• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Perang Telah Berubah: Dari Konfrontasi Pasukan ke Serangan Presisi Jarak Jauh

Perang Telah Berubah: Dari Konfrontasi Pasukan ke Serangan Presisi Jarak Jauh

March 11, 2026
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

October 18, 2026
Doll Ghawiah: Mitos Boneka yang Meneror Keluarga di Bandung

Doll Ghawiah: Mitos Boneka yang Meneror Keluarga di Bandung

October 17, 2026
BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

October 17, 2026
KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

October 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 20, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Perang Telah Berubah: Dari Konfrontasi Pasukan ke Serangan Presisi Jarak Jauh

by admin
March 11, 2026
in Kabar
0
Perang Telah Berubah: Dari Konfrontasi Pasukan ke Serangan Presisi Jarak Jauh
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: MJP Hutagaol

Perang abad ke-21 tidak lagi selalu dimulai dengan derap pasukan di medan tempur, tetapi dengan koordinat target yang muncul di layar satelit, drone yang terbang tanpa awak, dan rudal presisi yang mampu menghantam sasaran dari jarak ratusan bahkan ribuan kilometer.

Perang pada abad ke-21 telah mengalami perubahan yang sangat mendasar. Jika pada masa lalu perang identik dengan konfrontasi langsung antara pasukan besar di medan tempur, maka pada era modern pola tersebut semakin bergeser.

Perkembangan teknologi militer, sistem persenjataan presisi, serta kemampuan intelijen yang semakin canggih telah mengubah karakter perang secara signifikan.

Dalam banyak konflik modern, kemenangan tidak lagi ditentukan oleh jumlah pasukan atau luas wilayah suatu negara. Sebaliknya, kemampuan untuk mengidentifikasi target strategis secara akurat dan menghancurkannya dari jarak jauh menjadi faktor yang semakin menentukan.

Serangan terhadap pusat komando militer, fasilitas nuklir, pangkalan udara, maupun tokoh penting dalam struktur pertahanan kini dapat dilakukan tanpa harus mengerahkan pasukan darat dalam jumlah besar. Perang modern semakin menunjukkan bahwa teknologi, informasi, dan presisi serangan menjadi elemen utama dalam menentukan hasil sebuah konflik.

EVOLUSI PERANG DARI MASA KE MASA

Dalam sejarah manusia, karakter perang terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi dan strategi militer.

Pada masa lalu, perang identik dengan konfrontasi langsung antara pasukan dalam jumlah besar.

Pertempuran berlangsung di medan terbuka dengan kekuatan utama berupa infanteri, kavaleri, serta persenjataan konvensional.

Perang Dunia I dan Perang Dunia II memperlihatkan bagaimana mobilisasi besar-besaran pasukan, tank, artileri, serta kekuatan udara menjadi faktor utama dalam menentukan kemenangan dalam konflik berskala global.

Pada masa tersebut, kekuatan militer suatu negara sering diukur dari jumlah pasukan, luas wilayah, serta kemampuan mobilisasi sumber daya manusia dalam jumlah besar.

Namun perkembangan teknologi militer secara bertahap mulai mengubah pola tersebut.
Masuknya teknologi rudal jarak jauh, sistem satelit, drone tempur, serta sistem pengawasan berbasis teknologi tinggi telah menciptakan paradigma baru dalam peperangan modern.

PERANG PRESISI DAN REVOLUSI TEKNOLOGI MILITER

Perang modern semakin ditandai dengan penggunaan teknologi persenjataan presisi yang mampu menghantam target dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Rudal jarak jauh, drone tempur, serta sistem senjata berbasis teknologi tinggi memungkinkan sebuah negara menyerang sasaran strategis dari jarak yang sangat jauh.

Serangan semacam ini tidak lagi membutuhkan pengerahan pasukan darat dalam jumlah besar seperti dalam perang konvensional.

Dengan dukungan sistem intelijen yang kuat serta koordinat target yang akurat, sebuah fasilitas strategis dapat dihancurkan hanya dengan satu atau dua serangan presisi.

Inilah yang membuat perang modern sering disebut sebagai perang berbasis presisi, di mana kualitas informasi dan teknologi menjadi jauh lebih menentukan dibandingkan jumlah pasukan.

CONTOH NYATA KONFLIK MODERN: ISRAEL, AMERIKA SERIKAT, DAN IRAN

Perubahan karakter perang ini dapat dilihat secara nyata dalam berbagai konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran memperlihatkan bagaimana serangan militer modern lebih banyak diarahkan pada target strategis dibandingkan konfrontasi langsung antara pasukan besar.

Sejumlah operasi militer dilakukan dengan serangan presisi yang menargetkan fasilitas militer, pangkalan rudal, serta pusat penelitian teknologi militer.

Dalam beberapa operasi tersebut, sejumlah komandan militer Iran dilaporkan tewas akibat serangan yang diarahkan secara spesifik pada lokasi tertentu yang sebelumnya telah dipantau melalui jaringan intelijen.

Selain itu, beberapa ilmuwan yang terlibat dalam program nuklir Iran juga menjadi target operasi yang bertujuan untuk memperlambat pengembangan teknologi strategis negara tersebut.

Serangan juga pernah diarahkan pada fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir Iran, yang dianggap memiliki nilai strategis tinggi dalam keseimbangan kekuatan di kawasan Timur Tengah.

Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa perang modern semakin mengarah pada strategi melumpuhkan pusat kekuatan lawan secara cepat dan tepat sasaran.

DAMPAK KORBAN DAN KERUGIAN KONFLIK

Konflik modern tetap menimbulkan korban jiwa serta kerusakan yang signifikan.

Dalam berbagai laporan internasional, korban jiwa dalam konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat mencapai lebih dari seribu orang, dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Selain korban manusia, berbagai fasilitas militer dan infrastruktur strategis juga mengalami kerusakan akibat serangan udara dan rudal jarak jauh.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas sipil yang berada di sekitar lokasi target militer.

Konflik ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi militer semakin canggih, dampak kemanusiaan dari perang tetap menjadi persoalan serius yang harus diperhatikan oleh masyarakat internasional.

KEKUATAN NEGARA TIDAK LAGI DITENTUKAN JUMLAH PENDUDUK

Perubahan karakter perang juga membawa konsekuensi terhadap cara memandang kekuatan suatu negara.

Jika pada masa lalu kekuatan militer sering diukur dari jumlah pasukan atau besarnya populasi, maka pada era modern ukuran tersebut tidak lagi sepenuhnya relevan.

Negara yang memiliki jumlah penduduk besar belum tentu memiliki kekuatan militer yang unggul jika tidak didukung oleh teknologi pertahanan yang memadai.

Sebaliknya, negara dengan wilayah relatif kecil namun memiliki kemampuan teknologi militer yang maju dapat memiliki kekuatan strategis yang sangat besar.

Oleh karena itu, dalam konteks perang modern, kemandirian teknologi pertahanan serta kemampuan mengembangkan sistem persenjataan canggih menjadi faktor yang sangat menentukan.

LIMA TITIK RENTAN DALAM PERANG PRESISI MODERN

Dalam strategi perang modern, terdapat beberapa jenis target yang biasanya menjadi sasaran utama serangan presisi.

Pertama adalah pusat komando militer dan pengambilan keputusan. Melumpuhkan pusat komando dapat mengganggu koordinasi dan strategi pertahanan suatu negara.

Kedua adalah pangkalan udara dan fasilitas militer strategis yang menjadi basis operasi kekuatan udara.

Ketiga adalah infrastruktur energi dan pelabuhan utama yang memiliki peran penting dalam stabilitas ekonomi dan logistik nasional.

Keempat adalah sistem komunikasi dan jaringan satelit yang menjadi tulang punggung koordinasi militer modern.

Kelima adalah ruang informasi dan media digital yang sering menjadi sasaran perang informasi dalam konflik modern.

PELAJARAN STRATEGIS BAGI INDONESIA

Perubahan karakter perang global memberikan sejumlah pelajaran penting bagi Indonesia.

Penguatan kemampuan intelijen menjadi faktor yang sangat penting dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman modern.

Selain itu, pengembangan teknologi pertahanan nasional perlu terus dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem persenjataan dari luar negeri.

Pertahanan udara yang kuat juga menjadi kebutuhan penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas.

Di sisi lain, penguatan kemampuan pertahanan siber juga menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman non-konvensional yang semakin berkembang.

PENUTUP

Perang abad ke-21 telah berubah secara fundamental. Konfrontasi langsung antara pasukan besar di medan tempur bukan lagi satu-satunya cara menentukan kemenangan.

Teknologi senjata presisi, kekuatan intelijen, penguasaan ruang siber, serta kemampuan mengendalikan informasi kini menjadi faktor yang semakin menentukan dalam konflik modern.

Negara yang mampu menguasai teknologi, membangun kemandirian industri pertahanan, serta memperkuat sistem intelijen nasional akan memiliki posisi strategis yang jauh lebih kuat dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman di masa depan.

Bagi Indonesia, memahami perubahan karakter perang bukan sekadar kajian akademis, tetapi merupakan bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan dan keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. (*)

Tags: Perang Timur Tengahperang tradisional versus perang modernserangan presisi jarak jauh
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version