• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Purna Yudha Jakob Oetama

Purna Yudha Jakob Oetama

September 10, 2020
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, October 25, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Purna Yudha Jakob Oetama

by admin
September 10, 2020
in Feature, Kolom
0
Purna Yudha Jakob Oetama

Jakob Oetama (2009). (foto: roso daras)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan Roso Daras

Jayakarta News – Sebagai wartawan, saya tidak seberuntung teman-teman yang pernah atau masih bergabung di kelompok Kompas Gramedia. Tapi rasa duka cita yang sangat dalam, sungguh menusuk perasaan, demi mendengar warta lelayu Jakob Oetama, sosok manusia “Kompas”, Rabu (9/9/2020).

Dari pertemuan yang tak lebih dari bilangan jari, sudah mampu melekatkan kharisma Jakob Oetama jauh di lubuk hati. Itu terjadi saat mantan Pemred Harian Umum Jayakarta, Suryohadi, mengajak saya sowan almarhum.

Tujuan sowan adalah mewawancarai Jakob Oetama. Tepatnya, meminta testimoni Jakob Oetama atas sosok jurnalis senior lain, Aristides Katoppo yang sedang kami bukukan biografinya. Itu terjadi 13 Agustus 2009 pukul 10.00 WIB.

Serangkaian wawancara dengan Jakob Oetama –tanpa saya sadari—mengubah persepsi saya terhadap profesi jurnalis. Kesederhanaan ruang kerjanya di lantai 6 Gedung Kompas Gramedia, linier dengan kesederhanaannya.

Jurnalis senior yang saya anggap “empu” itu, masih tetap humanis, humble, dan inspiratif. Berbicara dengannya, selalu saja ada tekanan berat, yang membuat siapa pun, termasuk saya, harus membuka mata batin, mata hati, dan mata nalar. Tanpa melakukan itu, kisa bisa melewatkan sebuah wejangan maha penting dari seorang “suhu”.

Perlu usaha keras menyamakan “frekuensi” dengan seorang Jakob Oetama, agar kita bisa menangkap semua mutiara hikmah yang mengalir dari kedung hati yang bening. Sekalipun mengaku “mulai pikun”, faktanya, memori pria kelahiran Borobudur, Magelang (Jawa Tengah), 27 September 1931 itu masih bagus.

Ia masih lancar bertutur tentang hakikat jurnalis sebagai sebuah profesi. Ia masih runtut bertutur tentang keasyikan menjadi wartawan, karena setiap hari melakukan perang. Perang batin seorang wartawan, terjadi nyaris setiap hari.

Akan tetapi, melalui peperangan batin setiap hari itulah, profesi wartawan menjadi begitu menantang. Saya pribadi menyimpulkan, dalam urusan perang yang dimaksud, maka Jakob Oetama adalah seorang ksatria wijaya, yang kini bahkan sudah menjelma menjadi pertapa sakti.

Sambil menikmati alunan pitutur dan petuah Jakob Oetama, saya meramunya dengan bayang-bayang Sukarno. Sosok lain yang saya kagumi. Binar-bayang Sukarno seketika menari-nari di benak saya saat Jakob Oetama meriwayatkan kelahiran suratkabar paling bersinar di Indonesia, yang ternyata memiliki keterkaitan erat dengan sang proklamator.

Terus terang, topik “Kompas” dan Bung Karno, adalah “improvisasi” saya. Maksud hati, sekali mendayung, dua-tiga topik tulisan bisa saya dapat. Testimoni tentang Aristides Katoppo di satu sisi, dan testimoni tentang Bung Karno di sisi lain.

Materi tentang Aristides Katoppo saya dedikasikan untuk penyusunan buku. Materi tentang Bung Karno, saya niatkan untuk mengisi konten personal web (blog) saya: www.rosodaras.wordpress.com.

Di luar dugaan, Jakob antusias menyambut peralihan topik wawancara, dari Aristides Katoppo ke Bung Karno. Kisah itu pun kemudian saya tuang sebagai berikut:

Adalah dua nama: Jakob Oetama dan Petrus Kanisius (PK) Ojong, dua dedengkot pendiri Harian Kompas yang dikenal masyarakat. Dan tahukah Anda, di antara dua nama itu, Bung Karno konon lebih suka kepada Jakob Oetama. Karenanya, saat Harian Kompas terbit, Jakob-lah yang memegang kemudi redaksi. Sementara, PK Ojong berkutat di bagian tata usaha.

Sambung kisah antara Kompas dan Bung Karno, sejatinya memang cukup erat. Sebab, nama “Kompas” itu sendiri adalah nama pemberian Bung Karno. Tentu saja, kisahnya tidak sesederhana itu.

Bermula dari suatu kurun bernama tahun 1964, ketika Bung Karno meminta agar Partai Katolik membuat suratkabar. Perintah Bung Karno, langsung ditanggapi positif. Sejumlah tokoh Katolik seperti Frans Xaverius Seda, PK Ojong, Jakob Oetama, R.G. Doeriat, Policarpus Swantoro, dan R. Soekarsono mengadakan pertemuan dengan Majelis Agung Wali Gereja Indonesia (MAWI), Partai Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pemuda Katolik dan Perempuan Katolik. Pertemuan ini menyepakati pembantukan Yayasan Bentara Rakyat.

Yayasan itu diketuai Ignatius Joseph Kasimo (Ketua Partai Katolik), wakil ketua Frans Seda (Menteri Perkebunan Kabinet Sukarno), penulis I, F.C. Palaunsuka, penulis II, Jakob Oetama, dan bendahara PK Ojong. Dari yayasan inilah kemudian lahir harian Kompas.

Dari sumber informasi yang lain, didapat keterangan Frans Seda ihwal pesan Jenderal Ahmad Yani, agar harian Kompas dapat menandingi wacana yang dikembangkan PKI. Masih menurut Frans Seda, PKI tahu ihwal Kompas yang berpotensi menandingi PKI, maka dilakukanlah usaha penghadangan dan penggagalan penerbitan koran ini. Namun, karena Bung Karno sudah memberi izin, maka praktis upaya PKI sia-sia.

Setelah ada izin Bung Karno, yayasan Bentara Rakyat tidak segera bisa menerbitkan koran dimaksud. Sebab, ia harus pula mengantongi izin dari Panglima Militer Jakarta, yang waktu itu dijabat Letnan Kolonel Dachja. Sang Letnan Kolonel memberi syarat, izin keluar kalau Yayasan Bentara Rakyat mampu mendapatkan sedikitnya 5.000 tanda tangan warga sebagai pelanggan. Frans Seda mengutus para wartawan pergi ke NTT, sehingga syarat itu dengan mudah bisa dipenuhi.

Setelah semua siap, kembali Frans Seda melapor kepada Bung Karno. Kedudukannya sebagai menteri ketika itu, memang memungkinkan setiap saat bisa menjumpai Bung Karno. Saat bertemu, Frans Seda melaporkan kesiapan Yayasan Bentara Rakyat menerbitkan koran Katolik, seperti diminta Bung Karno.

Nama koran yang disodorkan kepada Bung Karno ketika itu bukan Kompas, melainkan koran Bentara Rakyat. Setelah mengernyitkan dahi sejenak, Bung Karno lantas mengusulkan agar nama itu diganti menjadi “Kompas” yang berarti penunjuk arah.

“Sabda pandita ratu”, pepatah Jawa. Bahwa titah raja adalah perintah. Bagaikan sebuah titah, maka sabda Bung Karno pun langsung diiyakan Frans Seda. Usul nama dari Bung Karno kemudian dirapatkan di Yayasan Bentara Rakyat. Tanpa perdebatan sengit, usul Bung Karno tadi langsung diterima, sehingga nama koran Bentara Rakyat dikubur, dan dimunculkanlah nama “Kompas” dengan tambahan tagline “Amanat Hati Nurani Rakyat”.

Koran ini terbit pertama kali pada 28 Juni 1965. Itu artinya, tiga bulan menjelang terjadinya ontran-ontran G-30-S. Pasca tragedi yang merenggut tujuh perwira terbaik TNI-Angkatan Darat, pamor Bung Karno redup atau diredupkan. Namun salah satu “warisan” nama, Harian Kompas, tetap bersinar. Sinarnya, menerangi jagat media Nusantara hingga hari ini.

Selamat jalan pak Jakob…. “Perang” sudah usai bagimu. Purna Yudha. Purna usia. Surga paripurna. Amin. (*)

Tags: bentara rakyatjakob oetamajakob oetama meninggaljayakartanews
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version