Connect with us

Entertainment

Nyanyi Sunyi dalam Rantang: Garin Prihatin Keputusan Janggal di Pengadilan

Published

on

Garin Nugroho : prihatin (foto kpk)

JAYAKARTA NEWS— Korupsi soal serius, di tangan Garin Nugroho jadi fun. Politik jadi lucu. Kasus keputusan janggal di pengadilan  yang komedi jadi tragedi.

“Saya prihatin melihat kasus korupsi yang marak hampir tiap hari. Korupsi sudah jadi budaya di republik ini,” cetus sineas Garin Nugroho ketika meluncurkan film ‘Nyanyi Sunyi dalam Rantang’ di CGV GI, Jakarta, baru-baru ini.

Diinisiasi oleh KPK, Stranas Pencegahan Korupsi dan Depdagri, film ini mengisahkan janggal dan pincangnya keputusan vonis di pengadilan.

Rakyat kecil jadi korban dan mendekam di penjara. Hukum hanya menyentuh yang dibawah tapi tumpul ke  atas.

Kasus Sengkon dan Karta, Marsinah, wartawan Udin di Jogja, tragedi Tanjung Priok dan masih banyak lagi berjumpalitan di negara kita dan keputusannya kita semua sudah mafhum.

Della Dartyan : berkecamuk (foto padipadi)

Garin dengan lihai dan apik memvisualkan kasus-kasus hukum yang melibatkan wong cilik.

Seorang nenek dituduh mencuri buah cacao dan dihukum setahun di pengadilan. Padahal si nenek hanya memungut di tanah adat.

Puspa (Della Dartyan), pengacara muda menghadapi berbagai kasus penyerobotan tanah adat dan kolusi di depan matanya. Pikirannya berkecamuk ketika ia melihat seorang wanita makan tanah dan suaminya dipenjara.

Berbagai cobaan menerpa dirinya. Kakaknya, Krisna yang bekerja di NGO (lembaga swadaya masyarakat) ditekan preman yang disuap taipan yang ingin mengamankan bisnisnya.

“Saya mencoba menggambarkan bagaimana beberapa individu penegak hukum yang rentan akibat praktik kolusi antara pengusaha dan oknum pejabat. Di film ini, Puspa berjuang menegakkan keadilan dari laku yang berujung praktik kotor,” urai Garin.

Berhasil ?

Bekerjasama dengan Garin Workshop dan Padi Padi Creative, film ini berupaya memvisualkan praktik keji keputusan pengadilan dari tangan-tangan kotor dan merajalelanya kolusi.

“Meski berat, saya percaya masih ada setitik sinar terang di ujung terowongan nan gelap. Republik dan publik sedang menuju ke sana : kejujuran dan keadilan,” harap Garin.

Film ini diperkuat oleh penampilan Della Dartyan, Arswendi Bening Swara, Fajar Suharno, Alex Suhendra, Agus Becak, Nunung Rieta, Minten dan Mirkoen Awali.

Nyanyi Sunyi dalam Rantang atau ‘Whispers in the Dabbas’ telah diputar di FF Rotterdam dan mendapat applause di sana.

Ternyata, tidak hanya 4 kasus hukum seperti di film ini yang dicuatkan Garin.

Masih banyak puluhan bahkan ratusan kasus janggal yang dipetieskan, dikongkalikongi dengan oknum pengadilan dan diselesaikan secara ‘adat’ oleh mafia-mafia pengadilan ! (pik)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement