Pelanggan Spa Lapor Polisi, Saat Pijat Disiarkan Langsung ke Pria Setengah Telanjang

 Pelanggan Spa Lapor Polisi, Saat Pijat Disiarkan Langsung ke Pria Setengah Telanjang

JAYAKARTA NEWS – Seorang pelanggan spa di China tengah, mengadu kepada polisi lantaran sesi pijatnya disiarkan secara langsung melalui sebuah smartphone kepada seorang pria setengah telanjang.

Wanita yang bermarga Li itu, saat pijat di Xiyue Life Spa di Wuhan, provinsi Hubei, China, kondisinya tengah telanjang dari pinggang ke atas. Ketika itu, hari Senin, dia menyadari ada yang tidak beres, saat menemukan ponsel yang menghadapnya di taruh di atas meja, demikian laporan Chutian Metropolis News.

Dia mengatakan telepon yang on dalam mode obrolan video live itu, tampak seorang pria yang telanjang dari pinggang ke atas, berada di ujung lainnya live video call. Li mengambil telepon tersebut dan kemudian berbegas memanggil polisi ke spa tersebut.

Ilustrasi suasana pijat di sebuah spa. (Foto: oasisdayspavt.com)

“Polisi mengumpulkan bukti dan menemukan obrolan video, dimulai ketika saya masuk ke ruang pijat itu. Petugas terkejut bahwa obrolan video berlangsung 33,33 menit. Kegiatan spa saya telah disiarkan secara langsung,” tulisnya di situs internet ulasan pelanggan, Dianping.com.

Li mengaku dirinya ditawari 20.000 yuan (Rp 42 juta) untuk tetap diam terkait dengan insiden ini, karena tukang pijat yang berusia di bawah 16 itu tidak dapat dianggap bertanggung jawab secara hukum atas intrusi. Tersinggung dengan cara spa menangani insiden itu, Li memutuskan untuk menerbitkan melalui akun media sosialnya.

Seorang eksekutif spa, yang bermarga Chen, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa tukang pijat itu seorang pekerja magang dan syutingnya tidak disengaja.

Dia mengatakan pegawai magang melanggar aturan dengan membawa telepon ke ruang spa dan mengobrol di video dengan seorang teman. Dia meletakkan telepon untuk dipijat Li dan melupakannya, sampai klien mendengar suara dari telepon.

Chen mengatakan spa dan Li tidak dapat mencapai kesepakatan, karena dia menuntut lebih banyak kompensasi daripada yang ditawarkan spa.

Sumber: South China Morning Post.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *