara, tetapi juga mempertegas ikatan persaudaraan yang mendalam antara kedua bangsa.

Dubes Al-Sattari menyampaikan apresiasi atas dukungan yang konsisten dari pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap Palestina. Ia menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Palestina telah melampaui batas-batas formal diplomasi.

“Terima kasih Menteri Agama untuk pertemuan hari ini. Hubungan kita bukan secara diplomatik semata, hubungan kita sudah seperti saudara, bahkan melebihi saudara,” ujar Dubes Al-Sattari.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memaparkan visinya mengenai pengelolaan dana umat yang sangat besar di Indonesia sebagai instrumen kesejahteraan dan kemanusiaan. Menag menekankan bahwa jika dikelola dengan profesional dan holistik, dana umat dapat menjadi kekuatan besar untuk membantu sesama.

Menag mencontohkan ekosistem perputaran dana umat di Masjid Istiqlal. Menurutnya, partisipasi umat sangat besar. “Potensi dana umat kita sangat luar biasa. Ini adalah modal sosial sekaligus spiritual yang kuat,” papar Menag.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus memperkuat kolaborasi, tidak hanya dalam bentuk dukungan moral, tetapi juga melalui aksi-aksi kemanusiaan yang lebih terukur dan berkelanjutan.***/mel

Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi, Menag: Satu Bumi, Satu Keluarga

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan merawat harmoni di tengah keberagaman.

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia maupun pribadi, saya menyampaikan Selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, dikutip dari Laman Kemenag, Rabu (18/3/2026).

Menurut Menag, perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa karena berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadan serta berdekatan dengan Idulfitri 1447 H. Ia menilai, pertemuan dua momentum keagamaan tersebut menjadi simbol kuat nilai kebersamaan lintas iman.

“Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga,” tegasnya.

Menag menjelaskan, tema tersebut menegaskan bahwa perbedaan bukanlah sekat, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan sebagai bangsa. Nilai itu, kata dia, juga tercermin dalam ajaran Catur Brata Penyepian yang dijalankan umat Hindu saat Nyepi.

Melalui Amati Geni, umat diajak memadamkan api dalam diri seperti amarah dan egoisme. Sementara Amati Karya menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari aktivitas fisik dan melakukan introspeksi.

Kemudian, Amati Lelungan mengajarkan untuk tidak bepergian, memberi kesempatan bagi alam untuk beristirahat dan memulihkan keseimbangan. Adapun Amati Lelanguan mendorong umat melepaskan hiburan duniawi demi menemukan kejernihan batin.

“Dengan menjalankan Nyepi, umat Hindu sesungguhnya sedang memberikan jeda kepada alam semesta. Jika kita memuliakan alam, maka alam pun akan memuliakan harkat kemanusiaan kita,” ujar Menag.

Menag optimistis, semangat Vasudhaiva Kutumbakam akan terus mendorong umat Hindu berperan aktif dalam menjaga kerukunan dan memperkuat kohesi sosial di Indonesia.

“Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi kita semua,” tandasnya.***/mel

Resmikan Masjid dan Gereja di Lebak, Menag Harap Banten Jadi Contoh Wilayah Toleran

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan Masjid Arrahman dan Gereja Bersama Citra Maja yang berdiri berdampingan di Kawasan Citra Maja, Lebak, Banten, Kamis (25/9/2025). Menag berharap kehadiran dua rumah ibadah ini menjadi simbol kerukunan serta menjadikan Banten sebagai contoh wilayah toleran di Indonesia.

Menag menegaskan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga bersama. Indonesia, katanya, merupakan salah satu negara paling majemuk di dunia, namun tetap mampu menjaga kedamaian.

“Tidak ada satu negara pun di kolong langit ini seberagam Indonesia. Namun demikian, kita tetap damai. Tugas kita adalah menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan rumah ibadah sebagai pusat perdamaian serta persatuan,” ujarnya.

“Hari ini kita meresmikan dua rumah ibadah, gereja dan masjid. Ini satu contoh pemandangan yang sangat indah, sangat menyejukkan di mana dua rumah ibadah berdiri berdekatan. Dan kita berharap juga masyarakat yang ada juga akan menjalin perhubungan dan kedamaian satu sama lain,” ucapnya.

Menag mengapresiasi masyarakat Maja yang mampu menghadirkan ruang kebersamaan bagi umat Islam dan Kristiani. Menurutnya, keberadaan masjid dan gereja di satu kawasan adalah teladan nyata bagi daerah lain. “Mari kita jadikan masyarakat Lebak, Banten, contoh toleransi. Jadi panutan bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menag berharap rumah ibadah tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga pusat kebudayaan yang menumbuhkan sikap saling menghargai. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan kecil.

“Kalau ada persoalan, mari kita perbaiki bersama. Jangan sampai membakar lumbung hanya untuk membunuh tikus. Kerukunan adalah kunci untuk mempercepat pembangunan bangsa,” tambahnya.

Menag juga menyinggung contoh harmonis Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta yang dihubungkan dengan Terowongan Silaturahmi serta area parkir bersama. Harmoni semacam ini, katanya, jarang ditemui di negara lain.

“Inilah Indonesia, negeri yang mampu menghadirkan keindahan dalam keberagaman. Kita patut bangga menjadi bangsa dengan tradisi toleransi yang kuat,” pungkasnya.

Menag menekankan, pemerintah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) akan terus memfasilitasi masyarakat dalam menjaga harmoni. Menurutnya, partisipasi seluruh umat beragama dalam pembangunan bangsa sangat penting. “Kalau kita gunakan bahasa agama, pembangunan itu juga bagian dari ibadah. Maka, mari kita jalani dengan semangat kebersamaan,” pungkasnya.***/mel

Menag Sapa Jemaah yang Akan Bertolak ke Arafah

MAKKAH, JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi jemaah haji Indonesia yang akan berangkat menuju Arafah. Kehadiran Menag disambut jemaah yang berebut berswafoto.

Menag menyapa ratusan jemaah yang berada di sektor 2, wilayah Syisyah, Makkah, Rabu (4/6/2025). Mereka disambut dengan gembira oleh jemaah dari Makassar, Banten, Maluku dan lainnya.

“Boleh minta foto Pak Menteri,” pinta jemaah.

Menag pun memenuhi permintaan jemaah, kendati cukup berdesak-desakan. Menag juga mengecek jemaah yang sudah naik ke bus, memastikan mereka sudah siap berangkat ke Arafah.

Berdasarkan jadwal, lebih dari 200ribu jemaah haji Indonesia diberangkatkan menuju Arafah mulai hari ini Mereka diantarkan ke Arafah secara berangsur mulai pukul 06.00 hingga pukul 21.00 WAS. Diharapkan, seluruh jemaah sudah tiba di Arafah secara keseluruhan pada malam hari, sembari mempersiapkan diri dengan bermalam di tenda Arafah, untuk persiapan wukuf esok hari.

Persiapan Jemaah

Puncak haji yang tiba esok hari ini adalah waktu yang dinanti-nanti oleh jemaah. ​​​​​​​Salah satu jemaah asal Makassar, Ariyani ikut berangkat dalam rombongan bus. Ariyani tampak bahagia dan terharu, akhirnya bisa mencapai puncak haji, yaitu menunaikan ibadah wukuf di Arafah, Muzdalifah dan mabit Mina.

“Rasanya senang sekali akhirnya tiba waktu puncak haji,” kata Ariyani.

Untuk ibadah Armuzna ini, Ariyani mengaku telah menyiapkan sejumlah bekal, antara lain pakaian, makanan, dan yang paling penting adalah doa. “Doa yang mau saya mohonkan kepada Allah saat wukuf, supaya saya dan keluarga diberikan keselamatan dunia akhirat. Dan juga Indonesia semoga menjadi negara yang maju dan sejahtera,” kata Ariyani.

Kebahagian juga terpancar pada Kahrudin Ali, jemaah embarkasi Ujung Pandang yang bisa menunaikan haji bersama istrinya, Nur Hawaisah.

Tak muluk-muluk doa yang akan dipanjatkan oleh Kahrudin selain menjadi haji mabrur dan doa keselamatan untuk keluarga, umat Islam dan semua jemaah Indonesia. “Semoga jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan dan keselamatan, dan menjadi haji mabrur,” kata Kahrudin.

Pemberangkatan ini dipandu oleh petugas haji. Sebelum masuk ke dalam bus, mereka mendapatkan pembekalan dari petugas, salah satunya adalah Didi Hadian. Petugas Bidang layanan Lansia dan perlindungan jemaah ini meminta jemaah untuk menata niat berhaji. “Bersihkan hati, jernihkan pikiran. Kita berserah diri kepada Allah Swt. Kita berdoa secara khusyuk kepada Allah, menyampaikan doa-doa terbaik,” katanya.

3.000 Bus​​​​​​​

Sekitar 200ribu jemaah Indonesia ini diberangkatkan menuju Arafah dengan menggunakan 3.000 bus. Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni mengatakan, bus diberangkatkan sesuai dengan jadwal dari syarikah. Tiga gelombang keberangkatan tersebut yaitu pukul 06.00 – 11.00, pukul 11.30 – 16.00 dan pukul 16.30 – 21.00 WAS.

Mujib mengatakan, bus tersebut diatur oleh naqobah (perusahaan transportasi) dan dikoordinasikan dengan syarikah masyair. “Kita hanya menyusun skema pergerakannya saja,” kata Mujib.

Mujib mengatakan, naqobah bersama syarikah sudah menyiapkan skema mitigasi untuk kondisi di luar dugaan, yaitu penyiapan bus cadangan. “Kami juga bentuk tim penghubung jika terjadi hal-hal yang berada di luar kendali kita saat di lapangan,” ujarnya.***/mel

Presiden Prabowo, Demokrasi Indonesia Harus Khas

BOGOR, JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menghadiri puncak HUT ke-17 Partai Gerindra. Helat tersebut digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Sabtu (15/02/2025).

Selain dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, tampak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, para ketua umum partai politik, fungsionaris dan ribuan kader Partai Gerindra.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menyatakan bahwa demokrasi Indonesia harus khas. Menurutnya, tidak boleh seperti negara lain yang berantakan karena elite-nya tercerai-berai karena tidak mau bekerja sama. Hasilnya, meski negara tersebut kaya raya, namun tetap tidak bisa berbuat banyak.

”Negara walaupun kaya, negara walaupun luas, negara walaupun punya sumber alam yang luar biasa. Kalau elite-nya tidak bisa kerjasama.Tidak mungkin negara itu bisa berhasil,” katanya.

Karena itu, lanjut Presiden, demokrasi Indonesia harus khas. Setelah bersaing dalam pemilu, baik level nasional maupun daerah, semua harus bersatu.

“Kontestan yang menang dengan kontestan kalah harus bersatu,” tandas Presiden.***/mel

Imlek 2576 Kongzili, Menag: Semoga Indonesia Makin Maju dan Makmur

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, kepada umat Khonghucu dan warga bangsa yang merayakannya. Menag berharap Indonesia ke depan semakin maju dan sejahtera.

Imlek 2576 Kongzili diperingati bertepatan 29 Januari 2025. Menag mengajak warga yang merayakan untuk menjadikan Imlek 2576 tahun ini sebagai momentum memperbaiki diri, meluruskan hati, dan meneguhkan komitmen untuk terus mengambil peran dan kontribusi dalam pembangunan negeri.

“Semoga Indonesia makin maju, adil, makmur, dan sejahtera,” harap Menag di Jakarta, Selasa (28/1/2025).

“Gong He Xin Xi, Wan Shi Ru Yi. Selamat Tahun Baru Imlek, semoga berlaksa persoalan dapat teratasi,” sambungnya.


Menag mengapresiasi tema Perayaan Imlek Nasional tahun ini, yaitu: Perilaku Lurus Pemimpin akan Meluruskan Hati Seluruh Rakyat. Tema ini mengingatkan Menag pada salah satu pesan Presiden Prabowo bahwa ikan busuk dari kepalanya.

“Tema dan pesan ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya integritas dan keteladanan. Sebab, setiap kita adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya,” sebut Menag.

Menag juga mengajak umat Khonghucu dan umat beragama lainnya untuk mengamalkan ajaran agamanya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Sebab, jika umat beragama menjalankan ajaran agama dengan sebaik-baiknya, Menag yakin Indonesia akan semakin damai dan sejahtera.

“Semakin dekat kita dengan ajaran agama masing-masing, maka akan semakin dekat dengan agama lain. Karena semua agama itu banyak persamaannya, lebih sulit mencari perbedaan antara agama yang satu dengan lainnya,” sebut Menag.

“Semakin religius umat beragama, semakin kerukunan dan kedamaian umat akan terwujud,” sambungnya.***/mel

Imlek 2569 BE, Menag Tegaskan Kemerdekaan Umat Jalankan Ajaran Agama di Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa semua umat beragama di Indonesia merdeka untuk menjalankan ajaran agamanya. Hal ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada perayaaan menyambut Hari Raya Imlek 2569 BE/ 2025 M, di Auditorium Wihara Mahavira Graha Pusat, Jakarta.

“Mari kita menjelaskan ajaran agama sebaik-baiknya kepada umat. Kalau semua umat beragama menjalankan ajaran agama dengan sebaik-baiknya, maka Indonesia akan damai dan sejahtera,” kata Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Sabtu (25/1/2025).

“Semakin dekat kita dengan ajaran agama masing-masing, maka akan semakin dekat dengan agama lain. Karena semua agama itu banyak persamaannya, lebih sulit mencari perbedaan antara agama yang satu dengan lainnya,” sambung Menag Nasaruddin Umar.



Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa umat beragama itu belajar banyak kepada tokoh-tokoh yang difigurkan dalam agama. Misalnya, Nabi Muhammad Saw (Islam), Yesus (kristen), Buddha (Sidharta Gautama) dan agama lainnya.

“Dalam ajaran Agama Buddha, misalnya, di mana pun kita akan merasakan nirwana dan syurga. Engkau adalah Aku, Aku adalah Engkau. Kita datang untuk berbagi kasih dan kesejahteraan,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Perayaan Imlek Indonesian Buddhist Center Association yang mengusung tema ‘Menghidupkan Budi Pekerti di Era Digital’, ini dirangkai dengan pemberian Angpao Bingkisan Parcel Cinta Kasih sebanyak 4.000 bingkisan.

Tampak hadir Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media/Hubungan Masyarakat dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu, dan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan dan Kerjasama Luar Negeri, Gugun Gumilar, serta para pimpinan Buddhis di Indonesia.***/mel

Menag: Rumah Ibadah, Oase Menghidupkan Suasana Batin dan Religiusitas Masyarakat

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk menjadikan kawasan di Indonesia sebagai kota religi. Itu ditandai dengan kehadiran beragam rumah ibadah, baik masjid, gereja, pura, wihara, klenteng, dan lainnya.

Menurut Menag, kehadiran rumah ibadah sangat penting sebagai sarana umat menghidupkan suasana batin dan religiusitasnya.

“Rumah Ibadah bisa menjadi oase yang menghidupkan suasana batin dan religiusitas Masyarakat. Kalau perkampungan masyarakat tanpa rumah ibadah, nanti kita jangan jangan terasa kering,” ujar Menag usai menyapa umat Kristiani yang sedang merayakan Natal di sejumlah gereja di Jakarta, Selasa (24/12/2024).

“Karena bagi kita, begitu melihat rumah ibadah, hati kita terbuka, ingat pada Tuhan,” sambungnya.

Kehidupan perkotaan yang diwarnai gedung pencakar langit, kata Menag, tidak jarang mendorong orang untuk terjebak hanya pada urusan duniawi. Kehadiran rumah ibadah diharapkan bisa menjadi oase yang menyejukkan sekaligus mengingatkan umat tentang Tuhan dan kematian.

“Begitu lihat masjid, begitu lihat gereja, pura, vihara, klenteng, kita jadi ingat bahwa kita akan mati, lalu persiapan kita apa,” tuturnya.

“Jadi betapa perlunya ada suara-suara religi pada setiap (kawasan) penduduk,” tandasnya.

Menag juga mengajak umat mensyukuri nikmat kerukunan dan kedamaian Indonesia, meski sangat heterogen. “Ini menjadi kebanggaan kita bahwa kita boleh berbeda-beda suku bangsa, bahwa perbedaannya sangat banyak tapi kita bisa hidup rukun. Inilah indahnya lukisan Tuhan,” sebutnya.

“Mari terus perkuat toleransi, kesediaan kita untuk menerima kenyataan yang berbeda dengan diri kita,” tandasnya.***/mel

Selamat Natal 2024, Menag: Tebar Cinta Kasih, Kuatkan Bangunan Kemanusiaan

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan Selamat Merayakan Natal 2024 kepada umat Kristiani. Menag juga menyampaikan selamat menyambut Tahun Baru 2025 bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Mari terus menebar cinta kasih dan menguatkan bangunan kemanusiaan,” terang Menag di Jakarta, Sabtu (24/12/2024).

Natal 2024 mengangkat tema “Marilah sekarang kita pergi ke Bethlehem”. Tema ini membawa pesan tentang kesetiaan dan kesediaan dalam mengikuti panggilan Tuhan.

Menurut Menag, tema ini sejalan dengan semangat Kementerian Agama untuk mendorong umat mengamalkan ajaran agamanya. Sebab, semakin lekat umat dengan ajaran agamanya, maka dunia akan semakin damai dan rukun. Sebaliknya, semakin berjarak antara umat dan ajaran agamanya, banyak risiko kerusakan baik manusia maupun alam raya yang akan terjadi.

“Mari jadikan perayaan Natal 2024 momentum membumikan ajaran agama dalam semangat cinta kasih kemanusiaan. Cinta kasih akan membawa kedaimaian dan kerukunan yang menjadi prasyarat pembangunan. Ini adalah kontribusi besar umat beragama bagi kemajuan Indonesia,” pesannya.

Menyambut tahun baru 2025, Menag juga mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan refleksi, kontemplasi, dan evaluasi atas perjalan kehidupan setahun yang lalu. Dari situ, diharapkan tumbuh semangat baru dan optimisme dalam menatap kehidupan di tahun mendatang.

“Mari terus menjadi pribadi yang terus bertumbuh untuk kebaikan. Sebab, sebaik-baik kita adalah yang hari ini lebih baik dari masa lalu dan terus melakukan perbaikan untuk kehidupan mendatang,” sebutnya.

Selamat merayakan Natal 2024 dan tahun baru 2025!***/mel