Tetap Waspada Covid, Kenaikan Kasus Terjadi di Jepang dan Taiwan serta Adanya Varian Mengkhawatirkan Ba.4 dan Ba.5

 Tetap Waspada Covid, Kenaikan Kasus Terjadi di Jepang dan Taiwan serta Adanya Varian Mengkhawatirkan Ba.4 dan Ba.5

Ilustrasi– Disiplin Protokol Kesehatan– foto cottonbro/pexels.com

JAYAKARTA NEWS— Meski kondisi Covid-19 di Indonesia tengah melandai, namun pemerintah meminta agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan Prokes ketat khususnya ketika berada di ruang public.

Kewaspadaan juga dilakukan pemerintah, di antaranya dengan tetap memberlakukan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sebagai instrument pengendalian Covid-19.

Demikian disampaikan Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (10/5/2022) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Sebagai informasi, kondisi nasional saat ini, rawat inap pasien Covid-19 menurun 97%, tingkat hunian tempat tidur RS hanya 2%, kasus kematian menurun hingga 98% dan positivity rate terus menurun hingga berada di angka 0,7%.

Meski kondisi membaik, namun kewaspadaan harus ditingkatkan karena terjadi kenaikan kasus di sejumlah negara seperti Jepang dan Taiwan. Serta adanya varian baru seperti Ba.4 dan Ba.5 di Afrika Selatan yang umumnya dikhawatirkan, adanya varian baru dapat menjadi pemantik gelombang kasus baru.

Berkaca pada kondisi Covid-19 secara nasional dan global, lanjut Wiku, perlunya strategi pada fase baru Covid-19 yang dapat dilakukan saat ini. Pertama, hidup berdampingan dengan Covid-19. Secara bertahap mengurangi pembatasan aktivitas yang secara bersamaan mendorong terbentuknya perilaku yang lebih sehat dan aman.

Kedua, melindungi lebih optimal populasi berisiko. Misalnya dengan menggencarkan cakupan vaksin sesuai prioritas kelompok rentan dan menyusun strategi testing yang lebih spesifik atau target testing.

Ketiga, mempertahankan resiliensi. Contohnya konsistensi melakukan surveilans dan menyusun rencana kontijensi untuk vaksinasi, atau testing massal jika keadaan darurat kembali terjadi.

Keempat, meningkatkan inovasi berdasarkan pembelajaran selama pandemic Covid-19. Pengelolaan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan harus semakin massif untuk upaya deteksi dan pencegahan maupun pengobatan penyakit menular lainnya.

Maka dari itu, dengan implementasi upaya yang baik oleh seluruh elemen masyarakat secara global maka gelombang baru Covid-19 tidak akan muncul kembali. Namun jika strategi ini tidak mampu dijalankan, maka perlu adanya kerelaan untuk kembali menjalani pengetatan aktivitas demi keselamatan dan kesehatan bersama.

Perlu diketahui, belajar dari pandemi Covid-19, dibutuhkan kerjasama pentahelix yang bersifat multinasional dalam mencegah pandemi yang berpotensi terjadi di masa depan dengan pendekatan aspek yang komprehensif yaitu kesehatan manusia dan aspek lain yang bersinggungan seperti kesehatan hewan dan lingkungan.***/ebn

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.