Feature
Mengenal “Khuruj” di Jamaah Tabligh
Di kalangan Jamaah Tabligh, khuruj (keluar) merupakan amalan inti untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Aktivitas ini mensyaratkan seseorang untuk meninggalkan rutinitas duniawi dan bermusafir dalam jangka waktu tertentu, mulai dari 3 hari, 40 hari, hingga 4 bulan, sesuai dengan kualifikasi dan kesanggupannya.
Selama khuruj, para jamaah menjalani kehidupan sederhana, ada yang mengandalkan sokongan dari masyarakat, tapi banyak juga yang menggunakan uang pribadi.
Fokus utamanya adalah dakwah bil-hal (dakwah melalui perbuatan) dan dakwah bil-lisan (dakwah melalui lisan).
Mereka melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, masjid ke masjid, untuk mengajak pada kebaikan (amar ma’ruf) dan mengingatkan untuk menjauhkan diri dari kemungkaran dengan cara yang lembut.
Jaringan dakwah mereka bersifat global, tidak terbatas dari dalam negeri hingga ke berbagai penjuru dunia.

Gerakan Jamaah Tabligh, yang berpusat di Nizamuddin, India, telah tumbuh menjadi salah satu gerakan dakwah akar rumput terbesar di dunia.
Pengikut jutaan orang, menyebarkan pesan universal untuk mengingat Allah dan memperbaiki diri.
Jamaah Tabligh secara prinsip berlandaskan paham Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Dalam praktik dakwahnya, mereka dikenal sangat toleran dan tidak mempersoalkan perbedaan mazhab atau aliran Islam tertentu.
Fokus mereka adalah mengajak setiap muslim untuk kembali menjalankan kewajiban agamanya, terutama shalat dan ibadah sehari-hari, tanpa terjebak dalam perdebatan furu’ (cabang) yang justru dapat memecah belah.
Jika anda bertemu mereka beberapa orang yang berpakaian putih atau warna polos lainnya, dengan ikat kepala kain, seperti orang arab, india, pakistan, biasanya itu mereka.
Tidak perlu kuatir, mereka lemah lembut dalam bertegur sapa. Tidak bicara politik dan ideologi, hanya dakwah untuk ketekunan beribadah sehari-hari.

Di Jakarta bisa ditemui, antara lain, di Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Jalan Hayam Wuruk no 83 Tamansari, Kota.
Masjid ini merupakan sebuah cagar budaya. Didirikan pada tahun 1780 – 1797 oleh Tuan Tschoa atau Kapiten Tamien Dossol Seng, seorang muslim chinese.
Menurut rencana, tanggal 28, 29, 30 November 2025, Jamaf Tabligh akan melakukan pertemuan ijtima dengan tema “Tabligh Akbar Indonesia Berdoa”. Acara itu akan dihadiri tak kurang dari 1,5 juta jamaah dari Indonesia dan beberapa negara seperti Amerika Serikat, India, Pakistan, Bangladesh, Saudi Arabia, Malaysia, Afrika Selatan, Kuwait, Thailand, dan Filipina.
Jumlah itu kemungkinan bertambah, karena setiap hari ada saja yang konfirmasi mendaftarkan diri untuk hadir. Adapun pusan kegiatan akan berlangsung di Lampung. (sayid)

