Senator Bali Enggan Jadi Pengkhianat

 Senator Bali Enggan Jadi Pengkhianat
Narasumber dan moderator saat berlangsung Dialog Kebangsaan Kahmi Badung di Denpasar, Kamis (31/10). (foto: syam k)

Jayakarta News – Sumpah jabatan sebagai wakil rakyat Bali di kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah dilakoni H. Bambang Santoso. Senator DPD Dapil Bali ini enggan menjadi pengkhianat. Hal itu ditegaskannya saat menjadi narahubung Dialog Kebangsaan Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Kabupaten Badung, Provinsi Bali, di Kantor DPD Perwakilan Bali di Denpasar, Kamis (31/10/2019).

Bambang mengungkapkan, ajaran agama apapun mengandung perintah ketaatan terhadap sumpah yang telah diikrarkan tiap orang. “Agama mengajarkan sumpah tak boleh dilanggar. Pelanggarnya disebut pengkhianat,” jelasnya.

Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober disinggungnya sebagai salah satu sejarah monumental perjalanan bangsa ini. Namun, peringatan momen bersejarah tersebut diharapkan tak hanya bersifat ritual tahunan semata.

“Apalagi, kenyataannya kita dihadapkan pada ancaman kapitalisme. Juga ada sikap yang masih menajamkan perbedaan suku secara berlebihan,” imbuhnya.

Bambang meminta tiga ciri pemuda harus terus digelorakan di era kekinian. Ketiga ciri pemuda tersebut, adalah speed, power, dan kreatif,” katanya.

Narahubung lainnya, pengamat politik Undiknas Dr.  Nyoman Subanda, menyoroti tantangan revolusi industri 4.0 terhadap kaum muda.

“Kita sedang menghadapi budaya multikultural. Kita bisa belajar budaya dari dunia luar. Namun orang luar juga bisa dengan cepat belajar budaya kita,” singgung Subanda.

Derasnya budaya multikultural masuk dan merasuki pikiran dan pandangan masyarakat di Tanah Air, disebabkan dengan pesatnya perkembangan informasi dan teknologi seperti media sosial sehingga memunculkan wabah bersama, seperti berbagai penyakit dari berbagai belahan dunia juga bisa masuk ke Indonesia.

Demikian juga, kondisi di era sekarang ini melahirkan masyarakat seperti teralienasi, terpinggirkan, oleh teknologi yang diciptakan sendiri.

Untuk itu, Subanda mengingatkan kaum muda, tetap berpijak kepada nilai-nilai budaya dan sosial yang dibangun bangsa ini sejak lama seperti pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan sebagaimana digaungkan dalam Sumpah Pemuda tahun 1928.

Ketua KNPI Bali Nyoman Gede Antaguna juga ikut menyoroti masalah dan tantangan kaum muda. Kalangan mahasiswa dan aktivis pemuda dari lintas organisasi di Bali menghadiri dialog kebangsaan ini. (syam kelilauw)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *