Pameran Seni Rupa Life is Beautiful

 Pameran Seni Rupa Life is Beautiful

Galery PERUJA, 18 Juni – 28 Juni 2022

JAYAKARTA NEWS – Harmonisasi dalam kehidupan ini selalu mengenal keseimbangan. Seperti berat ringan, lupa ingat, kosong isi dan lain sebagainya. Pasangan kata itu yang dapat menjadi tanda dalam harmoni hidup. Kekuatan dua kata saling mengisi dan membentuk kekuatan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing sesuai situasi dan kondisi.

Apakah kondisi itu? Telaah tentang kondisi akan menjadi wacana panjang dalam membentuk harmonisasi antara dua kata tersebut. Oleh sebab narasi ketika menelaah dua kata yang muncul menjadi reka narasi itu sendiri. Saat obyektivitas harus diperlihatkan dalam narasi tentu tergantung pada subyek yang membentuk narasinya.

Jika narasi yang hendak dimunculkan atau dijadikan reka narasi, dapat diambil pada peristiwa besar, seperti pandemi yang terjadi setahun lewat. Pada peristiwa penyebaran COVID 19 ini terlihat jelas, sakit sehat menjadi benturan sosial yang menunjukan angka dalam statistik yang berkelindan. Layaknya deret ukur. Bahkan kehidupan dan kematian dapat terlihat setiap saat.

Narasi di atas menjadi bagian Lukisan-lukisan yang terpajang di Galeri Peruja, Jl Ciputat Raya 10c, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Akan dipamerkan pada 18-28 Juni 2022, diikuti 37 pelukis. Pembukaan pameran akan dilaksanakan pada hari Sabtu 18 Juni 2022, Pukul 13.00, dan dibuka oleh Dr. Anna Sungkar M.Sn, seorang pegiat seni sekaligus kurator.

Narasi sehat sakit menjadi narasi kuat saat pandemi. Ditemukan obyektivitas ketika menjadikan sakit sebagai wacana, bahkan wacana kematian orang yang tidak sehat menjadi buah bibir. Hal yang paling unik digambarkan Syakieb Sungkar, melukis dengan judul “Ibu Sedang Sakit”. Lukisan dari hasil on the spot ketika Ibunya yang sedang sakit.

“Lukisan ini saya buat ketika Ibu yang sedang menderita dirawat di rumah sakit karena serangan COVID-19”, tegas Syakieb Sungkar, yang menjadi peserta pameran.

Realitas sakit dalam pelukisan Syakieb, menjadi eksistensial ketika pandemi berlangsung. Penyebaran COVID-19 meluas. Lukisan yang terpajang pada pameran lukisan dengan tema “Life is beautiful” memandang keseluruhan hidup adalah indah.

Apa yang ditampilkan adalah gambaran jiwa tentang kebahagiaan. Yang terlukis dalam kondisi sakit adalah bagian yang merangsek jiwa dalam gambaran utuh bahwa kebahagiaan itu harus diperjuangkan bukan gambaran indah, yang mudah dicapai. Tetapi nilai yang harus diperjuangkan. Begitu indah ketika memperjuangkan sakit menjadi sehat. Apalagi dikerjakan bersama dalam suatu masa: pandemi. Seperti membebaskan diri dari kesedihan. (pr)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.