Startup: Pesan Sol Dalam, Berhenti Beli Sepatu Mahal

 Startup: Pesan Sol Dalam, Berhenti Beli Sepatu Mahal

 

 

CERDAS dan cermat! Inilah salah satu syarat bagi keberlangsungan hidup sebuah startup. Sebuah startup melihat celah yang selama ini belum tergarap dalam bisnis sepatu olahraga, dengan mengambil ceruk kekhasan kaki masing-masing individu. Dengan teknologi yang dikembangkannya, startup ini pun mengajak konsumen untuk meninggalkan kebiasaan membeli sepatu lari nan mahal.

Mengapa membidik sepatu lari? Benar, berlari adalah salah satu aktivitas olahraga paling ekonomis di dunia. Olahraga ini tidak memerlukan apa pun kecuali  tubuh dan motivasi untuk berlari. Tetapi, masalahnya olahraga lari tanpa menggunakan alas kaki (sepatu), tentu akan menimbulkan persoalan. Bisa-bisa saat Anda berlari, terperosok ke lobang. Akibatnya bisa ringan, bisa juga fatal, seperti patah tulang metatarsal.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Kalau kita tengok harga sepatu bermerek untuk kebutuhan olahraga lari, harganya kalau orang Medan bilang ….”alamak mahalnya.!” Sudah didiskon pun kadang masih selangit harganya. Sudah begitu, tidak selamanya sepatu mahal juga nyaman dipakai untuk lari, karena ada persoalan pada sol dalam sepatu.

Sebuah startup India, Shapecrunch, ingin menjembatani persoalan yang banyak dihadapi konsumen, dengan mengalihkan fokus dari sepatu dan memindahkannya ke apa yang ada di dalam sepatu. Ya, sol dalam adalah  lapisan bantalan di dalam sepatu, di mana kaki Anda bersandar. Shapecrunch membuat orthotic custom cetak 3D, yang berarti sol yang dibuat khusus. Percayalah, dengan cara ini  maka jauh lebih efektif dalam mengelola rasa sakit dan mencegah cedera daripada Anda membeli sepatu mahal.

“Seluruh industri ini tidak dibuat oleh dokter, ini dibuat oleh pemasar … Ketika sepatu hak tinggi dibuat, para dokter seharusnya maju dan mengatakan bahwa ini bukan sesuatu yang benar. Itu pemasaran, benar, Anda bisa melakukan apa saja dan menjual apa saja. Itu adalah sesuatu yang tidak kita sukai, ” kata Nitin Gandhi, salah satu pendiri Shapecrunch seperti dikutip  Gadgets 360 saat berbincang di Heal Institute, sebuah klinik pencegahan cedera olahraga di pinggiran kota Khar, Mumbai.

“Kami belum masuk ke hasil bagi orang yang mencari hal yang keren itu. Kami menjualnya terutama untuk orang-orang yang mencari hal yang fungsional dan kualitas yang sangat baik juga oleh para profesional dan dokter. Kami menjualnya sebagai alat kesehatan. ”

 

Menurut Gandhi,  orang lebih baik  berinvestasi untuk  sepasang sepatu lari yang terjangkau dan mendapatkan sepasang sol sepatu custom-made Shapecrunch daripada menghabiskan Rp 1,9 jutaan  ke atas untuk sepatu lari, meskipun dia jelas memiliki minat untuk mengatakan itu.

Dia mengilustrasikan hal ini dengan menunjukkan bagaimana sol sepatu sebuah  produk dari merek terkenal yang harus dibeli dengan harga  lebih dari Rp 2,6 juta.  Tampak bahwa sol  Shapecrunch lebih tebal, dan memiliki banyak dukungan yang lebih jelas, dan bagian belakang miring ke bawah dari kiri ke kanan. Menurutnya, produk sol perusahaanya  disesuaikan untuk kebutuhan kaki seseorang, dan bukan sol sepatu yang diproduksi secara massal.

 

Dalam urusan sepatu ini, Shapecrunch mengambil bagaimana peran  medis dalam membuat orthotic dengan sangat serius. Untuk itu, startup ini  bekerja sama dengan beberapa dokter untuk menjadi penasihat medisnya, dan menjual solnya melalui klinik fisioterapi saja.

Begini cara kerjanya – Anda melakukan pemesanan melalui situs web Shapecrunch atau mendapatkan sol sepatu yang direkomendasikan melalui fisioterapis Anda. Maka Anda harus pergi ke salah satu lokasi fisioterapi yang tercantum di situs web Shapecrunch.

Di perusahaan lain,  untuk urusan sol dalam sepatu Anda, Anda harus mengikuti metode pengukuran dengan  membuat cetakan dengan memanfaatkan bahan gips. Memang manual.  Prosesnya membutuhkan waktu  30-45 menit. “Jika Anda menyelesaikan ini dari tiga orang yang berbeda, hasilnya bisa sangat berbeda, ” kata Gandhi.

Shapecrunch hanya memusatkan perhatian pada tiga gambar kaki untuk membuat orthotics khusus. “Salah satunya adalah gambar plantar. Itu dipetakan dengan sisi sepatu, ”lanjutnya.

“Gambar kedua dari samping. Kami memeriksa berapa banyak lengkungan yang diperlukan. Juga titik awal, titik akhir, semuanya. Kemudian kita memiliki gambar belakang dari tempat kita melihat berapa banyak penyimpangan yang ada (di bagian tumit). Kami telah memutuskan beberapa batasan untuk lengkungan, dll.

”Perusahaan kami juga menyediakan alat pengukur kaki untuk ahli fisioterapi, agar mereka mendapatkan ukuran sepatu yang tepat dan lebar kaki yang diukur.

Fisioterapis kemudian akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang cedera dan rasa sakit, dan mengisi selembar dengan semua detail. “Sol dalam yang biasanya kamu bisa pakai apa saja. Informasi  medis harus berasal dari para profesional. Ya, dari orang-orang yang tahu apa masalahnya di kaki dan bagaimana cara memperbaikinya, ” kata Gandhi.

“Mereka harus mengunggah area nyeri dan berapa intensitas nyeri,” tambahnya. “Lalu Anda  juga harus menyebutkan hal yang sama di kaki yang lain. Nyeri kaki sebenarnya bisa sampai ke lutut Anda. Kami meminta semua hal dalam resep itu dan dokter mengunggah gambar di aplikasi. ”

 

Lembar tersebut  berikut foto-fotonya kemudian dikirim ke Shapecrunch melalui aplikasi, dan perusahaan mulai bekerja untuk merancang sol sepatu Anda. Timnya memeriksa semua data dan menindaklanjuti dengan ahli fisioterapi, jika ada yang hilang. Jika semuanya baik, sol dalam sepatu Anda dikirim ke  pencetakan 3D, dan siap dalam waktu empat jam. Setelah itu, dikirimkan kepada Anda.

Ada dua varian sisipan, satu untuk sepatu formal dan satu untuk sepatu olahraga. Shapecrunch menawarkan garansi enam bulan dan merekomendasikan agar Anda membeli insert baru ketika Anda mengganti sepatu Anda.

Produk Shapecrunch tersedia secara global dan memiliki kantor di India, AS, dan Singapura. Di India sepasang sol sepatu berharga Rp 700.000 dan harga untuk ini di atas Rp 2,9 juta di pasar lain. Gandhi mengatakan perbedaan ini terjadi  karena pasar sangat baru lahir di India dan bahwa produk serupa di luar negeri harganya lebih dari $ 500.

“Perbedaan harga sangat sederhana. Di sana industri ini, orthotic, harganya  di atas $ 500. Kemarin saya bertemu dengan seorang pria dari AS yang mengatakan,  ‘harganya hanya perlu $ 200? ‘,” kata Gandhi. Yang harus dikejar Gandhi adalah, bagaimana proses produksinya tidak memakan waktu lama sebagaimana dilakukan di Amerika.

Apabila Anda ingin mengorder sol dalam sepatu khusus seperti ini, Anda bisa datang ke Singapura atau ke India langsung. Sejauh ini perusahaan ini belum membuka cabangnya di Indonesia.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *