“Warna Indonesia”, dari Depok untuk Indonesia

 “Warna Indonesia”, dari Depok untuk Indonesia
Paduan Suara Adiswara Gadjah Mada, para alumni UGM perform di Pesona Square Depok. (foto: ist)

Jayakarta News – Minggu sore, 18 Agustus, rasanya tidak berlebihan jika dikatakan hati ini penuh dengan kebanggaan. Bangga menjadi bagian dari 240 an juta jiwa di Indonesia. Bangga menjadi bagian dari seribuan lebih suku bangsa di Indonesia. Bangga menjadi bagian pemeluk agama dari enam agama yang sah di Indonesia. Bangga mempunyai beragam budaya dan adat istiadat di negara ini. Rasa bangga ini muncul saat menyaksikan pentas seni dan budaya yang diusung Komunitas Warna Indonesia di Pesona Square Depok.

Komunitas ini adalah kelompok masyarakat Depok terdiri dari para alumni universitas di Indonesia ini. Sesuai namanya, Warna Indonesia, komunitas ini mengetengahkan acara yang berisi beragam kebudayaan di Indonesia dalam rupa nyanyian dan tarian. Semua yang disuguhkan tidak semata hiburan, tetapi merupakan suatu edukasi. 

“Sita” Laksitowati dan Winarna Marmasiswaya

Dengan tema “Bersatu Dalam Kebinnekaan, Harmoni Dalam Keberagaman”, Ketua Komunitas Warna Indonesia, Winarna Marmasiswaya menjelaskan, melalui acara ini ingin disampaikan bahwa masyarakat Depok harus menjaga dan melestarikan budaya Indonesia. Acara ini juga merupakan peringatan akan Kemerdekaan RI ke-74. Menurut alumni UGM, Fakultas Imu Budaya, Jurusan Arkeologi ini, memperingati kemerdekaan dengan acara pentas budaya ini akan membuat masyarakat kembali diteguhkan untuk tetap bersatu dan mencintai negara yang beragam budayanya.  

“Kami ingin memperkuat rasa kebangsaan melalui interaksi budaya antar kelompok masyarakat dan pomosi budaya kepada masyarakat kota depok pada umumnya agar masyarakat kota depok dapat mengenal secara dekat warna ragam budaya di Indonesia,” jelas Winarna kepada Jayakarta News.

Sementara itu, Laksitowati yang juga bagian dari Komunitas Warna Indonesia, menjelaskan, bahwa anak-anak muda saat ini banyak yang tidak mengenal dan mengerti kebudayaan di Indonesia. Karena itu, melalui komunitas ini edukasi lebih diarahkan kepada anak-anak muda. “Agar mereka mengenal budayanya dan mencintainya. Kita mulai dari Depok,” ujar  wanita yang akrab dipanggil Sita ini.

Menurut Sita, saat ini, sudah sulit menemui anak-anak yang mengerti bahasanya. Karena itu, sangat penting bagi anak-anak untuk belajar bahasa. “Bukan hanya bahasa asing, tetapi juga penting belajar bahasanya sendiri,” tutur alumni UGM ini, Fakultas Sastra, Jurusan Antrpologi. 

Memperingatai Kemerdekaan dengan pentas seni dan budaya dari Komunitas Warna Indonesia, patut diacungkan jempol. Kemeriahan acara sangat terasa dengan suguhan lagu dan tari, asli Indonesia. Seperti Tari Pendet dari Bali, Tari Titirah dari Jawa Barat, Tari Yapong dari Betawi, Tari Cik Cik Periuk dari Kalimantan Barat. Apalagi diwarnai baju-baju daerah dan kebaya warna warni semakin meriah ketika sama-sama mengakhiri acara dengan Flash Mob Maumere. (melva tobing)

Anggota Komunitas Warna Indonesia, masyarakat Depok, para Alumni Perguruan Tinggi di Indonesia menyajikan  pentas budaya dengan tema:  “Bersatu dalam Kebhinekaan, Harmoni dalam Keberagaman” di  Pesona Square, Depok, Jawa Barat, Minggu (18/8)
Para wanita cantik dalam balutan pakaian adat dan kebaya warna warni. (foto: ist)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *